Please share this info to others.. semoga YLKI dan Dirjen Perdagangan Dalam

Negeri bisa menertibkan cara2 berdagang seperti ini..



Senin, 09/02/2009 15:37 WIB



Hati-hati Iming-iming Hadiah Produk Inextron di I-Home



Sriati - suaraPembaca



Jakarta - Bersama ini saya ingin menyampaikan pengaduan sehubungan dengan

trik marketing melalui iming-iming keberuntungan mendapat undian yang telah

dilakukan oleh toko I-Home yang berlokasi di ITC Permata Hijau (tepat di

depan kasir swalayan Carrefour Permata Hijau). Kejadiannya adalah pada hari

Kamis, 5 Februari 2009. Adapun kronologisnya adalah sebagai berikut:



Setelah belanja dari Carrefour saya bersama suami dan anak bungsu kami

mampir untuk melihat peralatan rumah tangga yang dijual atau didisplai pada

toko I-Home di ITC Permata Hijau. Setelah melihat-lihat sejenak ternyata

toko tersebut menjual barang-barang elektronik bermerek Inextron, seperti

induction cooker, air purifier, multi-cooker, vacuum cleaner, oven/

microwave, set peralatan makan (sendok/ garpu/ dan lain-lain), yang menurut

penjaganya adalah produk dari Osaka, Jepang.



Penjaga toko yang bertugas juga mengatakan bahwa toko tersebut baru dibuka

dan sedang promosi. Jadi barang-barang yang ada hanya untuk display saja dan

tidak untuk dijual.



Sebelum meninggalkan toko penjaganya menawarkan untuk menarik 'lucky draw'

sehubungan dengan masa promosi dan ulang tahun perusahaan ke-12. Saya bilang

suruh saja anak saya yang ambil. Setelah dibuka hadiah yang diperoleh adalah

alarm pintu.



Setelah hadiah diberikan para penjaga toko yang tahu-tahu sudah semakin

banyak (3 orang) dengan suara yang sangat berisik. Salah satu dari mereka

mengatakan dalam kupon ada yang aneh karena tertera "Parcel Millennium",

tidak seperti kupon-kupon lain yang sudah diambil oleh pengunjung lain

sebelumnya di mana hanya bertuliskan "Terima Kasih atas Kunjungan Anda".

Penjaga tadi lalu minta waktu saya menunggu sebentar karena dia akan

mengecek apakah itu berarti saya berhak atas hadiah lain lagi.



Setelah melakukan telepon dalam ruangan lain ia kembali dan bilang sponsor

mereka membenarkan bahwa tulisan tersebut menandakan orang yang menarik

undian berhak atas hadiah lain yang lebih besar. Sponsor yang mengaku

bernama Dian Purnama minta bicara dengan saya melalui telepon dan meminta

saya menunggu 3 menit karena paket hadiah akan segera difaksimili. Menurut

Dian P memang dalam wadah undian ada 2 kupon yang bertandakan "Parcel

Milenium" dan saya adalah pengunjung pertama yang sangat beruntung.



Singkat cerita ruangan toko jadi semakin heboh dan gegap gempita. Faksimili

masuk dan isinya adalah bahwa saya telah memenangkan induction cooker yang

menurut katalog mereka tertera berharga sekitar US$1,400 lebih (tentu saja

saya sangat senang).



Suasana jadi semakin bising dengan teriakan-teriakan para penjaga toko

sampai saya dan suami pusing mendengarnya. Di samping induction cooker

menurut penjaga saya juga berhak atas voucher 500 ribu rupiah. Lalu, mereka

bertanya apakah saya memiliki kartu bertandakan master dan visa, karena



jika iya, saya berhak atas hadiah-hadiah lainnya lagi berkat kerja sama

mereka dengan Visa dan MasterCard.



Ujung-ujungnya saya memenangkan hadiah sebagai berikut: Induction cooker

(US$1,400 lebih), multi-cooker dari MasterCard (Rp 2,5 juta) dan set sendok

garpu dari Visa (Rp 1,5 juta). Namun, untuk memperoleh semua itu saya mesti

membeli salah satu product mereka yang harganya sekitar US$800-an paling

murah. Namun, setelah dipotong voucher 500 ribu ditambah discount ini itu,

total harga air purifier harus saya tebus dengan uang senilai Rp

7,900-ribuan, yang langsung digesek transaksi pembayarannya melalui kartu

Citibank saya.



Entah mengapa saya merasa sangat senang dan menjadi sangat tidak rasional

saat itu dan menyetujui serta mengikuti semua yang diminta oleh para penjaga

toko yang histeria seolah habis mengkonsumsi Inex (obat-obat pemicu

histeria). Mereka mengambil gambar saya menggunakan kamera handphone dan

meminta jangan bilang pada siapa-siapa bahwa semua itu adalah hadiah. Bahkan

Dian Purnama mengatakan bahwa saya mesti bilang ke orang lain bahwa saya

membeli semua barang-barang tersebut.



Setiba di rumah saya baru sadar dan mulai berfikir jernih tentang semua

kejadian di I-Home hari itu. Setelah melacak lewat internet berbagai

informasi yang tidak jelas saya baca, termasuk harga yang berbeda-beda untuk

produk-produk yang dijual. Bahkan, ada yang menawarkan produk yang sama (air

purifier) dengan harga hanya 500 ribu.



Sementara di I-Home harga yang harus dibayar adalah US$800-an. Dan, juga

ternyata modus operandi yang sama persis sudah dilakukan dalam kegiatan

pemasaran produk yang sama di mana-mana. Pengaduan yang saya baca di media

konsumen bahkan ada korban yang lokasinya sama yaitu di ITC Permata Hijau

namun dengan nama toko yang lain, yaitu Blue Top. Produk-produk yang

diberikan juga ternyata berbeda dengan yang ada di katalog dan berbeda

dengan buku manual yang dalam box produk.



Mengingat I-Home dan produk Inextron adalah pastinya perusahaan besar, mohon

Pihak berwajib dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) segera

mengambil tindakan dan jangan membiarkan mereka membodohi masyarakat kita

dan mengorbankan konsumen dengan cara-cara tipuan seperti ini. Akibatnya

akan sangat buruk. Sementara pelaku akan sangat gembira karena dapat

memperoleh penghasilan sebesar itu dengan mudah.



Belum lagi para generasi muda yang dipekerjakan menjaga toko yang sudah

dirusak otaknya dan dilatih untuk melakukan berbagai hal yang tidak baik.

Mau jadi apa bangsa kita ini? Saya mengharapkan YLKI dapat membantu. Dan

saya bersedia membantu apapun untuk membuat mereka jera dan tidak ada lagi

yang menjadi korban.



Salam dan hormat saya,



Sriati



Konsumen yang dikorbankan



(Jakarta)



Regards, 
 Ferra 
http://tokoaraza.multiply.com (jilbab dan mukenah ekslusif)
http://tvkabelindovision.blogspot.com (langganan TV kabel Indovision)



      

Kirim email ke