----- Pesan Diteruskan ---- Dari sohib:
Objet : Fw: [aka-92] Aku Dimakamkan Hari Ini >............ ......... ......... .......... ......... ..... >Aku Dimakamkan Hari Ini > >Perlahan, tubuhku ditutupi tanah, >perlahan, semua pergi >meninggalkanku, >masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka, >aku >sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang, >sendiri, menunggu >keputusan... >Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi, >Anak, yang di >tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal, >Apatah lagi sekedar tangan >kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain, >Aku bukan >siapa-siapa lagi bagi mereka. > > >Istriku menangis, sangat pedih, aku pun >demikian, >Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga, >Tangan kananku >menghibur mereka, >kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan, >tetapi aku >tetap sendiri, >disini, menunggu perhitungan ... > >Menyesal sudah tak >mungkin, >Tobat tak lagi dianggap, >dan ma'af pun tak bakal didengar, >aku >benar-benar harus sendiri... > >Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu >datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya), >jika Kau beri aku >satu lagi kesempatan, >jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari >milik-Mu, >beberapa hari saja... >Aku akan berkeliling, memohon ma'af pada >mereka, >yang selama ini telah merasakan zalimku, >yang selama ini sengsara >karena aku, >yang tertindas dalam kuasaku, >yang selama ini telah aku sakiti >hatinya >yang selama ini telah aku bohongi >Aku harus kembalikan, semua >harta kotor ini, >yang kukumpulkan dengan wajah gembira, >yang kukuras dari >sumber yang tak jelas, >yang kumakan, bahkan yang kutelan. > > >Aku >harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu. > > >Dan >Tuhan, > >beri lagi aku beberapa hari milik-Mu, >untuk berbakti kepada >ayah dan ibu tercinta, >teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan >hati mereka, >maafkan aku ayah dan ibu, >mengapa tak kusadari betapa besar >kasih sayangmu ... > >beri juga aku waktu, >untuk berkumpul dengan istri >dan anakku, >untuk sungguh-sungguh beramal soleh, >Aku sungguh ingin >bersujud dihadapan-Mu, >bersama mereka ... > >begitu sesal diri >ini, >karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh >kesia-siaan, >kesenangan yang pernah kuraih dulu, >tak ada artinya sama >sekali ... >mengapa ku sia-siakan saja, >waktu hidup yang hanya sekali >itu, >andai ku bisa putar ulang waktu itu ... > >Aku dimakamkan hari >ini, >dan semua menjadi tak terma'afkan, >dan semua menjadi >terlambat, >dan aku harus sendiri, >untuk waktu yang tak terbayangkan >... > > >( Riza P.N ) > >Milis Feui82 > >Dikirim oleh: Gatot >Wagiono > >Kamis, 4 September 2003 >di kutip dari : http://ilma95. net/artikel. htm >>--~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~ > >>-~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~--- > >. > > Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com

