Dear mommy Jonathan,
apa yang Anda rasakan juga saya rasakan, menurut saya tidak ada seorangpun
yang berhak bilang bahwa Ibu yang bisa di rumah terus adalah Ibu yang lebih
baik untuk anak-anaknya dan ibu bekerja itu adalah Ibu egois, tidak baik,
dll,dsb ataupun sebaliknya. Setiap orang tua berhak menentukan apa yang terbaik
yang bisa dia berikan untuk anaknya. Keputusan untuk tetap bekerja bukanlah
keputusan yang diambil dengan mudah..betapa lelahnya tubuh & pikiran karena
harus 'double job' di kantor & di rumah, betapa banyak tuntutan, belum lagi
didera rasa kangen pada anak yang ditinggal, tapi kalau saya punya prinsip
semua ini saya lakukan untuk memberikan yang terbaik untuk anak saya, sama
dengan Ibu2 yang memutuskan tinggal di rumah krn berpikir itulah yg terbaik
untuk anaknya. Saya ingin memberikan pendidikan & kesempatan terbaik untuk anak
saya, dan untuk itu saya mengumpulkan uang dari kemampuan yang bisa saya
'jual'..daripada saya di rumah tp bisanya cuma ngomelin anak & menyesali
keadaan...merasa kurang ini itu & tidak berkembang...saya kira untuk saya
inilah yang terbaik bagi saya & anak saya.
Saya rasa anak saya mengerti, dia tumbuh baik, sehat & cerdas, plus dia
begitu mandiri.. BSnya juga baik, tidak bermasalah & jg mengajari anak untuk
tetep deket dengan saya.. Tenang saja Bu, yang paling mengerti kondisi kita &
anak kita & apa yang terbaik adalah kita sendiri.. jangan sedih ya..
Regards,
Donna
Dear all moms in here :)
Berhubung kayaknya lagi dibahas ttg BS dan CCTV.
Boleh ya saya curhat dikit disini ... (banyak juga nggak pa pa yach..
hehehehehe...)
Kita para moms yang bekerja pasti kuatir ttg baby nya yang ditinggal di rumah.
termasuk saya. tapi mau gmn lagi.. :) (*senyum tipis*)
Tapi kok sepertinya kita yang sudah kuatir ini selalu ditakuti-takuti dan
dibuat semakin kuatir dengan cerita2 ttg BS yang bermasalah.
Sejujurnya, kalau bisa, saya juga ingin di rumah saja dan tidak memakai BS.
Saya paling BeTe kalau dibilangi / diceritakan oleh saudara or teman, ttg :
- BS nya si A.. gini gitu, BS nya si B gini gitu, terus kalau bisa diawasi
terus BS nya,
- berharga nggak ninggalin si baby dg BS, kalau bisa berhenti kerja saja.
- dsb.. dsb .. cerita yang menakut-nakuti...
Mereka yang cerita (or niatnya sih ngasih advice ke saya) sih beruntung bisa di
rumah, karena penghasilan suaminya lumayan or dia dah bisa kerja di rumah.
Sedangkan saya baru berusaha dan memikirkan bagaimana jalannya agar bisa di
rumah. Itu khan tidak gampang memulai usaha yang baru, apalagi rumah masih
nyicil. Mereka tidak membantu saya memecahkan masalah ttp hanya menambah beban
di hati (itu sejujurnya yang saya rasakan), pedih...
Moms.. bagaimana dengan yang anda rasakan?
Trus about CCTV, saya sih mau2 saja pasang. Tapi setau saya itu minimal (satu
paket komplit sampai alat perekamnya) bisa seharga 3 jt-an. Saya rasa itu
tidaklah murah, namun tidaklah mahal untuk keamanan baby kita. Tapi jika
anggaran belanja tidak cukup atau belum ada anggaran untuk kesitu... bagaimana?
(yang utama tentu saja keperluan baby kita en makan sehari2 bukan? + gaji BS
kita.. :) oh ya + tabungan untuk pendidikan baby kita)
kalau yang uangnya berlebih sih mungkin nggak masalah.
Moms... bagaimana dengan anda? Ini hanya sekedar curhat dr saya saja.
Boleh minta share dr kalian? Apakah semua BS jahat? atau hampir semua, atau
hanya sedikit saja yang jahat tetapi krn yang baik2 tidak pernah diceritakan,
jadi yang jahat menonjol?
Thanx ya buat share dr kalian.
'Salam
MamanyaJonathanyanglagipengencurhatsaja.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.