salam lestari juga (semoga)
sekedar sedikit masukan awal...
bisa dimulai dg semacam questioner spt CP yll dari pak toto:
kemudian dg dasar hasil godogan tsb kita bisa sarankan untuk apa & bgmnnya
dan membuat pertanyaan questioner juga ngga gampang lho!
artinya pertanyaan yg nantinya bisa menghasilkan suatu solusi
juga komposisi & kualitas respondenya ikut menentukan:

1.pengetahuan ttg hukum lingkungan yg ada di kita (misal ttg air, udara, B3
dlsb)
2.huk ling apa saja yg terkait dg kegiatan ybs.
3. seberapa jauh implementasi ybs (penerapan aktif) berikut kesadarannya
tentunya.
4. seberapa jauh peran lembaga yg punya hukum lingk tsb dlm penerapannya;
misal penyuluhan; kontrol; pengawasan;pembinaan; warning; sanksi; award
dlsb
5. seberapa jauh institusi tsb  me resume kan kondisi lingkungan daerah nya
berdasarkan fungsi masing2 lembaga/ institusi &koordinasinya; shg dpt
digunakan sebagai tolok ukur & acuan dl kebijakan mendatang.
misal kondisi suatu sungai dari hulu ke hilir dari waktu ke waktu (aliran,
kondisi fisik, kandungan kimiawi; kondisi biologi). jelas dikaitkan dg
kondisi demografi, industrialisasi dlsb.
atau bisa juga kondisi polutan udara yg dominan dari area ybs terutama
dikaitkan dg kegiatan industri.
6. seberapa jauh sinergi  & interaksi antara yg punya hukum lingkungan dan
yg harus menjalankan hukum tsb untuk terciptanya kondisi lestari.
yg jelas faktor UUD masih mendominasi, sbg contoh
1. tahu tidaknya huk lingk.
begitu ada huk lingk baru....langsung seminar ini itu bikin cetak  buku ini
itu...terus paksa orang/perush untuk ikut seminar/beli buku
spy orang mau sadar hukum,
cobalah mulai dg sistem distribusi aturan/huk lingk spt brosur pariwisata
yg bisa diambil gratis .....
misal yg terkait dg real estate...minta via asosiasi nya untuk pasang iklan
sbg biaya cetak untuk huk lingk yg terkait dg real estate...
ya tentunya ngga usah bikin semua jadi satu setebal bantal ttp per paket
aturan seperti brosur paket wisata pulau seribu....khan macam2 pulau...
ada general rules untuk berbagai industri....bisa cetak lebih banyak & bisa
banyak sponsor

2. Kalau point 1 saja pengetahuannya ttg huk ling  masih minus ya jangan
harap penerapan hukumnya akan beres.
atau memang untuk point-point berikutnya (3-6) sengaja diciptakan interaksi
seperti gaya polantas (maaf ya pak polantas yg suka ngumpet) menjebak
kendaraan yg keliru jalan...
sehingga antara yg punya hukum & yg menerapkan hukum sengaja dibuat
interaksi yg spt polisi & pengendara; yg satu nyari salah, yg lain suka
nyrobot mau gampangnya (boro-boro kesadaran & artisipasi aktif).
memang pada akhirnya nanti ada " polisi " ISO 14000, eco labelling, cleaner
production dlsb dan selanjutnya memang yg lebih penting dalam penerapan tsb
adalah ke sadar an  moral duluan bahwa kita adalah bagian dari lingkungan
yg harus ikut berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan...

7. Nach belum lagi dlm era OTDA...yg sekarang lebih menonjol adalah
retribusi dg dalih PAD yg pada akhirnya lebih ke arah ekonomi biaya lebih
tinggi.....ya interaksi kong-kali-kong masih tetap, plus tambahan retribusi
(yg juga bisa di sim salabim) dan diyakini akibatnya ke lingkungan....akan
semakin parah.

maaf...bukan masalh pesimis & optimis ttp inilah realita kita di
Indonesia.....apalagi dg kondisi yg diatas makin ngga karuan.

sbg contoh, kalau kita sbg atasan memberi instruksi untuk melakukan
pembuangan limbah (meski dalam kondisi darurat) yg sebenarnya disadari oleh
anak buah kita bahwa cara tsb adalah tidak benar....
maka saya yakin bahwa besok-besoknya akan sulit bagi kita untuk menekan
anak buah dalam melakukan pengolahan & pengelolaan limbah dg benar...
paling banter jawabannya...lha kemarin bilang spy langsung dibuang aja ngga
apa2
lha sekarang minta diolah dg benar...
lha khan cuman limbah, makin kita olah kan malah makin keluar biaya...
ya buang aja toh juga ngga ada yg tahu (dari petugas pengawas misalnya)
lha emangnya petugas pengawas huk ling harus nongkrongin tiap pabrik
lha kalau setiap perusahan begitu....

saya optimis  pasti lingkungan kita akan rusak

salam, agus


-- 
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Posting  =  [EMAIL PROTECTED]
Berhenti  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator  =  mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip  =  http://www.mail-archive.com/[email protected]/

FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
Free Email Service @ http://www.themail.com/ref.htm?ref=1281525

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Kirim email ke