29 Apr 2002 - 11:12
Kabupaten Madiun Terancam Rawan Air Lima Tahun Mendatang

Dalam waktu lima tahun mendatang, Kabupaten Madiun diprediksi bakal kekurangan air. Selain minim sumber air, saat ini debit air di sumur pompa di wilayah ini menurun drastis. Bupati Madiun H Djunaedi Mahendra SH MSi mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut paling sedikit daerahnya memerlukan 210 unit sumur pompa dalam.

''Jika kita cermati keberadaan sumur pompa pantek (dangkal--red) yang selama ini digunakan oleh para petani untuk mengairi sawahnya, debitnya sudah mulai menurun drastis,'' kata bupati, usai meresmikan sumur pompa dalam di Desa Gandul, Kecamatan Pilangkenceng, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan bahwa keberadaan 2.800 unit sumur pantek tersebut, selain debitnya sudah mulai berkurang juga mempengaruhi keberadaan sumur-sumur penduduk. Kini, lanjutnya, setiap musim kemarau tiba sumur-sumur penduduk, baik sumur gali maupun sumur bor, mengering.

Ribuan sumur pantek bertenaga diesel dengan kapasitas kecil tersebut, menurut Djunaedi, memang perlu diganti dengan sumur pompa dalam dengan tenaga serupa yang kapasitas atau tenaganya lebih besar lagi. Dikatakan, 2.800 unit sumur pantek itu setara dengan 210 sumur pompa dalam.

''Namun untuk mengganti semuanya secara serentak jelas tidak memungkinkan,'' ujarnya. Kendala utamanya, menurut dia, adalah masalah dana. Dikatakan, 1 unit sumur pompa air dalam beserta jaringan pipanya, minimal menelan dana Rp 500 juta.

Karena itulah, tambah Djunaidi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mencoba mengatasinya secara bertahap. Pada tahun anggaran 2000, telah dibangun 2 unit. Tahun 2001, dibangun 8 unit. Sedangkan tahun anggaran 2002 ini direncanakan akan dibangun 30 unit sumur dalam.

Upaya ini dilakukan, demi mempertahankan status Kabupaten Madiun sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur bagian barat. Sampai saat ini, sambungnya, Kabupaten Madiun per tahun mengalami surplus gabah 140 ribu ton. Surplus ini selanjutnya dikirimkan ke daerah lain.

Meski demikian, ia mengakui bahwa petani sampai saat ini selalu dalam posisi yang lemah. Saat proses produksi misalnya, mereka dihadapkan pada kelangkaan air, kesulitan bibit, pupuk dan obat-obatan. Demikian pula, pasca panen, mereka mengalami kesulitan memasarkan sehingga dipermainkan tengkulak.

''Sehingga proyek sumur dalam ini, kata Djunaedi, salah satu fungsinya adalah untuk membantu para petani agar tidak kesulitan air,'' paparnya. Dikatakan, selain di Desa Gandul juga diresmikan 7 sumur lainnya, yakni di Desa Bulu, Pilangkenceng, Munggut, Sirapan, Kincang Wetan dan Sangen. Penempatan sumur dalam ini, lanjutnya, dipilih di desa-desa yang masih produktif, namun sering mengalami kekurangan air. ''Mengingat dananya yang sangat besar, sehingga tidak mungkin dibebankan pada petani. Dalam hal ini pemkab yang membangun sarananya, sedangkan petani sebagai pengelolanya,'' jelasnya.

Selain terancam kekurangan air, wilayah pertanian di Kabupaten Madiun juga terancam kekurangan tenaga kerja. Saat ini, katanya, banyak tenaga kerja di sektor pertanian yang meninggalkan desanya untuk mencari pekerjaan ke kota.

''Saat ini untuk mencari tenaga kerja di sektor pertanian di desa-desa sudah mulai sulit. Pada musim tanam maupun musim panen, kita terpaksa mendatangkan tenaga dari daerah lain,'' ungkap bupati.

Dalam acara peresmian 8 sumur pompa dalam di Desa Gandul itu, bupati menyerahkan sejumlah bantuan. Ratusan macam bantuan senilai Rp 3,2 miliar diserahkan pada warganya, termasuk pada 100 kepala desa yang memasuki purna tugas. (FAI/REPUBLIKA)

 
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DANA MITRA LINGKUNGAN {Friends of the Environment Fund}
Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati, Blok B1/12
Jl. RS. Fatmawati 39, Jakarta 12150 - INDONESIA
Telp. : (62-21) 724 8884, 724 8885 | Fax. : (62-21) 724 8883
Email : [EMAIL PROTECTED] | URL# http://www.dml.or.id
 
Konperensi ke 4 APRCP @ http://aprcp.dml.or.id
FORLINK @ http://forlink.dml.or.id
Bursa Limbah @ http://w2p.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://forumkmb.dml.or.id
Join Milis PB, kirim email ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

--
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Posting  =  [EMAIL PROTECTED]
Berhenti  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan  =  Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator  =  mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip  =  http://www.mail-archive.com/[email protected]/

FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke