Waspada Bila Si Kecil Sering Memutar Mainan! Kompas/Irma
Tambunan Kesadaran orangtua untuk menyembuhkan anaknya yang menderita autis
kian meningkat. Mereka berharap anaknya dapat hidup normal. Kegiatan terapi di
Kiddy Autism Centre, Sungai Kambang, Jambi, pada hari Kamis (8/5).
/ Artikel
Terkait: Hujan dan Autisme Ada Kaitannya? Ayo, Kenali Lebih Dekat
Autisme! Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme Boom! Autisme Terus Meningkat
Autisme, Bisa Disembuhkan Jumat, 7 November 2008 | 11:45 WIB JIKA
Anda
mempunyai bayi atau batita yang memainkan benda secara tidak lazim seperti
memutarnya secara berulang-ulang sebaiknya waspada. Jangan-jangan, anak Anda
berpotensi mengidap autisme.
Ilmuwan AS dalam sebuah laporan yang dimuat jurnal Autism, Jumat (7/11)
menyebutkan, bayi-bayi yang kemudian didiagnosa mengidap autisme memperlihatkan
cara bermain atau eksplorasi yang tidak lazim yakni memutar mainan dengan
sangat sering dibanding bayi lainnya.
Temuan ini, kata peneliti, diharapkan dapat membantu para dokter dan orang tua
dalam mengenali dan mengidentifikasi anak-anaknya dari risiko autisme dan
mengatasinya sedini mungkin..
Seperti diungkapkan Sally Ozonoff dan timnya dari University of California
Davis, selain sering memutar benda-benda secara berulang, bayi yang di kemudian
hari mengidap autisme, matanya selalu terbelalak, menatap jelas pada
benda-benda sederhana seperti botol minum dan mencarinya dengan jelalatan.
"Ada
kebutuhan yang mendesak untuk menciptakan suatu ukuran yang dapat mengenali
gejala-gejala awal autisme, tanda-tanda yang hadir sebelum usia 24 bulan ,"
ungkap Ozonoff.
The American Academy of Pediatrics sendiri merekomendasikan seluruh bayi untuk
diperiksa kemungkinan mengidap autisme sebelum usia dua tahun. Sedangkan
kebanyakan dokter anak biasanya memeriksanya dengan gejala sosial klasik dan
cara komunikasi.
"Temuan bahwa penggunaan mainan di luar kebiasaan juga hadir pada awal
kehidupan berarti bahwa perilaku ini dapat dengan mudah ditambahkan dalam
daftar yang harus diwaspadai orang tua atau dengan cepat diperiksakan saat
mengunjungi dokter anak, " tambah Ozonoff.
"Semakin dini pengobatan autisme seorang anak, semakin kecil dampak buruk yang
akan terjadi dengan masa depan anak," ujarnya
Dalam risetnya, Ozonoff dan timnya meneliti 66 anak berusia 1 tahun yang
dipertimbangkan berisiko tinggi mengidap autisme. Anak-anak ini
sebagian besar mempunyai saudara kandung yang mengidiap autisme. Selama riset,
ada sembilan anak yang didiagnosa mengidap autisme,dan tujuh di antaranya
secara signifikan selalu menunjukkan perilaku memutar benda dan menujukkan
eksplorasi visual yang tidak lazim di bandingkan anak lainnya.
AC
Sumber : Reuters
Cheers,
Shinta