He he kasar juga ya penyampaiannya. Anak saya wina masih minum ASI, sekarang 2y1m. Tapi sudah mulai suka minum UHT juga. Sependek sepengetahuan saya, susu tetap penting kok buat pertumbuhan anak, tapi cuma komponen kalsiumnya yg dibutuhkan. Setelah usia 1 tahun, susu bukan makanan utama anak-anak. susu cuma pelengkap aja. Ga mau minum susu pun ok-ok aja, tinggal diganti dengan dairy product yg lain, kayak keju, yoghurt, dll. Sekali lagi yg dibutuhkan dari susu cuma kalsium saja. Kalo susu formula, memang dari yg saya baca-baca, tidak perlu diberikan pada anak di atas usia 1 tahun. Susu formula kan dimaksudkan mendekati komposisi ASI, yg sangat dibutuhkan (makanan utama) anak di bawah 1 tahun. Selama masih bisa ASI, baik itu dari ibu kandung maupun ASI donor, tidak perlu susu formula. Karena ASI mengandung sel-sel hidup, susu formula tidak. Tapi kalo mentok ga bisa ASI dan ga dapat donor ASI ya terpaksanya susu formula sebagai pilihan paling akhir (bukan masalah gengsi lho ya). Soal kandungan AA, DHA, spingomyelin, kolin, dll yg ditawarkan dalam susu formula, semua itu pintar2nya produsen aja he he. Kalo anak minum ASI, semua ada dalam ASI. Setelah 1 tahun, semua bisa didapat dari sumber-sumber alaminya, produk ikan-ikan segar, sayuran, kacang-kacangan dll. Jadi tidak perlu lagi memberikan susu formula dan semua artificial ingredientnya buat anak di atas 1 tahun. Biasakan aja anak makan dengan makanan sehat dan gizi berimbang. Kembali ke susu segar (fresh milk, UHT atopun pasteurisasi). Karena yg dibutuhkan hanya kalsium, dianjurkan pemberiannya tidak lebih dari 500cc/hari. Dampak kelebihan kalsium juga berat lho, parents. saya lupa nyimpan artikelnya dimana, kalo mau coba googling dengan keyword 'exceed calcium'. Ya intinya kita juga tau semua yg berlebihan itu tidak baik. Semoga bermanfaat dan maaf bila ada kata-kata yg kurang berkenan.
Regards, Ratna, Mama Wina

