What to do ya? Dia kl dijailin sih nangis, dan marah, tapi g di depan teman2nya. Marah2nya di rumah. Kemarin, dia pulang dengan kesal, tutup pintu dan nendang2 pintu sambil bilang,"abang dimas nakal, aku tendang, tendang, tendang." Aku bilang, boleh kesal tapi tidak dengan tendang2 pintu... salahnya aku g ngasih alternatif pelampiasan... hehehehehe baru ngeh sekarang...
tak lama, dia main lagi... lalu pulang sambil menangis. Teman2nya langsung berhamburan pulang :P. Enaknya gimana ya moms? Jgn boleh main lagi sama teman2nya itu? Tapi Adnan g punya teman sebaya... Memang aku baca, ini adalah resiko berteman dengan anak2 yang lebih besar dan Adnan jgn dilarang main dengan mereka. Tapi akhir2 ini, Adnan dijailin terus... Aku harus mengajarkan Adnan apa ya? Aku bilang ke Adnan, kl dia dijailin, teriak "Jangan!". Temanku malah ngajarin untuk mukul ketika anaknya sudah bilang ,"Jangan" sebanyak 3 kali. Aku g mau ngajarin Adnan mukul... Aku juga baca, kl Adnan jgn main dengan teman2 yang lebih besar dari dia setiap saat, karena itu, Adnan suka aku ajak ketemu anaknya sahabatku yang kebetulan berusia yang sama. Asli clueless nih.. ^_^ T -- Grown-ups never understand anything by themselves, and it is tiresome for children to be always and forever explaining things to them (Little Prince) My online biz : Sprei Comfy www.seprei.multiply.com

