Forward email cerita nyanyian seorang kakak, how much i love you. Mudah-mudahan 
bisa menginspirasi kita semua :)
INDAH FASHION
Web, http://indahfashion.blogspot.com
e-mail : [email protected]
http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com
http://indahmoney.blogspot.com
 http://indaherbal.blogspot.com
http://indahcareer.blogspot.com
 http://indahbrand.blogspot.com

[cerita] nyanyian seorang kakak
Seorang
ibu muda, Karen namanya, sedang mengandung bayinya yang kedua. Sebagaimana
layaknya para ibu, Karen membantu Michael, anaknya yang pertama yang baru
berusia 3 tahun, untuk menerima kehadiran adiknya. Michael senang sekali. Kerap
kali ia menempelkan telinganya di perut ibunya. Dan karena Michael suka
bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih di perut ibunya itu.

Tiba
saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh di luar dugaan, terjadi
komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan.
Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter
yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen, “Bersiaplah jika
sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.� Karen dan suaminya berusaha
menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka
bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya bila sewaktu-waktu
dipanggil Tuhan.

Lain
halnya dengan Michael. Sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus! 
“Mami…
aku mau nyanyi buat adik kecil!â€� Ibunya kurang tanggap. “Mami… aku
pengen nyanyi!!â€� Karen terlalu larut dalam kesedihan dan
kekuatirannya. “Mami…. aku kepengen nyanyi!!!â€� Itu berulang kali
diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan
Michael sebagai rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi
anak-anak. Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. 
“Baik,
setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung
adiknya masih hidup!� batinnya.

Ia
dicegat oleh suster di depan pintu kamar ICU. “Anak kecil dilarang 
masuk!�
Karen ragu-ragu. “Tapi, suster….â€� suster tak mau tahu. “Ini
peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!�

Karen
menatap tajam suster itu, lalu berkata, “Suster, sebelum diizinkan
bernyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang
terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya!� Suster terdiam menatap
Michael dan berkata, “Tapi tidak boleh lebih dari lima menit!â€�

Demikianlah,
kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang
ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut.
Michael menatap lekat adiknya… Lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah
suara nyanyian yang nyaring “You are my sunshine, my only sunshine, you
make me happy when skies are grey….â€�

Ajaib!
Si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari 
kakaknya. “You never
know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away.â€�

Denyut
nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan
tajam dan, “Terus…. terus Michael! Teruskan sayang…,â€�
bisik ibunya sambil menangis.

“The other night, dear, as I laid sleeping, I
dreamt, I held you in my…â€� Dan,
Sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu
menjadi teratur…â€� I’ll always love you and make you happy,
if you will only stay the same…â€� Sang adik kelihatan begitu tenang, 
sangat
tenang.

“Lagi sayang…â€� bujuk ibunya sambil mencucurkan
air matanya. Michael terus bernyanyi dan…. adiknya kelihatan semakin tenang,
rileks dan damai… lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini
ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan
kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian, si adik bayi
sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis
tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya
bisa menyebutnya sebagai sebuah terapi ajaib, dan Karen juga suaminya
melihatnya sebagai mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar
biasa!

Bagi
sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang
Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil
si Michael untuk mengatakan “How much I love youâ€�.

Dan
ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil 
“Michaelâ€�
untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil
bagi-NYA bila IA menghendaki terjadi. (SM)

Disadur : GoldenWays.. . Mario Teguh, MetroTV ,
"Rahma Dewi"

Kirim email ke