Ikut sedih yaaa...!!Smoga mommy dan seluruh keluarga diberikan ketabahan dan 
keikhlasan. Amiiin...
 
Dea Susisetia
YM : dea_mimirai
Email : [email protected]




________________________________
From: ema kusmiati <[email protected]>
To: bk <[email protected]>; pg club <[email protected]>
Sent: Wed, December 16, 2009 11:10:26 AM
Subject: [parentsguide] Trs: [asiforbaby] Re: Selamat Jalan Khonsaa', Anak, 
Guru dan Sahabat Terbaik Mama..(terimasih atas dukungan rekan-rekan)

  

dari milis sebelah.....

> Selasa, 17 Juli 2001, jam 10.10wib engkau hadir di tengah kehidupan kami nak. 
> Sempurnalah rasanya mama menjadi seorang wanita dengan kelahiranmu.
>
>> 
>> Engkau kami beri nama Khonsaa' Al Anshoriyah. Khonsaa' adalah nama seorang 
>> sahabat Rosul wanita yg merelakan ke3 anaknya mati syahid di peperangan, 
>> hingga akhirnya beliaupun ikut syahid.
>> Al Anshoriyah, kami pilihkan menjadi nama belakangmu dg harapan engkau 
>> termasuk ke dalam golongan orang-orang yg gemar menolong layaknya kaum 
>> anshor.
>> 
>> Dari balita, engkau sudah menjadi tempat mamamu curhat, entah engkau paham 
>> atau tidak setiap ada kegundahan engkau bantu meringankannya dengan jalan 
>> mendengarkan nak. Itulah sebabnya engkau menjadi salah satu Sahabat Terbaik 
>> mama. Kau tenangkan mama, kau hapus airmata mama setiap mama menangis krn 
>> rindu dg alm opamu. Dengan lembut kau bisikan di telinga mama "jangan sedih 
>> ma"..lalu engkaupun memeluk mama.
>> 
>> Sebagai anak pertama, engkau menjadi sekolah sekaligus guru bagi mama. 
>> Bagaimana naluri keibuan mama terasah dg keberadaanmu. Engkau mengajarkan 
>> pada mama bahwa kesabaran tidak berbatas, walau sebagai manusia sering sabar 
>> itu hilang. Engkau ajarkan pada mama, bahwa kasih sayang, kehangatan dan 
>> kejujuran akan berakhir dg ketiganya pula. Kau ajarkan bahwa, ibu adalah 
>> guru pertama sekaligus terbaik bagi anak-anaknya. Itu sebabnya papamu 
>> meminta mama untuk tetap di rumah menemani engkau dan adik-adikmu. .
>> 
>> Ketika adik-adikmu lahir, di usia yg masih sangat muda, engkau berubah 
>> menjadi sosok kakak yang begitu dewasa, banyak mengalah, walau kami 
>> orangtuamu tahu hal itu berat engkau lakukan. Kami sering memberimu tanggung 
>> jawab "titip ade-ademu ya mba" setiap mama dan papamu pergi, walau di rumah 
>> ada yang lain. Kau tunaikan amanah kami dg memberi laporan singkat jelas dan 
>> padat apa yg terjadi saat mereka ditinggal. Apabila ada mainan atau bukumu 
>> yg dirusak oleh adikmu, yang kau lakukan hanya menangis dan mengadu pada 
>> mama, dengan harapan mama akan memperbaikinya. .itu sering kita bersama. 
>> 
>> Engkau buat kami bangga dengan keistiqomahanmu untuk mengenakan jilbab di 
>> usia 6 tahun, walau engkau hanya seorang diri yg melakukannya di kelasmu. 
>> Kau butikan kecerdasanmu dg hasil IQmu yg sangat jauh di atas rata-rata dan 
>> prestasimu sebagai juara kelas. Ternyata, kebanggaan ini juga dirasakan oleh 
>> eyang mama dan eyang papa, oma dan bude pakde juga om kamu nak. Mama sering 
>> tidak segan-segan berkata bahwa "mama banggamu nak". 
>> 
>> Al Anshoriyah, engkau betul-betul anak yg gemar menolong. Terbukti dari 
>> cerita guru-gurumu bahwa engkau tidak segan-segan menolong temanmu yg 
>> kesulitan dalam belajar, walau resikonya ditegur oleh gurumu. Bahkan suatu 
>> waktu, nilaimu dikurangi karena dengan ikhlasnya soal ujian temanmu kau 
>> kerjakan dari awal hingga selesai. Ingat nak..betapa marahnya mama ketika 
>> tahu kejadian itu, namun di sisi lain mama melihat sikap rela berkorbanmu yg 
>> begitu tinggi.
>> 
>> Saat kita pindah, dari Jakarta ke Bandung, engkau terlihat sedih karena 
>> harus meninggalkan sahabatmu, namun sekaligus gembira setelah mendengarkan 
>> cerita mama bahwa kelak kamu akan mendapat teman-teman baru dg bahasa yg 
>> tidak biasa, Bahasa Sunda. Ingat Khonsaa' ketika tanpa engkau sadari caramu 
>> dan adikmu berbicara mulai berubah dan menjadi bahan becandaan sepupumu di 
>> jakarta...? Itu membuktikan betapa dirimu mudah bergaul nak. Mama juga 
>> bangga padamu ketika seorang walimurid menceritakan bahwa menurut anaknya, 
>> kamu adalah "the coolest girl in the class" karena wawasanmu yg luas. Dari 
>> masalah gadget, pelajaran, poppin (satu bentuk tarian ), music, 
>> buku-buku..begitu banyak yg kau ketahui nak. Engkau memang canggih nak..! 
>> 
>> Saat teman-teman seusiamu masih belum kenal dunia komputer dan online, kamu 
>> sudah begitu akrab dengan keduanya. Niatmu punya Facebook dan akrab dengan 
>> dunia online engkau ceritakan dalam rangka "jangan mau jadi gaptek". Engkau 
>> buat blog pribadi saat usiamu masih 7tahun. 
>> Padahal, yg engkau lakukan hanya mengamati papamu yg sedang asyik dengan 
>> pekerjaannya. 
>> Sering sekali engkau cerita ke mama hasil brosingmu ke beberapa web hanya 
>> untuk membedakan "akar tunggal dan akar serabut".
>> Kau buktikan, bahwa dunia online seharusnya memang digunakan u hal-hal yang 
>> bermanfaat..
>> 
>> Sebagai mama, banyak sekali kesalahan yg mama perbuat padamu nak, bahkan 
>> tidak terhitung..Kemaraha n yang kadang melampau batas, ketidaksabaran yang 
>> sebenarnya masih sangat bisa ditahan.
>> Ketika mama menangis menyesal bila memarahimu dan adikmu, yang kau ucapkan 
>> hanya "nggak apa-apa ma". Ingat nak, ketika mama menyusui adik-adikmu engkau 
>> berada di dekat mama sambil engkau bertanya "aku dulu nyusu juga ngga ma". 
>> Seketika itu juga mama tidak mampu menahan tangis, sembari berucap "itu 
>> salah satu kebodohan mama nak, maafkan mama krn mama tdk menyusuimu". Mama 
>> ceritakan alasannya bahwa luka yg ada tdk mampu mama tahan. Lagi-lagi engkau 
>> menghibur mama dg berucap "nggak papa ma, yang penting sudah usaha".
>> 
>> Salah satu kesalahan mama terbesar padamu ialah tanggal 13 Desember 2009. 
>> Hanya karena keletihan yang sebenarnya masih bisa mama tahan, mama tidak 
>> menemanimu dan adikmu yg pagi itu semangat sekali ingin berenang, dan memang 
>> itulah tujuan kita menginap di hotel. Mama lebih milih berada di kamar hotel 
>> dan membiarkanmu beserta papa dan kedua adikmu ke kolam renang yg ketika itu 
>> memang ramai. Mba Rahmi dan Mba Siti, yang selama ini membantu mama mengurus 
>> rumah juga ikut menemani kalian. Padahal engkaupun belum terlalu mahir 
>> berenang nak, mama tahu ketakutanmu pada air yang kau coba hilangkan sedikit 
>> demi sedikit.
>> 
>> 30 menit kemudian papamu kembali ke kamar hotel dan, tidak lama telpon pun 
>> berdering memberitahu bahwa engkau tenggelam... !!!
>> 
>> Bagai tersambar petir, mama dan papa langsung menjerit dan lari menuju 
>> kolam, namun engkau sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan 
>> diri.
>> 
>> Sekelebat terlintas rasa marah dan was-was silih berganti..
>> "Mana pool guard yang seharusnya menjaga kolam renang"..hanya itu kalimat 
>> yang mama ucapkan seraya berlari ke arah kolam.
>> 
>> Mama seorang guru renang nak, papamu mahir berenang. Mama bahkan sering 
>> bercerita padamu kejadian-kejadian saat mama menolong beberapa orang yang 
>> hampir tenggelam...
>> 
>> Tapi..
>> 
>> Dimana mama, saat anak mama tenggelam,
>> Mana guru renang yang mahir berenang 4 gaya, dengan murid tak terhitung 
>> jumlahnya..? ?.
>> Mana guru renang yg berkali-kali menolong orang yang bisa saja nyawanya 
>> melayang di kolam renang...??
>> 
>> Mana....??
>> 
>> Allohu akbar..dalam perjalanan menuju rumah sakit di kepala mama yang ada 
>> hanya rasa sesal.. 
>> Inikah teguran atas kesombonganku ya Alloh?" 
>> Sebegitu sombongkah aku hingga Engkau mengujiku seberat ini?
>> 
>> Dan...hari itu Alloh menunjukkan kuasaNya..
>> Mama menemuimu di ruang UGD ketika engkau telah terbujur kaku nak. Seketika 
>> itu dunia terasa gelap, aliran darah seakan terhenti..melihat sesosok tubuh 
>> tertutup kain putih...
>> 
>> Ya Alloh..Ya Robbi..Ya Rohman..Ya Rohim, inilah saatnya Engkau ambil 
>> titipanmu yg pernah Kau tanamkan dalam rahimku. 
>> 
>> Dunia seakan berhenti berputar..rasanya tidak percaya hingga mama liat tanda 
>> lahir di lengan kirimu, bekas luka kecil cacar di hidungmu, tahi lalat di 
>> telingamu dan sekujur badanmu yg mama hafal bentuknya satu persatu karena 
>> kamu anak mama..
>> 
>> Mama segera memeluk jasadmu nak, tanpa berpikir lagi apakah engkau dengar 
>> atau tidak, hanya kata maaf yg mampu mama ucapkan di telingamu. Dada ini 
>> terasa sesak menahan sebuah beban yg terasa seperti sebuah gunung yang 
>> sangat besar. 
>> 
>> Sambil memandikan jenazahmu, mama bisikkan di telingamu bahwa, mama buktikan 
>> kalau mama kuat menerima kepergianmu. Demi mengharap ridho Alloh Azza 
>> Wajalla, mama tahan air mata dan rasa marah yang sebenarnya lebih mudah bila 
>> diledakkan saat itu juga.
>> Demi meyakini akan syahidnya seseorang yang wafat karena tenggelam, mama 
>> tahan emosi mama nak..
>> Demi meyakini, bahwa engkau akan menjadi hijab api neraka bagi orang tuamu 
>> yang kotor ini, mama tahan dorongan ingin menjerit sekeras-kerasnya.
>> 
>> Engkau penuhi janjimu nak..
>> Al Anshoriyah, Engkau gemar menolong saat masih hidup. Dan, engkau tolong 
>> kami dengan kepergianmu.
>> 
>> Banyak sekali janji mama padamu nak, hadiah sepeda BMX bila engkau juara 
>> kelas lagi, jalan-jalan ke dufan dan menaiki semua wahana krn kini engkau 
>> sudah tinggi, latihan renang intensif selama liburan nanti..., bermain hujan 
>> bertiga adikmu, menyambangi sahabat-sahabat dan guru-gurumu di 
>> Jakarta..namun, semua itu tinggal janji...
>> 
>> Engkau tunaikan janjimu...tapi pada siapa mama tunaikan janji-janji mama 
>> nak..?
>> 
>> Cita-cita kami orang tuamu ingin merawat dan mendidikmu hingga dewasa, 
>> digantikan dengan sebuah cita-cita mulia yg tak mampu kami ucapkan, 
>> mengharapkan kita semua bisa bertemu maut dengan kesyahidan. Kau tunaikan 
>> itu semua nak..
>> 
>> Maafkan mamamu nak, yang tidak berada di dekatmu saat-saat terakhir hidupmu. 
>> Walau pedih, mama bersyukur karena telah dipercaya oleh Alloh menerima 
>> amanah seorang gadis kecil yang sangat special di mata setiap orang yang 
>> mengenalnya. 
>> 
>> Janji mama terakhir kalinya padamu anakku, mama akan kuat melepasmu walau 
>> berat. Mama akan merawat kedua adikmu, mama akan menjadi ibu yang jauh lebih 
>> baik dari sebelumnya.
>> 
>> Bantu mama agar kuat nak, walau air mata penyesalan, kesedihan, kerinduan 
>> ingin memelukmu tak mampu mama bendung.
>> Rasa sesal tidak menjadi ibu yang sempurna begitu hebatnya mama rasakan 
>> hingga saat ini.
>> 
>> Semoga Alloh Sang Ilahi Robbi, memaafkan semua kesalahan mama padamu. 
>> 
>> Mama sangat mencintaimu anakku..
>> Mama sangat merindukanmu. .sahabatku. .
>> Mama bangga padamu..guruku. . 
>> Mama akan kuat, demi janji mama padamu..syahidahku!
>> 
>> Selasa, 15 Desember 2009
>> elona melo binti tomela arief
>> mama bagi Khonsaa'-Zainab- Tholhah
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>
> 

________________________________
Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. 
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! 



      

Kirim email ke