Pak Victor,

selamat ya atas kehamilan istri anda, semoga lancar dan sehat terus.

Mengenai boleh tidaknya istri anda tetap menyusui anak ke-2 anda 
disaat sedang hamil, pada dasarnya adalah BOLEH, kalau memang anda 
dan istri tetap menghendakinya, dengan ketentuan:

(1) tidak ada riwayat keguguran;
(2) tidak ada riwayat kelahiran prematur;
(3) kondisi kehamilan/janin sehat;
(4) kondisi ibu juga sehat (tidak sakit2an, kecapekan, muntah 
berlebihan, dll)

Berikut adalah artikel yang menjelaskan mengenai tingkat keamanan 
menyusui pada saat sedang hamil, dengan narasumber Prof. Rulina 
Suradi, Sp.A(K), IBCLC, pakar laktasi di Indonesia. Mudah2an 
bermanfaat ya!

Salam ASI!
Mia Sutanto
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia

[EMAIL PROTECTED]
www.aimi-asi.org
---------------------------------------------------------------------

MASIH MENYUSUI TAPI HAMIL LAGI 
Dewi Handajani
Konsultasi ilmiah: dr. Rulina Suradi, Sp.A(K), IBCLC, Bagian Ilmu 
Kesehatan Anak, FKUI, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kehamilan bisa saja terjadi pada saat Anda masih aktif menyusui si 
kecil. 
Apa yang sebaiknya Anda lakukan bila mengalaminya?

Umumnya, tubuh ibu sudah mampu menghasilkan sel telur kembali yang 
siap 
dibuahi, ketika bayinya telah berusia 6 bulan. Itu sebabnya, bukan 
tidak 
mungkin bila Anda ternyata sudah hamil lagi sementara si kecil masih 
membutuhkan ASI Anda. Apakah si kecil tetap Anda beri ASI, atau ia 
Anda 
sapih demi kepentingan adiknya? 

Bukan alasan segera menyapih
Mungkin, setelah mengetahui bahwa Anda positif hamil lagi, timbul 
rasa 
bingung pada diri Anda. Di satu pihak, Anda masih menikmati menyusui 
si 
kecil. Di pihak lain, dengan melanjutkan memberikan ASI kepadanya, 
Anda 
merasa telah ?mengambil? porsi zat gizi yang seharusnya diberikan 
pada 
jabang bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda. Itu sebabnya, 
adanya 
kehamilan baru biasanya menjadi alasan untuk mulai menyapih si 
kakak. 

Padahal, bila Anda ingin terus menyusui, Anda sebenarnya tidak 
sendiri. 
Hilary Dervin Flower, MA dalam artikelnya ?A New Look at the Safety 
of 
Breastfeeding During Pregnancy? yang dimuat dalam situs 
www.kellymom. com 
edisi bulan September 2003, mengatakan bahwa dari suatu penelitian 
terhadap 179 orang ibu yang menyusui sedikitnya selama 6 bulan, 61% 
di 
antaranya tetap menyusui saat mengetahui dirinya hamil lagi, dan 38% 
dari 
jumlah itu terus menyusui sampai si bayi lahir dan disusui bersama-
sama 
kakaknya (tandem nursing). Hal ini ternyata juga dapat mempermudah 
sang 
kakak menyesuaikan diri atau berbagi dengan adik barunya.

Jadi, jika usia bayi Anda masih di bawah satu tahun, apalagi bila 
dia 
masih berusia di bawah 6 bulan dan masih menyusu sementara Anda 
hamil 
lagi, selama Anda tidak mengalami kelelahan atau tidak merasakan 
kontraksi rahim, maka Anda tetap dianjurkan untuk terus menyusuinya. 
American Academy of Pediatrics merekomendasikan seorang anak disusui 
minimum selama satu tahun, sedangkan WHO menyebutkan hal itu 
sebaiknya 
dilakukan selama dua tahun atau lebih.

Tidak jarang, tanpa Anda lakukan apa-apa, si kakak sudah mulai ?
tidak 
menyukai? kegiatan menyusu lagi. Mungkin, karena pada kondisi hamil, 
rasa 
ASI Anda berubah dan jumlahnya pun mulai berkurang. Keadaan yang 
terjadi 
pada ASI Anda tersebut akan membuatnya mengurangi kegiatan menyusu 
secara 
bertahap.

Waspada bila....
Telah disebutkan bahwa kelelahan merupakan salah satu faktor yang 
perlu 
dipertimbangkan oleh ibu hamil yang masih ingin menyusui bayinya. 
Karena, 
kelelahan dapat mengindikasikan bahwa ibu hamil yang bersangkutan 
terganggu kesehatannya. Perlu diketahui, secara alami tubuh Anda 
akan 
memprioritaskan pemberian zat gizi kepada janin yang sedang tumbuh 
tanpa 
mengurangi porsi yang disalurkan untuk membentuk ASI. Itu sebabnya, 
bila 
kesehatan ibu tidak optimal, maka selain kondisi fisik ibu, proses 
tumbuh 
kembang janin dan bayi juga akan terganggu.

Sehubungan dengan hal itu, bila Anda ingin tetap menyusui si kecil, 
Anda 
harus selalu berupaya untuk menjaga kondisi dan kesehatan tubuh Anda 
selama hamil. Berilah perhatian yang lebih baik pada pola makan 
Anda, baik 
kulitas maupun kuantitasnya Selain itu, penuhilah kebutuhan tubuh 
akan 
cairan dan cukup istirahat.

Faktor lain yang juga menentukan apakah Anda dapat tetap menyusui 
atau 
tidak, adalah ada atau tidaknya kontraksi atau tanda-tanda 
persalinan dini 
lainnya. Perlu diketahui, kontraksi rahim yang terjadi biasanya 
ditimbulkan oleh rangsangan isapan pada payudara yang menyebabkan 
kelenjar 
hipofisis melepaskan oksitosin (hormon yang selain merangsang 
refleks 
pengaliran ASI juga dapat mempercepat kelahiran). 

Jadi, Anda sebaiknya berhenti menyusui bila ada kontraksi rahim, 
timbul 
rasa nyeri di pinggang bagian bawah, terasa ada tekanan di bagian 
dasar 
panggul, timbul kram, dan keluar lendir, darah atau air ketuban. 
Baringkanlah tubuh Anda, lalu hubungi dokter kandungan Anda 
secepatnya 
untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

Pada dasarnya, selama kehamilan Anda sehat, Anda tidak perlu takut 
untuk 
tetap menyusui si kecil. Beberapa penelitian terbaru juga 
menyimpulkan 
bahwa tidak ada teori yang melatarbelakangi anggapan bahwa menyusui 
dapat 
memicu terjadinya keguguran atau persalinan sebelum waktunya bila 
kehamilan ibu yang bersangkutan sehat. Di lain pihak, rahim juga 
memiliki 
daya tahan yang cukup kuat untuk mencegah efek dari hormon oksitosin 
yang 
dilepaskan selama berlangsungnya kegiatan menyusui. 

Jadi, saat akan memutuskan apakah ia akan menyusui atau tidak saat 
dirinya 
hamil lagi, setiap ibu harus mempertimbangkan pilihannya, 
perasaannya, dan 
apa yang terjadi pada tubuhnya dengan baik. Dengan demikian, ia akan 
puas 
dan percaya bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang 
terbaik 
bagi diri dan keluarganya.


Kirim email ke