Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Wed, 29 Jul 2009 15:04:09 
To: Minan<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: Catatan seorang sahabat, trully ispiring..


"Anne, tulisannya bubu post in di milis ya...
Tulisan ini dibuat oleh seorang sahabat, drg.jane mariana indriani, ummi dari 2 
bocah cerdas nauval dan azmi

Membaca tulisan yang dipostkan di notes fbnya menggugah saya untuk mengingatkan 
teman2 untuk menengok, mengunjungi, menelpon, mengsms dan mendoakan orang tua 
kita"

Jane writes :
Salah satu hobi baru kita setelah menjadi orang tua, pasti mencium dan memeluk 
anak-anak kita. Dimana saja dan kapan saja. Saat bangun tidur dengan bau “acem” 
khas mereka, sambil dimandikan, sedang makan padahal pipi mereka belepotan 
makanan, sebelum kita berangkat kerja dan pulang kerja (eits..kalau yang 
terakhir ini jangan lupa ganti baju, cuci tangan, kaki dan wajah dahulu).



Dari ujung rambut sampai ujung kaki pasti tak luput dari ciuman kita sebagai 
ekspresi betapa kita menyayangi anak-anak kita.



Pernah suatu ketika, saat saya dan anak sulung saya, Naufal, sedang 
membaca-baca buku, langsung saya peluk dan ciumi dia. Lalu dia tertawa-tawa 
sambil membalas ciuman saya.



Ada sedikit penasaran… “Kalo udah gede Aa masih mau dicium dan dipeluk ummi 
nggak?” tanya saya.

Dia mengangguk sambil berkata dengan mantap,”Mau dong.”



Saya tersenyum…ada perasaan lega menyeruak. Walaupun hati saya berkata ‘itu 
kata-katamu sekarang, Nak. Lima tahun lagi jawabanmu pasti berbeda’.



Hiks, ada sesuatu meninju batin saya. Sambil berusaha menghibur diri, saya 
terus mengingat jawaban anak saya. Seakan memegang janji atas kata-kata itu.

Padahal saya yakin, saat usia nak-anak semakin bertambah nanti, mereka bukan 
lagi milik saya seutuhnya. Mereka akan menjadi milik teman-temannya, hobinya, 
organisasinya, profesinya, keluarganya…bahkan menjadi milik umat.



Saya tidak akan lagi menjadi satu-satunya nama yang dipanggil saat mereka sedih 
dan terluka. Tidak lagi dibutuhkan saat mereka kesepian. Tidak lagi ditanya 
untuk memuaskan dahaga keingintahuan mereka. Tidak lagi diminta saat mereka 
membutuhkan pertolongan. Tidak lagi dipeluk dan dicium setiap hari.



Suatu saat nanti, anak-anak akan pergi dari rumah kami, rumah mereka kini. 
Masuk ke dalam dunia mereka, bergelut dengan aktivitas mereka, berjuang untuk 
hidup mereka.



Hari-hari kami yang biasa dipenuhi tawa, tangis, teriakan dan keributan mereka 
akan berubah menjadi hari-hari yang sunyi. Hati-hati kami yang kini sering 
dibuat bahagia, lelah dan kesal akan tingkah lucu dan nakal mereka akan berubah 
menjadi hati-hati yang memendam kerinduan.



Naufal kelak akan menjadi seorang suami…

Mempunyai istri yang membutuhkan perhatiannya, mempunyai anak-anak yang 
membutuhkan kasih sayangnya, mempunyai pekerjaan yang membutuhkan tanggung 
jawabnya, mempunyai umat yang membutuhkan buah pikiran dan uluran tangannya.



Azmi kelak akan menjadi seorang istri…

Mempunyai suami untuk dia urus segala kebutuhannya, mempunyai anak-anak untuk 
dia jaga dan rawat dengan sepenuh jiwa dan raganya, mempunyai pekerjaan untuk 
dia sumbangkan ilmunya, mempunyai umat untuk dia berikan kontribusinya.



Kini… tiap detik bersama mereka sangat saya nikmati. Saat-saat bermain dan 
bercanda dengan mereka, saat-saat mendengar tawa renyah dan celotehan mereka, 
saat-saat mencium dan memeluk erat mereka, saat-saat menatap mereka tertidur 
lelap di pangkuan.



Tidak terasa air mata saya menetes…

Ya Allah, inikah yang dirasakan mamah dan papah, bapak dan ibu mertua… saat 
melepas kami, anak-anaknya, saya dan suami menikah, lalu tak lama kemudian 
pergi ke perantauan. 

Dan kini kami begitu jarang menjenguk hati-hati mereka yang memendam rindu. 
Padahal saya yakin, mereka rela mempertaruhkan apa saja demi mendengar sapa 
saya dan suami…dan cucu-cucu mereka dari seberang lautan.






Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi JULI 2009.

MELAHIRKAN PARA BINTANG

Bintang-bintang cilik bermunculan di mana-mana. Mulai dari artis cilik, penulis 
cilik dan ilmuwan cilik. Bagaimana jalan untuk melahirkan para bintang? Baca 
pengalaman Mama Baim (Aktor Cilik), Mama Devina (ilmuwan cilik), Mama Aini 
(Penulis Cilik)yang telah melahirkan para bintang. Temukan selengkapnya di 
majalah Parents Guide edisi Juli 2009.

Simak juga bahasan menarik lain :

- Liputan 5 Kursus Anak Paling Bergengsi, Plus daftar harganya. Kupas tuntas 
kursus Golf, Berkuda, Musik, Ballet dan Melukis 

- Darius Donna Agnesia: "Sekolah Sepak Bola untuk Lionel dan Diego" 

- Parents Story: Della Irfan Hakim: Sukses Hypnobirthing! 

Beli juga Majalah HIPOO untuk Balita kesayangan Anda. HIPOO edisi Juli 2009 ini 
mengangkat tema "BUAH DAN SAYUR".

Info berlangganan hubungi: Emma di (021) 70408785, 527 7302Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke