salut saya dengan negara Finlandia, semoga dapat menjadi teladan bagi 
negara-negara lain

--- On Sun, 4/12/09, Silvi Yeni <[email protected]> wrote:

From: Silvi Yeni <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Fwd:  Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
To: [email protected]
Date: Sunday, April 12, 2009, 9:04 AM











    
            
            


      
      
---------- Forwarded message ----------
From: rulanrulan <rulanru...@yahoo. com>

Date: 2009/4/11
Subject: [IA-ITB] Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
To: ia-...@yahoogroups. com



















    
            
            


      
      

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

October 5th, 2005 Oleh: Satria Dharma



[finland] Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki 
peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang 
banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah 
Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana 
perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga 
membuat iri semua guru di seluruh dunia.




Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei 
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic 
Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA 
mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. 
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan 
unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil 
membuat semua siswanya cerdas.


Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah 
anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan 
rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.




Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi 
beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan 
berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak 
lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam 
sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan 
dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 
jam perminggu




Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas 
gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas 
terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang 
sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah 
terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah 
pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat 
persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas 
hukum dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok 
oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan 
kualitas seadanya pula.




Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang 
berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru 
dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk 
menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka 
rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara 
lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat 
penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing 
itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. "Terlalu banyak testing membuat 
kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian." ungkap seorang guru di 
Finlandia.," Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur 
dengan ujian." Pada usia 18 siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi 
mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan 
tinggi.




Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! "Ini 
membantu siswa belajar betanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri," kata 
Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia," Dan kalau mereka 
bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas. Guru tidak harus selalu 
mengontrol mereka."




Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri 
informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari 
sendiri informasi yang mereka butuhkan. "Kita tidak belajar apa-apa kalau kita 
tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar 
dengan metode ceramah." Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah 
menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. "Terlalu banyak komando 
hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. " 
Sambungnya.




Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat 
Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia 
sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan 
merupakan yang terbaik menurut OECD.


Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan 
untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan 
prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan 
tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian 
datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan 
tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.


Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut 
mereka, jika kita mengatakan `Kamu salah!' pada siswa, maka hal tersebut akan 
membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam 
belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta 
membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa 
lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar 
bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru 
memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di 
kelasnya.




Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru 
yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui 
tanggung jawab pribadi. "Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa," kata 
seorang guru," maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya.". 
Benar-benar ucapan guru yang bertanggungjawab.




Balikpapan, 5 Oktober 2005

Diambil dari "Top of the Class" Fergus Bordewich.




 

      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        








      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke