Setuju banget ! Contohlah Alpha Supermaket (bukan harganya lho), yang
tidak menyediakan kemasan tambahan, tetapi menyediakan kardus bekas
kemasan gratis (ambil sendiri) yang lebih ramah lingkungan daripada
kantong plastik !

JD

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Sunday, September 16, 2001 12:16 AM
To: PB List Member
Subject: [PB] Membuat Sampah Lebih Berarti {02}



mengapa harus pemerintah /selalu diminta campur tangan terlalu dalam...
dikit-dikit pemerintah.....
wong pemerintahnya sendiri juga lagi banyak masalah yg belum tuntas...
cobalah dimulai peran diri sendiri saja yg lebih dominan dibanding
intervensi pemerintah...
Cleaner production....
ambil contoh, bila kita belanja di supermarket....
brp banyak kantung plastik yg kita bawa pulang (terutama yg berasal dari
supermarket sendiri)?
di LN, bila kita belanja, lorry kita ambil dari dekat parkir sampai
nanti
juga kita bawa lagi mendekat ke mobil (spt di carefour cempaka
putih/mas)...dan dari rumah si pembelanja selalu sedia tempat khusus
atau
kardus untuk tempat belanjaan di mobil spy tidak berserakan...
bila kita butuh kemasan sekunder untuk bawa, spt kantung plastik...ya
bayar
(spt awal krismon dimana dollar mendekati 20 ribu)...
coba sekarang bila diaplikasikan di Indonesia...
kita sebagai konsumen akan marah bin ngomel, pihak supermaket merasa
tidak
memberi servis dg baik, meski lingkungan akan menerima beban lebih
banyak,
produksi plastik meningkat, sumber daya alam untuk membuat plastik
(minyak
bumi) makin terkuras untuk hal yg sebenarnya tidak perlu....Siapa yg mau
mempelopori? Pionir atau korban? atau tunggu dollar 15 ribu lagi baru
hemat
pemakaian plastik!
Ada bbrp kiat yg bisa diaplikasikan, terutama bila menyangkut urusan
ekonomis?
Sbg gambaran, pihak supermarket pasti punya data, brp budget untuk
pembelian kemasan sekunder tsb selama sebulan....dibandingkan omset
penjualan....
Pasti & memang tidak banyak atau bahkan sangat kecil...
Ttp coba berikan insentif dlm bentuk pilihan....bila pembeli tdk
menggunakan kemasan sekunder...maka setiap pembelian senilai...Rp.xyz
akan
diberi potongan atau voucher atau produk senilai Rp a....Yg pakai /
minta
kemasan sekunder ya tentunya ngga dapat insentif .... (malah mungkin
nantinya bayar)
cobalah diimplementasikan & dievaluasi selama bbrp bulan, sambil
diberikan
suatu introduksi bahwa bukan nilai Rp a yg lebih penting...ttp
kepedulian
konsumen yg benar2 patut diacungi jempol...., pujilah bukan in term
ofmoney
but another value, prestise, punya klas tersendiri...dlsb

Sama halnya dg sosialisasi produksi & penggunaan kompos!
Secara aplikatif ongkos produksi kompos relatif cukup murah, hanya
berkisar
Rp 200 - 300 per kg atau bisa lebih ditekan lagi bila bahan bakunya
relatif
dekat & waktu proses lebih cepat (bandingkan dg harga kompos, lokal
maupun
impor di carefour, atau ditukang taman pinggir jalan), dan semua orang
tahu
bahwa penggunaan kompos amat bermanfaat....Ttp bgmn kenyataannya?
masih jauh dari memasyarakat! Bgmn sosialisasinya spy produsen kompos
cukup
antusias memproduksi krn adanya potensi market....& ramah lingkungan.
atau masyarakat memilih sampah yg bisa dikomposkan (sendiri) &
memakainya
(sendiri), bukan karena masalah ngirit ttp higher klas...golongan peduli
lingkungan....
Saya ikut menunggu krn saya juga sedang mengembangkan pemanfaatan
buangan
sebuk gergaji sbg bahan baku kompos, menggunakan ragi pengembangan
sendiri, dg estimasi produksi ~ 1 - 2 ribu ton per th....
Siapa yg berminat untuk mengaplikasikannya, terutama untuk reklamasi
lahan
tandus, untuk penghijauan...go green istilah kerennya...
siapa tahu bbrp perusahaan besar yg berkaitan dg plastik tadi atau
siapapun
& lembaga/ institusi lain dapat ikut partisipasi...dari pada beriklan
spt
yg biasanya & pada umumnya, ditawarkan untuk  langsung aplikasi,
penghijauan....tanpa publikasi yang wah.

salam, agus


--  
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Posting  =  [EMAIL PROTECTED]
Berhenti  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator  =  mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip  =  http://www.mail-archive.com/[email protected]/

FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~


--  
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Posting  =  [EMAIL PROTECTED]
Berhenti  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator  =  mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip  =  http://www.mail-archive.com/[email protected]/

FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Kirim email ke