Makasih info barunya.  Aku baru tahu kalau jahitan caesar juga pegang peranan. 
Tentunya akan jadi pegangan yang bagus buat yang baru caesar pertama kali.

Memang pengalaman ku melahirkan 3 kali caesar juga begitu, selalu harus lahir 
sebelum waktunya karena takut jahitan yang lama robek kalau-kalau kontraksinya 
keras.  Yang di iris selalu di tempat yang sama. Masuk akal juga kalau jahitan 
caesar jadinya pegang peranan untuk kelahiran selanjutnya.


 
 
Mau kerja di rumah? sambil jaga anak?
check it out : www.penghasilan-extra.co.cc

Sembari online-sembari dapat komisi
 http://www.komisigratis.com/?id=vinashad

from the bottom of my heart 
Elen Halim-Putra





________________________________
From: "Wisnu, Mutia" <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Tuesday, March 10, 2009 4:27:08 PM
Subject: [parentsguide] Bekas jahitan caesar perkirakan metode kelahiran 
berikutnya?


FYI
Dari bekas jahitan Caesar dapat diperkirakan apakah kelahiran berikutnya bisa 
normal atau harus caesar lagi (krn kemungkinan  sobeknya dinding rahim)
Dari pengalaman pribadi kelahiran pertama sudah coba normal samapi bukaan 7 
namun air ketuban keburu habis akhrinya harus caesar
Kelahiran berikutnya sudah coba normal sampai bukaan 7 mentok lagi, kata dokter 
tidak mungkin divakum krn kepala bayi tidak turun & bekas jahitan bisa sobek
Jadilah caesar lagi…
 
Using C-Section Scars to Predict Future Deliveries
Measurements can indicate whether vaginal birth would be safe, study says 
By Kathleen Doheny
HealthDay News
January 30, 2009
[HDN 1.30.09b]
 
Measuring the thickness of the uterine scar from a cesarean delivery can help 
physicians predict which women would be at low risk for uterine rupture and may 
safely try to have a vaginal delivery, according to a new study by Canadian 
researchers. "The thicker the scar is, the stronger the scar is, and the 
smaller the chance of rupture," said Dr. Emmanuel Bujold, associate professor 
of obstetrics and gynecology at the University of Laval in Quebec, Canada. 
Bujold is the lead author of the study, which was expected to be presented Jan. 
30 at the Society for Maternal-Fetal Medicine's annual meeting in San Diego. 
 
Mutia
Mama Raka-Rayi
 
 



      

Kirim email ke