Dibawah ini ada artikel [dr milis sehat] ttg batuk, batuk yg disertai pilek,
semoga bermanfaat
PEngalaman pribadi saya sm dg Nana, mamanya Haura.
Sewaktu Alyssaku batpil s/d muntah, tdk diberi obat, tetap saya beri juice,
minum air putih yg cukup, udara ac dikurangi, kalo malem suka dibalur
transpullmin baby untuk menghangatkan badan terutama utk di dada dan
tenggorokkan.
semoga cepat sembuh..
salam
mama ina - mom alyssa [23 bln]
BATUK PADA ANAK
oleh dr Purnamawati S Pujiarto SpAK. MMPed
Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak, dan
merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke
dokter.
Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi
pernapasan meliputi:
Infeksi pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common colds,
hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.)
Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.
Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk bukan
merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan suatu refleks
tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun demikian, batuk dapat
menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita perlu mengenal jenis-jenis
batuk, agar kita tahu bagaimana menanganinya dan mengetahui pula kapan
sebaiknya kita meminta bantuan medis.
Jenis-jenis batuk dan Apa Maknanya
. Batuk "Menggonggong"
Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu peradangan pada
larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari,
atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas akibat virus. Pada anak
kecil, saluran napas yang kecil akan semakin menyempit ketika mengalami
peradangan. Pita suara pun akan membengkak sehingga anak mengalami kesulitan
bernapas. Anak usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup
dapat muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir.
Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak dicurigai
mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisinya.
. Batuk Rejan (" Whooping Cough)
Bunyi "whoop" adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat anak
tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus selama
berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi "whoop" (yang terdengar seperti
"hoop") setelah batuk terus-menerus sebanyak beberapa kali, kemungkinan besar
ada gejala pertusis (batuk rejan) -terutama jika anak anda belum menerima
vaksinasi difteri/tetanus/pertusis (DTP/DTaP).
Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya tidak mengeluarkan bunyi
"whoop" setelah episode batuk yang panjang, tetapi bayi seperti ini dapat
kekurangan oksigen atau bahkan berhenti napas karena penyakit ini. Pada bayi
dan anak yang masih sangat kecil, pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu,
segera hubungi dokter.
. Batuk dengan Mengi
Batuk yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas, ini mungkin
menandakan adanya suatu "sumbatan" di jalan napas bawah. Sumbatan ini dapat
disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi pernapasan (seperti bronkiolitis
atau pneumonia), asma, atau akibat adanya suatu yang tersangkut di jalan napas.
Pada keadaan seperti ini, hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah
sering mengalami masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler
atau nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk
menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan tersebut,
hubungi dokter.
. Stridor
Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan kasar yang
terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar stridor, segera
hubungi dokter.
Stridor, paling sering disebabkan oleh pembengkakan di jalan napas atas,
biasanya akibat croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat juga timbul
akibat adanya benda asing yang menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang
lebih berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis rnerupakan keadaan yang mengancam
jiwa, dimana epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke
paru. Penyebab pembengkakan epiglotis yang paling sering adalah adalah infeksi
bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga
timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di
tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.
. Batuk Mendadak
jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau minuman
masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada sesuatu (misalnya
potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau uang logam) yang
tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk membantu membersihkan
dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut.
Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja diakibatkan
tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi, jika batuk tidak
kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas, hubungi dokter. Jangan
coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan jari anda karena tindakan ini
justru dapat mendorong sumbatan yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara.
. Batuk Malam Hari
Banyak batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat anak
berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke
tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya tidak mengkhawatirkan
kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.
Asma juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita cenderung
lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam hari.
. Batuk Siang Hari
Biasanya ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan infeksi
pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat memperberat batuk, dan
batuk ini seringkali membaik pada malam hari atau pada saat anak beristirahat.
Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan
atau asap, yang menyebabkan anak batuk.
. Batuk disertai Pilek (Colds)
Kebanyakan pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat
dimengerti jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering atau
berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika gejala pilek
(colds) lainnya telah mereda.
. Batuk dengan Demam
Jika anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus,
kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak, batuk
yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak tampak lesu dan
napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada kasus ini, hubungi dokter
sesegera mungkin.
. Batuk dengan Muntah
Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah. Biasanya, hal
ini tidak membahayakan kecuali jika muntah berkelanjutan. Anak yang batuk
dengan pilek (colds)/ flu atau asma, bisa muntah apabila lendir mengalir ke
lambung dan menyebabkan mual. Perlu diingat, keadaan ini dapat merupakan hal
yang biasa dan tidak berbahaya.
. Batuk Menetap
Batuk yang disebabkan oleh pilek (colds) dapat berlangsung selama
berminggu-minggu, hingga mencapai 3 minggu, terutama jika pileknya hilang
timbul. Asma, alergi, atau suatu infeksi kronis di sinus atau jalan napas
mungkin merupakan penyebab batuk lama. Jika anak batuk lebih dari sebulan,
buatlah jadwal untuk berkunjung ke dokter.
. Batuk pada Bayi Kecil
Batuk dapat melelahkan bagi bay! berusia kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu,
observasi bayi anda jika ia mengalami batuk. Bayi juga merupakan populasi yang
paiing berisiko terhadap komplikasi akibat respiratory syncytial virus (RSV),
yang paling sering menyerang pada musim dingin. RSV menyebabkan pilek (colds)
dan infeksi telinga pada anak yang lebih besar dan orang dewasa. Akan tetapi
pada bayi kecil, RSV dapat menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia dan
menimbulkan masalah pernapasan yang berat. Pada awalnya, gejala seperti pilek
(colds) biasa tetapi bisa memburuk menyebabkan mengi, batuk, dan kesulitan
bernapas. Pada keadaan ini, hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisi anak.
Beberapa kasus perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapat oksigen dan cairan.
Kapan Menghubungi Dokter
Kebanyakan batuk pada anak tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pada keadaan
tertentu, berkonsultasilah dengan dokter. Hubungi dokter jika anak:
. Mengalami kesulitan bernapas
. Bibir, wajah dan lidah berwarna biru atau pucat
. Mengalami demam tinggi (hubungilah dokter untuk setiap demam yang terjadi
pada bayi berusia kurang dari 3 bulan)
. Bayi (usia 3 bulan atau kurang) yang telah batuk selama beberapa jam
. Menimbulkan bunyi " whoop?' waktu mengambil napas setelah batuk
. Batuk darah (kecuali jika anak baru saja mengalami mimisan, maka biasanya
batuk darah tersebut bukan masalah)
. Ada stridor saat menghirup napas
. Ada mengi saat menghembuskan napas (kecuali jika anda telah mendapat petunjuk
dari dokter bagaimana menangani asma di Rumah)
. Tampak lesu
Kapan anak dikatakan sesak atau sulit bernapas?
Untuk mengetahui apakah anak mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas,
anda dapat menghitung berapa kali anak bernapas selama 1 menit. Pemeriksaan ini
dilakukan saat anak dalam keadaan tenang (tidur). Laju napas berbeda-beda
sesuai dengan usia anak.
Berikut ini adalah tabel laju napas anak berdasarkan usia:
Umur Kisaran Normal
0-1 bulan 30-60
1 bulan - 1 tahun 30-60
1 tahun - 2 tahun 25-50
3 tahun - 4 tahun 20-30
5 tahun - 9 tahun 15-30
10 tahun atau lebih 15-30
Selain menghitung laju napas, anda dapat juga memperhatikan kepala dan dada
anak. Bila anak cenderung menengadahkan kepala (ke belakang), hal ini
menunjukkan adanya kesulitan napas pada anak. Disamping itu, dapat pula
ditemukan cekungan di di bawah leher, di sela iga dan di atas ulu hati yang
menunjukkan anak berusaha menggunakan otot bantu napas untuk memudahkannya
bernapas. Perhatikan juga adanya napas cuping hidung yang menandakan kesulitan
bernapas pada anak.
Penanganan Profesional
Salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis batuk adalah dengan mendengar.
Dokter akan menentukan cara penanganannya antara lain berdasarkan bunyi
batuknya. Karena sebagian besar penyakit pernapasan disebabkan oleh virus,
dokter tidak perlu meresepkan antibiotika pada banyak kasus batuk. Antibiotika
tidak digunakan untuk pencegahan. Antibiotika dapat digunakan untuk "mengobati"
infeksi bakteri tetapi antibiotika tidak mempunyai efek terhadap virus. Pada
common colds, antibiotika tidak diperlukan karena karena antibiotika tidak
mempercepat penyembuhan dan tidak mencegah komplikasi. Jika dicurigai pneumonia
atau infeksi bakteria lainnya, dokter mungkin akan meresepkan antibiotika.
Penggunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkan bakteri menjadi kebal
(resisten) terhadap antibiotika. Resistensi ini merupakan masalah berat yang
mengkhawatirkan seluruh dunia dan dapat menimbulkan penyakit yang serius dan
kematian. Untuk mencegah resistensi ini, maka hal-hal yang perlu
dilakukan antara
lain adalah jangan meminta antibiotika pada dokter jika anda/anak anda
mengalami pilek (colds). Di lain pihak, jika anda mendapat antibiotika untuk
infeksi bakteri, gunakan sesuai petunjuk dokter; jangan berbagi antibiotika
dengan orang lain.
Pada umumnya, obat-obat batuk tidak diperlukan. Obat-obat ini, baik yang
diresepkan atau yang dijua! bebas, mungkin mempunyai efek samping yang tidak
menyenangkan dan bahkan dapat berbahaya bag! bay! dan anak kecil. Biasanya yang
paling baik ialah dengan membiarkan perjalanan penyakitnya, hingga penyakit itu
sembuh dengan sendirinya.
Pneumonia, pertusis, RSV, dan kasus croup yang berat, mungkin perlu rawat inap
di rumah sakit. Biasanya hal ini diperlukan hanya untuk pemantauan ketat dan
untuk memastikan kecukupan asupan cairan. Kadang-kadang, jika anak mengalami
kesulitan bernapas, diberikan oksigen.
Penanganan di Rumah
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membuat anak lebih nyaman
saat ia sedang batuk. Namun, konsultasi ke dokter tetap diperlukan pada
keadaan-keadaan seperti yang telah dijelaskan di atas.
. Jika anak menderita asma, pastikan bahwa anda telah menerima petunjuk
penanganan asma dari dokter anak. Pantau perkembangan anak dengan seksama
selama serangan asma dan berikan obat-obat asma sesuai petunjuk dokter.
. Jika anak -hidungnya tersumbat, bersihkan hidungnya sebelum memberikan
makanannya. Untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung dapat digunakan
tetes hidung yang mengandung garam fisiologis (NaCI 0,9%) sebanyak 2 tetes pada
masing-masing hidung 15- 20 menit sebelum makan. Tetes hidung NaCI 0,9% tidak
memiliki efek samping. Jangan gunakan tetes hidung yang mengandung obat lain,
karena obat tersebut dapat diserap dalam jumlah yang berlebihan. Cara lain
untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung yaitu dengan alat hisap yang
terbuat dari karet. Jangan lupa untuk memencet alat tersebut terlebih dahulu,
kemudian ujung karet dimasukkan ke satu lubang hidung, lalu perlahan keluarkan
dan lepaskan pencetan pada alat tersebut. Cara ini akan mengeluarkan lendir
yang menyumbat hidung dan memudahkan anak bernapas kembali. Teknik ini lebih
mudah dilakukan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Anak yang lebih besar
mungkin akan menolak cara ini. Penggunaan garam fisiologi s lebih
dianjurkan daripada cara ini karena alat hisap tidak mudah didapatkan dan
penghisapan yang tidak hati-hati dapat menyakitkan.
. Jika anak anda mengalami colds, beristirahatlah di rumah. Hal ini akan
membantu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang lain. Ingat,
cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan.
. Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti "menggonggong", bawa
anak ke kamar mandi,. tutup pintu, dan putar keran shower air hangat selama
beberapa menit hingga memenuhi bathtub. Jika tidak ada shower air hangat, anda
dapat memasukkan air panas ke dalam ember dan biarkan ruangan menjadi penuh
uap. Duduklah bersama anak di lantai kamar mandi selama sekitar 20 menit. Uap
air akan membantu anak bernapas lebih mudah.
Bacakanlah buku cerita supaya anak merasa nyaman.
. Jaga agar lingkungan tetap lembab (AC justru membuat ruangan menjadi kering).
. Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman. Hindari minuman bersoda
atau minuman asam karena dapat merangsang saluran cerna.
. Jangan berikan anak (terutama bayi dan anak kecil) obat-obat batuk yang
dijual bebas tanpa petunjuk khusus dari dokter. Kebanyakan obat-obat ini
menekan batuk sehingga dapat membahayakan anak. Batuk tidak boleh ditekan
karena batuk justru membantu mengeluarkan sekret/kotoran yang kadang-kadang
timbul pada penyakit pernapasan.
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!