Untuk berita Mendaur Ulang Lumpur Minyak Menjadi Minyak (Kompas, 8 Juni 2002), yang dikatakan hal baru di Indonesia, adalah sangat tidak akurat, apalagi disampaikan oleh salah satu Deputy Menteri Negara LH, mestinya di cross-check dulu ke Pertamina atau perusahaan minyak lainnya. Conoco pernah menggunakan teknologi oil recovery ini tahun 1996, waktu itu dengan 3i dari California melalui PT. Jalamas, Jakarta. Teknologi ini juga pernah di pakai oleh Pertamina Plumpang tahun 1995.  Namun kurang efektif, karena begitu ada alat yang rusak, komponennya tdk. dijual di Indonesia, sehingga harus menunggu sekitar 1 minggu.  Selain itu remaining solid sisa recovery ternyata masih mengandung oil lebih dari 15%, sehingga remaining solid tersebut tetap harus dikirim ke PPLI, kaena teknik Bioremediasi belum diapproved Kantor Meneg LH.  Selain itu biaya per tonnya cukup mahal.  Dari hasil kalkulasi biaya, lebih murah kalau langsung dikirim ke PPLI (ini bukan promosi). Selain itu minyak yang direcovery tetap milik Pertamina, sehingga harus return to Pertamina (wah ini akan merepotkan) kalau kita beroperasi di daerah remote.  Fasilitas yang lebih modern sekarang telah dibangun di Pulau Karimun, dekat Batam oleh Clean Seas, remaining solidnya nyaris tidak berminyak, sehingga bisa dibikin batako atau paving block, tapi sekali lagi harga yang masih mahal, yaitu sekitar 500 Dollar Singapur per tonnya, exclude transportation.  Singapura punya fasilitas serupa di Pulau Sebarok, demikian juga dengan kota Hongkong.
 
Terima kasih,
Sugiarto
-----Original Message-----
From: Magyartoto Tersiawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 12 Juni 2002 10:55
To: PB List Member
Subject: [PB] info daur ulang {01}

PB milist member,
 
ada informasi berharga tentang daur ulang limbah, semoga berguna.
 
Toto
 
 
 
Sampah Bisa Jadi Berharga di Tangan Dita
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4218
Modal awalnya cuma peduli, tapi lama-lama bisa bikin kompor dengan bahan bakar sampah. Lho, gimana ceritanya? Ini dia kisah menarik seorang dara, yang karena kepeduliannya terhadap sampah, kemudian membuat kompor dengan bahan bakar briket dari sampah.

Akhir Mei lalu, Margaretha Dita Pravitasari (19) mendemostrasikan dan memperkenalkan kompornya di Auditorium Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta Pusat. Dita berharap kompor dengan bahan bakar briket sampah buatannya ini bisa berguna bagi masyarakat yang kesulitan membeli bahan bakar minyak tanah. Selain murah, briket sampah ini juga ramah lingkungan.
(Suara Pembaruan, 2002-06-09)
 
Mendaur Ulang Lumpur Minyak Menjadi Minyak
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4215
SEJAK eksploitasi minyak bumi dilaksanakan di Indonesia, produk sampingan kegiatan ini yang berupa sludge atau lumpur minyak belum pernah ditangani. Padahal, lumpur yang mengandung berbagai logam berat ini bila menumpuk di permukaan tanah, cairannya dapat merembes ke tanah dan mencemari sumber air tanah.

Salah satu contohnya adalah kasus pencemaran limbah bahan beracun berbahaya (B3) dari penambangan minyak di Tarakan, Kalimantan Timur, yang dilaporkan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup tahun lalu. Hingga tahun 2001, seperti diungkapkan Masnellyarti Hilman dari Kantor Kementerian Negera Lingkungan Hidup (KLH), telah terjadi minimal tiga kasus pencemaran sludge, dua lainnya di Riau dan Sorong (Papua).
(Kompas, 2002-06-08)


Daur Ulang Ban Mobil Bekas
http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4213
Untuk Pembangkit Listrik

Setiap tahun, hampir sekitar 300 juta ban mobil bekas dibuang di Amerika. Belum lagi di negara-negara Eropa yang diperkirakan bisa lebih dari 200 juta ban mobil bekas tiap tahunnya dibuang percuma. Namun, ban mobil bekas ini ternyata bisa didaur ulang untuk menghasilkan energi listrik .

Ban mobil bekas ini mengandung karet, karbon dan unsure kima lainnya yang amat berbahaya bila dibakar begitu saja. Selain merusak pemandangan ia juga menimbulkan polusi udara bila dibakar.
(Metro Banjar, 2002-02-19
 
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DANA MITRA LINGKUNGAN {Friends of the Environment Fund}
Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati, Blok B1/12
Jl. RS. Fatmawati 39, Jakarta 12150 - INDONESIA
Telp. : (62-21) 724 8884, 724 8885 | Fax. : (62-21) 724 8883
Email : [EMAIL PROTECTED] | URL# http://www.dml.or.id
 
Konperensi ke 4 APRCP @ http://aprcp.dml.or.id
FORLINK @ http://forlink.dml.or.id
Bursa Limbah @ http://w2p.dml.or.id
Forum KMB Indonesia @ http://forumkmb.dml.or.id
Join Milis PB, kirim email ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
--  
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Posting  [EMAIL PROTECTED]
Berhenti  =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan  =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator  =mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip  =http://www.mail-archive.com/[email protected]/

FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke