Mba,

Kalau boleh ikutan kasih pendapat, "nikmatilah saat-saat kebersamaan seperti 
itu..., hal tersebut tidak akan lama. Dan suatu hari nanti pasti kita yang akan 
merasa kehilangan karena anaknya sudah sibuk dengan urusannya sendiri. Ada 
masanya koq..., dan hal tsb tidak akan selamanya. Segala sesuatu akan indah 
pada waktunya, setiap step masa perkembangan anak akan punya cerita berkesan 
sendiri-sendiri. Jadi.., nikmati aja. Kalau kita enjoy, segala sesuatu tidak 
akan terasa berat & tidak membebani".

Maaf kalau tidak berkenan.

Salam,


--- In [email protected], natalia yenny <ntalia_1...@...> wrote:
>
> Dear All Parents,
> 
> Aku pusing nich menghadapi anakku laki2 usia 3 tahun (padahal baru 1 belum 
> dua). Sekarang apa2 maunya ditemenin. Biasa nonton Barney sendiri sementara 
> aku tinggal bersih-bersih rumah mau. Sekarang nangis kalau ditinggal jadi aku 
> kasih kesibukan dengan menulis atau mewarnai. Menggambar or melipat anakku 
> belum bisa, terlambat ga sich? Maklum belum sekolah, aku sendiri yang ajarin.
> Balik lagi ke topik ya, trus kalo aku tinggal mandi pasti dech dengan 
> diiringi tangisan padahal biasanya mau kok main sendiri. Tinggal nyuci ama 
> jemur baju di atas juga nangis. Cape kan kl gitu, masa ngapa2in kudu berdua2 
> sich. 
> Solusinya apa ya? Thx
> 
> 
> Lia
>


Kirim email ke