Republika 16 Juli 2001
Teknologi Perlindungan Tertutup untuk Industri Makanan
Industri makanan yang tumbuh bagai jamur di musim hujan tentu mengundang
berbagai persoalan. Diantara masalah yang kerap muncul adalah terjadinya
kontaminasi mikobiologis pada produk makanan olahan, apakah karena Listeria,
Salmonella, Escheria coli, Clostridium dan lain-lain. Maka diperlukan
teknologi yang tepat dan efektif untuk menanggulangi masalah ini.
Jika bicara soal industri makanan olahan di Indonesia mungkin masih banyak
yang harus diperbaiki. Adalah hal yang positip jika kita mau belajar dengan
negara-negara yang sudah jauh lebih maju. Misalnya dengan salah satu negara
yang memiliki industri makanan yang besar yaitu Prancis.
Saat ini perusahaan-perusahaan Prancis yang bergerak dalam bidang industri
makanan sedang berusaha menciptakan teknologi yang bisa mengatasi pencemaran
makanan lewat udara. Teknologi baru yang sedang dikembangkan ini adalah
'sistem perlindungan tertutup'. Teknologi ini dikembangkan untuk
menggantikan teknologi ruang steril yang memang mahal harganya.
Jika menengok sejenak ke belakang, teknologi ruang steril sebenarnya sudah
dimulai sejak teknologi canggih seperti ruang angkasa, mikroelektronik dan
farmasi mulai muncul pada awal tahun 1990-an. Yang umum dipakai adalah jenis
ISO 7 atau ISO 8 dalam ruangan. Ini berfungsi untuk pemotongan, pembotolan
serta area pengemasan.
Namun teknologi ini memunculkan masalah besar karena beratnya biaya.
Bayangkan saja, dibutuhkan paling tidak 40 persen dari anggaran investasi
hanya untuk pemasangan alat-alat ini.
"Jadi ada tiga katagori perlengkapan yang diperlukan untuk pemasangan ruang
steril secara permanen yaitu sistem pengolahan udara, sistem perputaran
udara serta alat tertentu yang dapat mengklasifikasikan ruangan tersebut
sebagai ruang steril," ungkap Bernard Gaffet, Ketua Asosiasi Pencegahan dan
Penelitian Kontaminasi (ASPEC) dalam press release French Technology Press
Office.
Pascal Coffinier, seorang ahli kontaminasi udara di Prancis menyatakan bahwa
teknologi ruang steril ini tidaklah efektif. "Pada dasarnya ada tiga kendala
dalam teknologi ini," ungkapnya.
Pertama, tingginya laju produksi serta banyaknya keterlibatan manusia yang
dapat mengganggu ventilasi di ruang steril. Kedua, faktor kelembaban yang
dapat merusak peralatan yang ada seperti unit perawatan, filter dan berbagai
tabung serta saluran. Ketiga, harga peralatan yang mahal, yaitu antara 8000
Fr (Rp 12 juta) sampai 900.000 Fr (Rp 1,35 miliar) per meternya.
Maka mulailah para peneliti di sana mencari teknologi yang lebih baik yang
akhirnya memunculkan sistem close protection ini. Teknologi ini sekarang
sedang dikembangkan oleh sembilan perusahaan yang tergabung di dalam tujuh
kelompok industri makanan Prancis. Penelitian dilakukan bekerjasama dengan
Departemen Pertanian, Industri dan Penelitian Prancis.
Sejauh ini, penelitian ini telah menghabiskan dana sekitar 108 juta Fr (Rp
162 triliun). Dana yang sangat besar untuk menghasilkan teknologi yang bisa
melindungi konsumen dari terkontaminasinya produk hasil industri makanan di
Prancis.
Secara sederhana, alat yang dimaksud dengan sistem ruang tertutup ini
sebenarnya sekedar saluran yang terbuat dari bahan tekstil. Namun secara
teknik alat ini dilengkapi dengan tirai transparan yang fleksibel. Jadi
intinya adalah suatu sistem conveyor yang dilengkapi pelindung tertutup
melalui saluran yang terbuat dari tekstil.
Sistem ini mampu menghasilkan aliran udara vertikal satu arah yang terdiri
dari tiupan udara lambat (0,3 sampai 0,5 m/s) yang dikelilingi oleh tiupan
udara cepat (0,8 sampai 1 m/s). Ini akan menghambat masuknya udara tercemar
yang berasal dari wilayah produksi ke dalam conveyor produk makanan.
"Cara itu juga dapat mengurangi tingkat laju unit pengolahan udara sebesar
41 persen dan pendinginan udara sebesar 32,5 persen. Dengan alat ini
penghematan biaya mencapai 30 persen jika dibandingkan dengan sistem ruang
steril," ungkap Pascal Jaluzot, manajer properti industri UNIR (Ultraclean,
Nutrition, Industry, Research). mag
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DANA MITRA LINGKUNGAN {Friends of the Environment Fund}
Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati, Blok B1/12
Jl. RS. Fatmawati 39, Jakarta 12150 - INDONESIA
Telp. : (62-21) 724 8884, 724 8885 | Fax. : (62-21) 724 8883
Email : [EMAIL PROTECTED] | URL# http://www.dml.or.id
FORLINK @ http://forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Bursa Limbah @ http://w2p.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://forumkmb.dml.or.id
Join Milis PB, kirim email ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
--
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Posting = [EMAIL PROTECTED]
Berhenti = Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan = Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator = mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip = http://www.mail-archive.com/[email protected]/
FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~