Hari ini tahun ajaran baru. Anak-anak mulai sekolah. Kami pun memulai hari ini dengan tekad mengantarkan Yudhis untuk belajar sebagaimana anak-anak sekolah. Tapi kalau anak sekolah pergi ke sekolah, hari ini kami menjadwalkan Yudhis pergi ke mal.
Yang pertama, hari ini kami memang merencanakan untuk memberikan "treat", hiburan buat Yudhis setelah berminggu-minggu kami cukup tenggelam dengan pekerjaan. Kami menetapkan, hari ini adalah hari bersama Yudhis & Tata. Jadi, kami merencanakan pergi ke McD untuk membeli Kidsmeal yang diinginkan Yudhis. Sebagaimana anak-anak pada umumnya, yang diinginkan Yudhis bukan makanannya, tapi mainannya.. Supaya makin asyik, main ke mal hari ini kami gunakan juga untuk proses belajar Yudhis. Kami ingin belajar mengenai peta (map) dan memanfaatkan mal Kalibata sebagai cara belajar peta yang paling mudah. Anak-anak terbiasa dan sering main ke sana sehingga sudah relatif hafal tempat-tempat yang ada di sana. Sayangnya proses belajar hari ini agak terganggu di awal. Manajemen gedung Mal Kalibata tidak mengizinkan kami melihat denah tenant yang biasanya dipajang di tempat umum. Katanya, harus meminta secara tertulis. Walah. sangat tidak kooperatif dan ajaib sekali persyaratannya. Padahal, denah tenant itu biasanya dipajang sebagai penunjuk jalan bagi para pengunjung mal. Untunglah di Giant ada denah tata ruang barang-barang yang dijualnya. Lalu, mulailah Yudhis dan Tata nongkrong di depan denah menggambarnya. Kami sempat menjadi tontonan orang-orang yang lewat yang ingin tahu apa yang dilakukan anak kecil yang duduk di lantai dan menggambar denah. Sambil menunggu Yudhis selesai menggambar, Lala juga menggambar denah itu untuk proses belajar selanjutnya. Kami kemudian minta izin masuk dengan membawa denah itu. Yudhis berjalan mengitari toko dan menuliskan apa yang ada di kanan kirinya ke dalam denah (membuat label pada denah). Model belajar ini baru pertama ini kami terapkan. Yudhis baru mulai belajar mengintegrasikan pengetahuannya mengenai peta dan denah yang ada di buku dengan pengalaman nyata/fisik yang dialaminya. Ini adalah salah satu model belajar untuk menstimulus kecerdasan spasialnya: mengenal arah, orientasi kiri kanan, konsep ruang, membandingkan antara yang abstrak (denah) dengan yang nyata (layout fisik). Sementara itu, hari ini Tata belajar mencari benda sesuai pesanan. Awalnya Tata hanya bertanya, "Ibu mau apa?", dijawab oleh Lala, "Mentega". "Ok. Berapa?", "Dua". Tata langsung melesat mencari mentega, sementara Lala menunggu di ujung lorong. "Apa lagi bu?" begitu seterusnya. Tata sangat menikmati permainan mencari benda itu. Apalagi benda-benda yang diminta memang benda yang biasa dilihatnya di rumah. Dari proses ini, Tata bukan hanya belajar berkomunikasi dan menghitung, dia belajar secara visual (karena belum bisa membaca) untuk memilih barang yang dipesan Ibunya diantara banyak ragam merek lain yang ada di rak. Sesudah belajar di Giant, Yudhis dapat Kidsmeal yang diinginkannya. Terus, Yudhis & Tata main di Fun Zone. Asyik.. Sumber: Jurnal Homeschooling Yudhis dan Tata (http://www.sumardiono.com)

