|
Dear Pak Ali
Hasyim,
Bulan Agustus lalu, kami dari
Asosiasi Industri Migas - Komite Lingkungan Hidup (IPA-EAC) bersama tim dari
Kantor Meneg LH dan Expert Bioremediasi dari ITB, mengadakan workshop di Bandung
untuk menyusun draft SK Meneg LH untuk Bioremediasi. Semoga saja SK
tersebut segera ditanda-tangani oleh Meneg LH, sehingga teknik bioremediasi bisa
diterapkan di Indonesia.
Salam,
Sugiarto
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 13, 2002 12:33
AM
Subject: [PB] info daur ulang
{02}
Untuk berita Mendaur Ulang Lumpur Minyak Menjadi
Minyak (Kompas, 8 Juni 2002), yang dikatakan hal baru di Indonesia, adalah
sangat tidak akurat, apalagi disampaikan oleh salah satu Deputy Menteri
Negara LH, mestinya di cross-check dulu ke Pertamina atau perusahaan minyak
lainnya. Conoco pernah menggunakan teknologi oil recovery ini tahun 1996,
waktu itu dengan 3i dari California melalui PT. Jalamas, Jakarta. Teknologi
ini juga pernah di pakai oleh Pertamina Plumpang tahun 1995. Namun
kurang efektif, karena begitu ada alat yang rusak, komponennya tdk.
dijual di Indonesia, sehingga harus menunggu sekitar 1 minggu. Selain
itu remaining solid sisa recovery ternyata masih mengandung oil lebih dari
15%, sehingga remaining solid tersebut tetap harus dikirim ke PPLI, kaena
teknik Bioremediasi belum diapproved Kantor Meneg LH. Selain itu biaya
per tonnya cukup mahal. Dari hasil kalkulasi biaya, lebih murah kalau
langsung dikirim ke PPLI (ini bukan promosi). Selain itu minyak yang
direcovery tetap milik Pertamina, sehingga harus return to Pertamina (wah
ini akan merepotkan) kalau kita beroperasi di daerah remote. Fasilitas
yang lebih modern sekarang telah dibangun di Pulau Karimun, dekat Batam oleh
Clean Seas, remaining solidnya nyaris tidak berminyak, sehingga bisa dibikin
batako atau paving block, tapi sekali lagi harga yang masih mahal, yaitu
sekitar 500 Dollar Singapur per tonnya, exclude transportation.
Singapura punya fasilitas serupa di Pulau Sebarok, demikian juga dengan kota
Hongkong.
Terima kasih,
Sugiarto
PB milist member,
ada informasi berharga tentang daur ulang
limbah, semoga berguna.
Toto
Sampah Bisa Jadi Berharga di Tangan
Dita http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4218 Modal
awalnya cuma peduli, tapi lama-lama bisa bikin kompor dengan bahan bakar
sampah. Lho, gimana ceritanya? Ini dia kisah menarik seorang dara, yang
karena kepeduliannya terhadap sampah, kemudian membuat kompor dengan bahan
bakar briket dari sampah.
Akhir Mei lalu, Margaretha Dita
Pravitasari (19) mendemostrasikan dan memperkenalkan kompornya di
Auditorium Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jakarta Pusat. Dita berharap
kompor dengan bahan bakar briket sampah buatannya ini bisa berguna bagi
masyarakat yang kesulitan membeli bahan bakar minyak tanah. Selain murah,
briket sampah ini juga ramah lingkungan. (Suara Pembaruan,
2002-06-09)
Mendaur Ulang Lumpur Minyak Menjadi
Minyak http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4215 SEJAK
eksploitasi minyak bumi dilaksanakan di Indonesia, produk sampingan
kegiatan ini yang berupa sludge atau lumpur minyak belum pernah ditangani.
Padahal, lumpur yang mengandung berbagai logam berat ini bila menumpuk di
permukaan tanah, cairannya dapat merembes ke tanah dan mencemari sumber
air tanah.
Salah satu contohnya adalah kasus pencemaran limbah
bahan beracun berbahaya (B3) dari penambangan minyak di Tarakan,
Kalimantan Timur, yang dilaporkan kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup
tahun lalu. Hingga tahun 2001, seperti diungkapkan Masnellyarti Hilman
dari Kantor Kementerian Negera Lingkungan Hidup (KLH), telah terjadi
minimal tiga kasus pencemaran sludge, dua lainnya di Riau dan Sorong
(Papua). (Kompas, 2002-06-08)
Daur Ulang Ban Mobil
Bekas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4213 Untuk
Pembangkit Listrik
Setiap tahun, hampir sekitar 300 juta ban mobil
bekas dibuang di Amerika. Belum lagi di negara-negara Eropa yang
diperkirakan bisa lebih dari 200 juta ban mobil bekas tiap tahunnya
dibuang percuma. Namun, ban mobil bekas ini ternyata bisa didaur ulang
untuk menghasilkan energi listrik .
Ban mobil bekas ini mengandung
karet, karbon dan unsure kima lainnya yang amat berbahaya bila dibakar
begitu saja. Selain merusak pemandangan ia juga menimbulkan polusi udara
bila dibakar. (Metro Banjar, 2002-02-19
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ DANA
MITRA LINGKUNGAN {Friends of the Environment Fund} Pusat Niaga Duta Mas
Fatmawati, Blok B1/12 Jl. RS. Fatmawati 39, Jakarta 12150 -
INDONESIA Telp. : (62-21) 724 8884, 724 8885 | Fax. : (62-21) 724
8883 Email : [EMAIL PROTECTED] | URL#
http://www.dml.or.id
--
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Posting [EMAIL PROTECTED]
Berhenti =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator =mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip =http://www.mail-archive.com/[email protected]/
FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
--
~~~~~~ PRODUKSI BERSIH (PB) MAILING LIST ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Posting [EMAIL PROTECTED]
Berhenti =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berlangganan =Kirim Email kosong ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
Administrator =mailto:[EMAIL PROTECTED]
Arsip =http://www.mail-archive.com/[email protected]/
FORLINK @ http://www.forlink.dml.or.id
Environmental News @ http://forlink.dml.or.id/e-news/
Forum KMB Indonesia @ http://www.forumkmb.dml.or.id
Bursa Limbah Indonesia @ http://www.w2p.dml.or.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
|