Salam Lingkungan,
Saya terpanggil untuk menanggapi Sdr.Fredy P.
Untuk jangka pendek, permasalahan lingkungan dapat juga kita sikapi melalui
promosi tindakan individual yang sederhana dan mulai memberikan penghargaan
secara pribadi terhadap orang yang melakukan hal sekecil apapun yang layak
memperbaiki lingkungan. Misalnya, mengingatkan saudara-saudara terdekat agar
memadamkan lampu jika tidak perlu, hemat penggunaan air, malu dong buang
sampah sembarangan (tidak jarang terlihat ada sampah dilemparkan begitu saja
ke jalan dari mobil mewah dan setengah mewah), hemat penggunaan kendaraan
pribadi (apa boleh buat, sering anggota dpr/dprd bersemangat sekali rapat
untuk mendapatkan fasilitas kendaraan), hargai orang yang mau antri dengan
senyum ringan saja, hargai anak sekolah yang berjalan kaki dengan sekedar
lambaian tangan (jangan sampai dikira ngeledek). Buat warga negara Indonesia
yang sudah pernah ke luar negri (terutama yang menggunakan fasilitas
negara), coba ingat-ingat gaya orang di negara maju.........tolonglah
praktekkan sekali-sekali di negeri ini....paling tidak bersuaralah lewat
media massa......juga kepada para pengelola parkir dan sering saya lihat di
depan kantor-kantor polisi, jangan gunakanlah badan jalan untuk
parkir.....itu kan milik umum, akibat dari arogansi penggunaan badan jalan
ini banyak lho, misalnya....kampas rem kendaraan orang lain yang "tak
berdosa" cepat habis sebelum mencapai usia ekonomis, kopling cepat aus, asap
tambah banyak...dan semakin banyak manusia bertemperamen mendekati binatang
(cepat marah atau meniru perbuatan seperti itu sehingga ada di Jl.Pramuka
suatu lembaga pendidikan yang badan jalan di depannya dijadiin tempat
parkir...alamak)...dan sangat banyak lagi Pak Fredy. Saya setuju
pemberdayaan generasi muda, tapi jika generasi muda ini masih dikelilingi
situasi yang bertentangan dengan tuntutan penanganan lingkungan yang
baik.....maka generasi muda ini hanya menjadi tumpahan akibat perilaku
generasi sebelumnya.......contoh, akibat ulah generasi kemarin (entah siapa
itu), bahkan bayi lahir pun di Indonesia ini sudah berutang jutaan pada
detik dia lahir.........lingkungan yang bagaimanakah yang akan dihuni mereka
nantinya??????? Pak Fredy, mari berjuang bersama-sama....mulai dari yang
paling sederhana...dari diri kita masing-masing.
Salam Lingkungan,
AP Manalu
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: PB List Member <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 02, 2001 7:37 AM
Subject: [PB] Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hukum lingkungan di era
otonomi daerah II {01}
Salam ......
Permasalahan lingkungan di Indonesia saat ini belum mendapat perhatian
yang semestinya. Baik itu masalah pencemaran lingkungan, penebangan, dan
pembakaran hutan, import sampah, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya
yang sudah melewati ambang batas. Padahal dari lingkunganlah sumber
penghidupan manusia. Apa jadinya bila lingkungan kelak sudah hancur (
dihancurkan) oleh manusia sendiri ?
Fokus penyelesaian persoalan lingkungan kita masih sebatas kulit luar.
Karena hanya membahas dampak dari suatu permasalahan dan upaya
minimalisasi pencemaran. Itu pun tidak mencakup seluruh permasalahan
lingkungan.
Di sisi lain peran masyarakat untuk memproteksi lingkungan, menjaga
lingkungan, dan melestarikannya masih pada titik yang rendah. Masyarakat
cenderung menganggap ini adalah urusan pemerintah,LSM lingkungan, atau
pakar lingkungan. Padahal dari sudut pemerintah pun dalam hal ini Hukum
Lingkungan belum memadai dalam penyelesaian persoalan - persoalan
lingkungan.
Oleh karena itu, di era otonomi daerah dalam hal lingkungan hidup sangat
diperlukan pembenahan lingkungan di mulai dari pembenahan sumber daya
manusia, sebab manusialah sumber permasalahan lingkungan itu. Bila moral
dan pandangan masyarakat terhadap lingkungan sudah positif maka
diharapkan permasalahan lingkungan semakin berkurang dan bumi tetap
menjadi tempat yang layak dihuni oleh generasi mendatang.
Berangkat dari realitas ini, diharapkan perbaikan lingkungan dimulai dari
hal yang essensial terlebih dulu, seperti peningkatan sumber daya manusia
diantaranya pemberdayaan generasi muda sebagai pilar kehidupan dimasa
yang akan datang.
hormat saya,
Fredy Peter Simatauw
Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan "YLH" Yogyakarta
http://www.eKilat.com
emailnya Indonesia!
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Posting = [EMAIL PROTECTED]
Berhenti = Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan = Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Administrator = [EMAIL PROTECTED]
Arsip = http://www.mail-archive.com/[email protected]/
FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
Free Email Service @ http://www.themail.com/ref.htm?ref=1281525
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Posting = [EMAIL PROTECTED]
Berhenti = Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Berlangganan = Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Administrator = [EMAIL PROTECTED]
Arsip = http://www.mail-archive.com/[email protected]/
FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
Free Email Service @ http://www.themail.com/ref.htm?ref=1281525
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~