Note: forwarded message attached.
Untuk dapat diperhatikan apabila makan di Resto ini.
Rgds,
Sisca
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC--- Begin Message ---
fYI dari milis sebelah …
On 9/24/07, Andreas
Setiarama < andreassetiarama@
gmail.com> wrote:
Dear All,
Telah beberapa bulan saya menjadi
member di milis ini dan mohon maaf jika
selama ini saya hanya menjadi member
pasif. Perkenankanlah pada kesempatan
ini saya menyampaikan uneg-uneg atas
apa yang baru saja saya alami ketika
makan di restoran SOLARIA.
Sesuai
dengan pernyataan lisan yang saya berikan kepada pihak SOLARIA dalam
hal ini
saya sampaikan kepada sdri. Ema (Kasir) jika dalam waktu 2
hari/sampai
dengan hari Senin tanggal 24 September 2007 pihak manajemen
SOLARIA tidak
juga menghubungi saya perihal keluhan/kekecewaan yang saya
alami, saya akan
mempublikasikannya kepada khalayak ramai melalui media
masa.
Pada hari
Sabtu tanggal 22 September 2007, Saya bersama 2 orang teman saya
memutuskan
utk makan malam di restoran "SOLARIA" yang bertempat di gedung
OIL CENTER,
Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (depan EX). Berhubung saya tidak
terlalu
lapar, saya memilih "Mie Ayam Bakso" dan "Es Teh Manis" dari menu
yang
ditawarkan sementara kedua teman saya memilih menu yang berbeda.
Sekitar 10
menit kami harus menunggu sampai akhirnya semua makanan yang kami
pesan
tersedia di hadapan kami. Pada waktu itu suasana disana cukup ramai
karena
bertepatan dgn waktu berbuka puasa sampai saya harus menunggu cukup
lama
hanya untuk sekedar meminta tambahan kuah karena mie ayam yang saya
makan
terasa agak asin. Setelah kuah tambahan datang, saya menuangkannya
kedalam
mangkuk mie ayam sambil mengaduk-aduk mie dan pernak-perniknya yang
sudah
tinggal separuh, dengan terkaget-kaget dan hampir tidak percaya dengan
apa
yang saya lihat, saya menemukan sosok serangga berwarna coklat yang saya
yakini sebagai "kecoa". Temuan saya ini saya konfirmasikan kepada kedua
teman saya untuk meyakinkannya dan kontan kedua teman saya berhenti
menyantap makanannya masing-masing. Temuan saya ini akhirnya saya
beritahukan ke salah seorang pelayan dengan perntanyaan basa-basi : "Apa ini
mbak?" Pelayan tersebut langsung mengambl mangkuk mie ayam tersebut dan
menyatakan permohonan maaf dan menawarkan akan mengganti yang baru sambil
pergi kembali masuk ke dapur. Saya dan teman-teman saya hanya bisa tertegun.
Pasalnya bukan permintaan maaf dan penggantian makanan yang saya butuhkan
saat itu tapi klarifikasi dari pihak manajemen SOLARIA perihal mengapa hal
ini sampai terjadi.
Kembali saya memanggil pelayan-pelayan disana dan
meminta apakah saya bisa
bertemu dgn supervisor atau " duty manager " yang
ada. Saya berusaha untuk
sesopan mungkin memintanya karena saya tidak mau
menggangu pelanggan yang
lain yang sedang berbuka puasa namun nampaknya
permintaan saya ini tidak
diperhatikan dgn serius atau malah saya menduga
segaja ditutup-tutupi.
Seorang pelayan bernama Susi mengatakan bahwa hari
itu tidak ada
siapa-siapa, tidak ada supervisor ataupun duty manager. Saya
memintanya
untuk menghubungi via telefon. Sekali lagi dikatakan bahwa pihak
manajemen
SOLARIA tidak dapat dihubungi. Semakin kesal akhirnya saya meminta
nomer
handphone yang bisa saya hubungi untuk menyampaikan keluhan saya ini.
Sebuah
nomer handphone diberikan atas nama ibu Iroh. Terus terang tidak
jelas apa
jabatan ibu Iroh ini. Teman saya membantu saya menghubungi nomer
tersebut
dan menyampaikan keluhan saya namun ketika diminta utk datang ke
lokasi, ibu
Iroh ini tidak bersedia.
Saya sangat menyayangkan restoran
sekelas SOLARIA ini tidak melengkapi
bisnisnya dengan layanan online service
untuk pengaduan pelanggan. Karena
sudah tidak sabar menunggu akhirnya kami
bertiga memutuskan untuk
meninggalkan tempat itu dan meninggalkan
pesan-pesan kepada Sdri. Ema
(kasir). Saya menuliskan nama lengkap saya
beserta nomer handphone saya dan
memintanya untuk menyampaikannya kepada
pihak manajemen SOLARIA untuk
menghubungi saya. Saya tidak meminta uang saya
kembali karena saya
menganggap masalah ini belum selesai. Saya mengatakan
jika dalam waktu dua
hari (sampai dengan hari Senin, 24 September 2007)
pihak manajemen SOLARIA
tidak juga memberikan tanggapan/klarifika si atas
keluhan saya, saya akan
mempublikasikan pengalaman saya ini ke media
masa.
Mulai saat itu saya meragukan higienitas
dari makanan-makanan yang disajikan
SOLARIA. Saya hanya bisa berharap
kejadian yang menimpa saya ini tidak
terjadi lagi kepada pelanggan-pelanggan
SOLARIA yang lain dan semoga SOLARIA
bisa lebih "jantan" dalam menjalankan
bisnisnya.
Salam,
Andreas Setiarama
andreassetiarama@
gmail.com
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--- End Message ---