Sekedar berbagi pengalaman yah, dulu ASI saya baru keluar setelah seminggu
melahirkan pdhl sebelumnya saya udah konsumsi makanan yg tinggi proteinnya,
vitamin, sayur tp tetep aja blm keluar2 ASInya, jd selama seminggu itu anak
saya minum susu formula dari botol. tp meski ASI saya blm keluar sama
sekali, saya tetep mencoba utk menyusukan anak saya. yah meski cuma bentar
banget (krn emang ASInya blm keluar) tp berulang2. Dan emang bener , ASI
saya akhirnya bisa keluar (meski agak telat) krn seringnya
dirangsang/disusukan, bahkan saya bisa mompa di kantor sampe anak saya umur
1,5th en tetep minum ASI sampe dia umur 2th.

Regards
nia


  Posted by: "Dian Rinta" [EMAIL PROTECTED] dy_rienta
    Date: Tue Apr 17, 2007 3:58 am ((PDT))

dear clodi,
Sebelum teman clodi  mo konsultasi laktasi, gak ada salahnya deh baca
artikel dibawah karena mungkin akan banyak membantu, jangan lupa frekuensi
nyusuin nya kudu lebih sering tanpa susu formula, meskipun makan makanan
sehat atau sayur katuk banyak kalau jarang disusuin dapat mengurangi
produksi ASI juga.

Mungkin belum banyak yg tau bahwa mengosongkan ASI dari payudara sama saja
spt menguras sungai mengalir. Sesuatu yg mustahil dilakukan. Karena ASI akan
terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan.  Nah supaya ibu
menyusui lebih yakin atau percaya diri atau PEDE dg ASInya, yuk kita cari
tahu gimana caranya ASI dibuat !



Tahukah kita bahwa ASI di awal menyusui

dibuat berlimpah ?!



Di hari-hari pertama pasca melahirkan, ASI mulai dibuat oleh organ produksi
ASI. Di hari-hari pertama tsb, produksi ASI tsb tidak ditentukan dari berapa
banyak ASI yg dikeluarkan. Setelah beberapa hari kemudian, produksi ASI amat
ditentukan dari berapa banyak ASI yg dikeluarkan (baik dg cara disusui atau
dipompa). Organ produksi ASI akan mulai mengurangi produksi ASI hingga
jumlah sesuai dg kebutuhan bayi (banyaknya ASI yg dikeluarkan).



Di minggu-minggu pertama, umumnya ibu akan memproduksi ASI lebih dari
kapasitas yg dibutuhkan bayi (terutama jika ibu menyusui dg baik). Di masa
tsb banyak ibu merasakan rembesan ASI dan atau payudara terasa penuh atau
bengkak. Kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Pada masa tsb organ
produksi ASI ibu sedang dalam proses penyesuaian thd jumlah ASI yg
dibutuhkan bayi.



Kemudian sekitar mg ke-6 hingga bln ke-3, kadar prolaktin yg tinggi akan
mulai berkurang bertahap hingga akhir masa menyusui. Pada masa tsb, payudara
terasa tidak penuh, rembesan ASI berkurang, refleks let down (ASI mengalir)
mulai tidak terasa, dan ASI yg dipompa/perah berkurang. Hal ini normal
terjadi. Bukan berarti produksi ASI berkurang.



 Benarkah kandungan ASI berubah tiap menit ?!



Mungkin belum banyak ibu mengerti bahwa ASI selalu berubah dari waktu ke
waktu.

Di menit-menit awal menyusui, ASI kaya akan protein, rendah lemak, cenderung
lebih "encer". ASI ini berfungsi sbg makanan pembuka / penghilang haus.
Dinamakan FOREMILK.

 Sedangkan di menit2 terakhir ASI kaya akan lemak dan cenderung kental. ASI
ini akan mengenyangkan bayi spt makanan utama. ASI ini dinamakan HINDMILK.



Saat menyusui ibu tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan
hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan.
Menurut Penelitian Grup Peter Hartmann menyatakan bahwa makin kosong
payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI.



Apakah ASI dibuat sebelum disusui ke bayi atau sesudahnya ?



Satu hal yg pasti bahwa ASI diproduksi setiap saat. Termasuk juga sebelum,
selama dan sesudah bayi menyusu. Diantara masa menyusu satu ke lainnya, ASI
yg diproduksi akan disimpan dalam payudara ibu. Volume ASI yg disimpan dalam
payudara akan lebih banyak jika masa jeda menyusu berikutnya lebih lama.
Jumlah ASI yg disimpan dalam payudara relatif bervariasi pd tiap ibu dan
TIDAK ditentukan dari ukuran payudara (meski ukuran payudara dapat membatasi
kapasitas gudang ASI). Beberapa ibu tidak memiliki ruang simpan yg banyak.
Meski demikian ibu yg memiliki gudang ASI sedikit ataupun banyak sama2
menghasilkan ASI yg cukup utk bayi. Ibu yg  memilki gudang ASI yg banyak
relatif memilki jeda menyusui dengan waktu yg lebih lama dari ibu yg
memiliki gudang ASI lebih sedikit.



Apakah ASI akan kosong dari payudara ibu setelah bayi menyusu ?



Banyak orang berpikir bahwa cara kerja ASI sama spt galon air (dispenser
air). Begitu isinya kosong, maka ia perlu diisi ulang sebelum bayi menyusu
lagi. Ini bukan cara kerja produksi ASI. ASI diproduksi setiap saat. ASI
tidak akan pernah habis 100%, meski bayi telah menyusu pada payudara tsb.
Penelitian laktasi membuktikan, bayi tidak akan menghabiskan semua stok ASI
pada payudara. Jumah ASI yg diminum tergantung dari nafsu makannya. Umumnya
volume ASI yg diminum oleh bayi relatif berkisar 75-80% dari 100% stok ASI
di payudara. Sederhananya, bayangkan ilustrasi berikut. Mengosongkan ASI
dari payudara sama saja spt menguras sungai. Sesuatu yg mustahil dilakukan.
Karena ASI akan terus mengalir sementara ASI itu sendiri dikeluarkan.



Riset laktasi juga menunjukkan bahwa makin kosong payudara, makin cepat
payudara memproduksi ASI. Makin banyak & sering bayi minum ASI, makin cepat
ASI diproduksi. Jadi jangan berpikir menyusui / memompa/ perah spt "minum
air dari gelas dg sedotan, begitu diminum akan berkurang dan kosong". Tapi
bayangkan jika kita minum air dari gelas dg menggunakan sedotan. Kemudian di
saat yang sama, air dituang secara perlahan ke dalam gelas itu. Makin cepat
kita minum, makin cepat juga air dituang dalam gelas tsb. Jadi kira-kira
bisakah kita menghabiskan air dalam gelas tsb ? Tentu tidak kan ?! Begitu
juga ASI dibuat. ASI tidak akan pernah kering atau kosong dari payudara,
meski bayi selesai menyusu. Banyak ibu yg belum mengerti hal ini. Banyak
juga ibu yang merasa ASI perlu diisi ulang. Akibatnya sering terjadi ibu
menunggu dulu  sampai payudaranya terasa penuh baru disusui ke bayinya.
Padahal hal ini dapat menyebabkan produksi ASI jadi lambat.



Jadi ayo kita ubah mind set kita ya. Keep PEDE, Keep breastfeeding !



MIlis para Ibu2 :

efiandra <http://efiandra.multiply.com/>  wrote on Dec 5, '06

Duh jadi pengen punya baby lagi dan bisa terus memberikan ASI walau belum
puas memberikan asi untuk Andra hingga 2.5th krn Andranya dah nolak sendiri.
Smoga kesempatan untuk tetap bisa memberikan ASI tetap berpihak pada ku
ketika saat kedua itu datang. Amin



dewijoris <http://dewijoris.multiply.com/>  wrote on Dec 5, '06, edited on
Dec 5, '06

Senengnya sampai hari ini masih merah di kantor dan nenenin Jo..pertama kali
nggak nyangka bisa kasih ASI sampai Jo 18 bulan secara Ruth dulu cuman 8,5
bulan tapi ternyata memang konsep supply and demand itu bener 100%. Lha wong
demand dari Jo tinggi banget ya ngucur terus deh ASI nya hehehehehe..padahal
udah mualess banget buat merah rutin di kantor tapi klo nggak merah kok
mleber kemana-mana hehehehehe..dasar emaknya males yak
hihihihihi...bandel...



rinihutabar <http://rinihutabar.multiply.com/>  wrote on Jan 3

apa bisa yah aku merah asi lagi di kantor?Khairul padahal baru 1
tahun...gimana nih mba Luluk?



pinodita <http://pinodita.multiply.com/>  wrote on Jan 30

Bener mbak Luluk aku juga baru ngrasain sendiri setelah nyusuin Leia, bahwa
ASI itu gak pernah abis. Lha wong mo nyusuin secara acak waktunya, aku
selalu ngrasain let down reflect, brarti emang diproduksi terus kan selama
si dedek rajin nenen :)
























Messages in this topic (10)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________





Kirim email ke