--- In [email protected], "Sita Sidharta" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pak,
>
> Anak itu senjatanya menangis. Dengan itu dia mengetes sampai sejauh
mana dia
> bisa mendapatkan keinginannya.
>
> Memang Pak pasti kita sedih mendengar dia menangis. Tapi kembali lagi,
> tujuan kita apa? Kalau misalnya dia jatuh trus menagis, ya wajar,
namanya
> juga sakit. Tapi kalau tujuannya untuk menegakkan disiplin mau nggak
mau
> kita harus tabah.
> Kecuali kita mau anak kita tumbuh sebagai anak manja yang cepat
merajuk
> kalau keinginannya tidak dituruti.
>
> Dan ini terus menerus Pak. Apalagi kalau anaknya lambat bicara seperti
anak
> saya, wah bentar2 dia nangis karena dia belum bisa memverbalisasikan
> keinginannya. Kitanya harus pintar2 membaca tangisannya; sakit, marah,
> manja, lapar, haus, agar kita bisa tau apa yang harus kita lakukan.
Musti
> banyak sabar Pak... hehe... :D
>
> salam,
> sas
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: M Yusuf
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, August 05, 2008 12:52 PM
> Subject: Re: [parentsguide] Mohon saran anak suka musik
>
>
> Sita Sidharta at 05/08/2008 11:55 wrote:
>
>
> Kalau sampai mengacaukan jadwal harian sebaiknya dijangan disetelkan
> videonya dulu. Jadi mandi, makan, baru nonton video. Pasti awal2nya
dia
> bakalan nangis2, jangan dituruti. Toh kita bukannya melarang dia
mendengar
> musik tapi menjalankan disiplin dulu baru bisa dengar musik.
>
> ***Saya setuju dengan Ibu Sita, harus disiplin dulu.
> Tapi nggak tega, kalau nangis terus-menerus dan keras.
>
Salam,

Saya sependapat kalau kita harus sabar dan tabah dalam menghadapi anak.
Tapi, kalau anak tersebut nangis terus-menerus, keras-keras, dan hal tsb
menjadi suatu kebiasaan (bukan lagi senjata untuk mendapatkan perhatian
orang dewasa) bgmn?. Yang saya pernah baca, menangis terus-menerus juga
tidak baik bagi perkembangan fisiknya.


Kirim email ke