Mbak Lilis dan parents lain,
Sebenarnya hal yang serupa juga pernah saya alami sewaktu menelpn ke RS
Harkit. Kebetulan dsa anak saya juga disana dan kebetulan berinisial sama. Kalo
boleh share, sebenarnya kesalahan tidak sepenuhnya pada dokter (tidak sama
sekali malah menurut saya). Soalnya memang RSnya yg bobrok abis!! Ini memang
saya dan keluarga saya akui. Saya hanya bela2in berobat ke sana hanya karena
anak saya cocok ama dsa-nya. Itupun saya tahan2 amarah saya tiap kali
berkunjung ke sana. Soalnya adaaa aja masalah yg timbul tiap kali ke sana.
Mengenai telp2an ke sana, persis spt yg saya alami. Dioper sana sini...bener
mencerminkan "pemerintah" (sorry to say, tapi itulah realitanya). Masa iya
sebuah RS yg terkemuka di Jkt (kita gak usah ngomong skala nasional lah), tidak
ada satu orang pun yg menjawab telp saya pada jam 8 pagi !! Jam 8 pagi udah
bukan tengah malam bolong kan? Lagipula, kalopun saya telp tengah malam,
bukannya memang mrp kewajiban dan pelayanan RS utk selalu stand by 24 jam?
Spertinya dinas kesehatan-nya udah gak jalan lagi atau gimana ya? Cmiiw....
Belum lagi kalo membicarakan soal orang2 di bagian administrasi pendaftaran
pasien dan penanganan para suster di blok anak2 yang sama sekali tidak
mencerminkan kepribadian yang sopan dan peduli dengan anak2. Kadang ada
beberapa diantara mereka yang melayani anak dgn tidak sabar dan kasar (misal
pas mau ditimbang BBnya). Benar2 beda dgn apa yang saya alami di RS lain.
Suster2 di RS lain benar2 keliatan sayang dan sabar dgn anak.
Pelajaran yang saya ambil: always minta dan catat no HP dokter yang kita
kunjungi. Kalo mrp kunjungan pertama, sebaiknya minta referensi yang bener2
lengkap sampai ke no HP dokter yg bersangkutan. Karena sekarang ini, tiap kali
anak saya mau kontrol, saya gak pernah lagi telp ke RS..toh gak ada gunanya.
Mending langsung telp dan tanya jadwal dokter ke dokternya aja.
Thanks,
Vera
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.