Dear all, Ini ada info dari millist sebelah penting untuk ibu2 yg lagi bingung mau beli sufor yg bagus email terdahulu pak gendi juga sudah pernah posting artikel ttg sufor,agar lebih dipertimbangkan lagi mom's mahal itu belum tentu bagus loh lebih baik uangnya di tabung tuk biaya pendidikan aja.....setelah asi lulus diatas 1 thn kan bisa di kasih susu uht n dari pada yg di kaleng yg sdh pasti di kotak katik pabrik dan makanan bergizi tentunya. Maaf kalau kurang berkenan.
Rgds, Nila --- In [EMAIL PROTECTED], "Lita Mariana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear all, Saya merasa perlu untuk memberikan pernyataan awal. Satu, ini bukan black campaign yang disokong oleh produsen pesaing. Dua, kepentingan yang berkait hanya satu: mendukung breastfeeding dengan meminta produsen untuk tidak melanggar peraturan promosi dan pemasaran produk. Mohon maafkan jika ada alamat email yang tidak muncul. Ini karena saya ikut milis dengan setting 'web only' sehingga yahoogroups membatasi akses saya. Bagaimanapun, yang merasa perlu -untuk konfirmasi misalnya- bisa menghubungi saya. Merespon protes terhadap iklan Nutrilon Royal 3, seorang anggota AIMI -Irawati Budiningsih- (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) berhasil terhubung dengan bu Anna Winoto di UNICEF Indonesia (Nutrition Project Officer). Berikut ini tanggapannya: --- Salam kenal. Saya senang sekali membaca email dari Ibu karena kelihatannya UNICEF dan AIMI memiliki komitmen dan visi yg sama dalam upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Begitu banyak PR yg masih perlu kita lakukan dalam upaya tersebut, maka saya senang melihat semakin banyak pihak yg memerhatikan ASI. Sekitar 3 minggu yg lalu saya dikontak oleh SCTV mengenai iklan Nutrilon dan langsung diwawancara. Saya menyampaikan beberapa hal sbb: -- Zat-zat kekebalan yg dikandung dalam ASI sama sekali tidak bisa dibuat secara fabrikan. WHO dan UNICEF menganjurkan 6 bulan ASI eksklusif, lalu mulai usia 6 bulan bayi mulai diberikan makanan tambahan dan ASI diteruskan hingga usia 2 tahun atau lebih. Mutu ASI tidak berkurang sesudah tahun pertama atau tahun kedua. ASI tetap terbaik, tetapi mulai usia 6 bulan kebutuhan gizi bayi meningkat sehingga perlu diberikan makanan tambahan juga. Selama 6 bulan pertama, ASI dapat memenuhi 100% kebutuhan bayi. Hingga 1 tahun masih 70%, dan hingga 2 tahun sekitar 30-40%. ASI adalah cairan hidup, sedangkan susu formula adalah susu sapi yg sudah diproses sehingga semua zat gizi yg ada di dalam susu formula tidak se-efektif zat hidup yg ada di dalam ASI. Walaupun perusahaan susu formula mengupayakan komposisi susu agar mendekati ASI, segala protein, lemak, karbohidrat, asam amino, vitamin, mineral, dll. yg ada/ditambahkan pada susu formula sangat berbeda dari segi struktur kimianya dibanding ASI sehingga tidak dapat menghasilkan fungsi dan dampak yg sama seperti ASI. Contohnya, DHA dan AA yg ditambahkan pada susu formula tidak diserap oleh tubuh bayi. Demikian pula dengan lemak yang ditambahkan pada susu formula... International Code on Marketing of Breastmilk Substitutes (ada di posting lain -Lita) jelas-jelas menyatakan bahwa semua materi komunikasi, informasi, edukasi dari produk-produk yg dimaksudkan untuk menggantikan ASI seharusnya mencantumkan keuntungan dan keunggulan ASI (pasal 4.2). Kode tersebut juga melarang penggunaan kata-kata atau gambar-gambar yg menyamakan sebuah produk pengganti ASI dengan ASI (pasal 9.2). Keputusan Menteri Kesehatan No 237/Menkes/Sk/IV/1997 juga menyatakan hal-hal yg sama. "False health claims" yg tidak didukung dengan scienfitic evidence tidak boleh digunakan untuk mempromosikan produk-produk pengganti ASI. -- Mungkin Ibu/AIMI dapat melaporkan pelanggaran Code seperti ini kepada International Code Documentation Centre (ICDC) yg berada di International Baby Food Action Network (IBFAN) ibfanpg@, attn: Annelies Allain. Saya juga akan usul supaya AIMI diikutsertakan dalam kegiatan2 Code monitoring yg akan datang. Kalau ada pertanyaan atau hal lain yg ingin disampaikan mengenai ASI, saya akan coba menanggapi dengan senang hati. Salam, Anna Winoto Nutrition Project Officer UNICEF Indonesia Wisma Metropolitan II, 10th Floor Jl. Sudirman Kav. 31 Jakarta 12920 Indonesia Tel (+62-21) 5705816 ext 262 Fax (+62-21) 5711326 E-mail: awinoto@ Web: www.unicef.org --- Saya harap, tanggapan bu Anna dapat menjadi referensi bagi kita yang beranggapan bahwa produsen selalu 'bermain sesuai aturan'. Belum, moms, belum demikian kejadiannya di sini. Ini sekaligus menanggapi respon terhadap ajakan protes yang lalu, bahwa ini sekadar black campaign terhadap Nutricia. Sebetulnya, tidak hanya Nutricia yang ada di 'daftar antri' teguran. Yang melanggar, siapa saja, itulah yang akan ditegur. Tentunya, supaya membawa dampak tekanan terhadap produsen (supaya MAU mengubah cara promosi/marketingnya), diangkatlah ini ke media. Bukankah ini salah satu cara berdemokrasi? :) Maaf untuk yang tidak berkenan. Ini hanya satu cara, sebagai bentuk keprihatinan pada ibu menyusui yang -masih- sulit untuk menyusui tanpa harus dibombardir dari sana-sini (termasuk dari kerabat sendiri, bahkan suami). Yang awalnya diakibatkan oleh usaha pembentukan kesan yang menyesatkan dari produsen susu formula. Salam perjuangan, Lita Mariana http://lita.inirumahku.com --- End forwarded message ---

