|
----- Original Message -----
From: Eka Winata,
Ir.
Sent: Monday, June 21, 2004 7:07 PM
Subject: Fw: Incinerator ? Re: [Lingk] Digest Number
1485 > Komentar dikit ah ... bolehkan? > Mau jualan produkt kok mencak-mencak nggak karuan, ya ... yang mau beli > ngggak jadi beli dong ;-) Apalagi nggak yakin kalau produktnya lebih bagus. > Saya nggak tahu ilmu marketing, tapi sepertinya nggak kayak gitu deh ... > GreenPeace memang "garang", tapi kalau nggak garang, bukan greenpeace > namanya;-) tapi kalau mau jualan produk, ya jangan garang begitu dong. > Sorry, hanya mengingatkan, semoga nggak marah jika diingatkan, walau dari > anak kecilpun. Lhah....menjawab pertanyaan koq
dibilang mencak-mencak yaah ?
kakak yang kecil-kecil cabe
rawit; ...kalau boleh memperkenalkan diri ...
kami memang bukan based dimarketing
... tapi sementara ini kami baru
saja meyajikan menyajikan fakta
/ artikel sesuai yang diminta para pakar
INCINERATOR.... supaya.... kesannya
bukan seperti politikus yang
janji bo'ong ...tanpa didukung
...program / kenyataan yang jelas.
Yah.... masa yang begitu dibilang
garang sih ???
Seperti itu lhoh iklan ROKOK itu
berbahaya bagi kesehatan; ...kanker...dst..!
tapi.... terserah bagi yang mau
merokok.... resikonya tanggung sendiri ...:)
Nah.... kita bilang.... Incinerator
itu ..resikonya DIOXIN ....Hg / Cr / Cd ....!
kalo ada yang mau pake incinerator
siih terserah.... kita khan tidak se-garang
green peace yang DEMO dan menuntut
supaya incinerator di shut down .
Yang kedua kita menyampaikan bahwa :
SUDAH ADA teknology alternatif
buat pengolahan limbah.... salah
satunya (bukan satu-satunya) bernama :
Metoda THERMAL DESORPTION =>
...dan LoTUS kami dibuat berdasarkan
LTTD => Low
Temperature Thermal Desorption < 350 o Celcius
!
Bagi yang berminat.... kami akan
beri informasi lanjutan... atawa bisa cari sendiri
di Internet.... karena , ...
informasi tentang hal ini bukan rahasia lagi !
>
> Saya cuma nanya, maklum anak kecil yang nggak tahu banyak, boleh nanya kan? > Pertanyaan saya sepele saja. Yang ringan-ringan saja, dan yang serius, > bukan " yang ringan-ringan saja, dan yang lucu" ;-) seandainya incinerator tidak > boleh dibangun. Kira-kira sampah yang menggunung mau diapakan? Apakah > teknologi-teknologi alternativ sudah siap menyelesaikan permasalahan sampah > yang ada? Berikutnya. Ketika Pak Eka, Mas Edo, (atau siapa lagi dibelakang email > HMP), menolak total incinerator karena efek lingkungan yang ditimbulkan, > terutama emisi bahan-bahan yang berbahaya (dan terutama diwakili oleh yang > namanya dioxin), apakah Bapak,Mas, (atau siapa
saja dibelakang email HMP)
> sudah pernah mengkaji efek lingkungan lainnya
dari solusi alternatif? Bisa jadi
> efeknya malah lebih parah daripada yang disebabkan oleh incinerator. ...Weelleeh...welleeh.,...
siapa yang bilang incinerator tidak boleh dibangun....
kami tidak punya wewenang untuk
berkata demikian..... yang benar adalah
INCINERATOR yang tidak diawasi
dengan benar...resikonya BERBAHAYA.
....boloh donk...mengingatkan
resikonya.... supaya incinerator itu dibangun
dengan konsep operasional yang BAIK
& BENAR.
contoh : Bungee Jumping /
terjun Payung Resikonya sangat berbahaya...
kalo jatoh.... wah... bisa jadi
tempe bongkrek yang di uleg.!.... tetapi...
karena sudah tahu resikonya
...persiapan para atlitnya jadi super ketat.
Dan secara statistik
dibandingkan dengan Lompat Karet ...yang banyak
dimaenin anak-anak kecil di kampung
saya.... ternyata... lebih banyak orang
yang benjol gara-gara jatoh waktu
maen lompat karet yang tidak berbahaya.
> Kelihatan awal, memang incinerator
mengeluarkan emisi gas, dan disitu boleh
> jadi mengandung dioxin dan teman-temannya. Anak kecil seperti saya juga > tahu, kalau pembakaran akan mengeluarkan asap. Tapi kita tidak pernah > melihat aliran leachate yang meresap dan mencemari air tanah. Pernah > mendengan kajian efek yang ditimbulkan oleh sebuah landfill? Apalagi "land > fill"nya Indonesia, pasti lebih ngeri .... Logika saya ringan saja, kalau > incinerator nggak boleh, dan teknologi alternativ belum bisa menangani > semuanya, ya larinya kan ke "land fill". Atau juga dibakar di tempat > penampungan deket perumahan dan deket pasar .... ya sama aja boong Pak!, > balik-baliknya ke "land fill" atau "incinerator kecil-kecilan" di semua > tempt, dan ini justru tidak pernah bisa dikendalikan efek lingkungannya. > Tul nggak Pak Eka, tul nggak Mas Edo, (atau siapa lagi dibelakang email HMP) Nah itu dia.... betul sekali....
INCINERATOR di Indonesia ...tidak lebih dari
teknology kecil-kecilan ...untuk
bikin api unggun dari tumpukan sampah...
tanpa pengawasan / pengujian efek
emisinya pada lingkungan !
....PERATURANNYA sudah ADA;.....
mungkin alat ujinya juga sudah ada.... tapi....
yang tidak ada adalah NIAT
untuk memeriksa / menguji sesuai standart operational
yang telah ditetapkan..... tanpa di
UJI.... siapa yang bisa menilai HASIL-nya ?
Teknology pengolahan limbah khan
bukan cuma Land Fill & Dibakar doank ???
Bisa di-Rebus; Bisa Di-Goreng; Bisa
Di-Kukus..... tergantung bahan limbahnya...!
Secara analisis kimia kita bisa
menetapkan dahulu bahan-bahan yang menjadi limbah.
..... mungkin dengan
reaksi kimia Asam-Basa saja material itu bisa
diuraikan
menjadi Endapan Garam netral yang
tidak berbahaya.... atau juga bisa dengan
Bio-remediasi.... (Bukan sekedar
Land Fill seperti di Bantar Gebang ).
Yang kami anjurkan... adalah
DISIPLIN untuk segregasi / memilah-milah
limbah berdasarkan jenis materialnya.... supaya kita bisa memilih metoda yang paling OPTIMAL untuk mengolahnya.... Mungkin, Incineratorlah yang membudayakan kita untuk MALAS memisahkan.... BAKAR HABIS saja ! ... seperti Jasad orang mati : pilihannya Dikubur / Dibakar ??? > Berikutnya. Ketika Pak Eka, Mas Edo, (atau
siapa lagi dibelakang email HMP),
> menolak total incinerator karena efek lingkungan yang ditimbulkan, terutama > emisi bahan-bahan yang berbahaya (dan terutama diwakili oleh yang namanya > dioxin), apakah Bapak,Mas, (atau siapa saja dibelakang email HMP) sudah > pernah mengkaji efek lingkungan yang sama yang disebabkan oleh aplikasi > "teknologi lainnya" dalam keseharian kita di Indonesia? Sebut saja Bis kota > yang asapnya tebel sedemikian rupa dan membawa
serta produkt samping dari
> pembakaran. > Kalau Bapak/Mas/Mbak HMP mengkritik habis
incinerator karena efek
> lingkungan yang ditimbulkannya, ya harusnya
kritik habis juga tuh pabrik-pabrik,
> kendaraan-kendaraan, dll yang menyebabkan
emisi yang sama atau lebih parah
> dari incinerator. Kecuali kalau memang mau
jualan teknologi alternatif dari incinerator,
> di mana kalau incinerator "laku", maka
produknya nggak laku.
> Lebih banyak hal yang tidak
dijual... dalam pernyataan INCINERATOR berbahaya.
dari pada.... menyatakan....
Teknology kami No1 ...lebih baik dari Incinerator !
Kami juga merasa masih sebagai anak
kecil... yang belum layak jadi anggota DPRD
dimana.... tidak punya hak untuk
study banding ke luar negri untuk sekedar melihat
lihat teknology alternatif
incinerator. Karena itu, mohon maklum jika kiranya
pendapat
kami berkesan seperti katak dalam
tempurung (didalam tempurungnya ada internet lhoh).
Terima kasih...kalau ternyata produk
kami nantinya laku di pasaran ...bukan karena
kami satu-satunya supplier NON
- INCINERATOR.... .( Undang undang anti monopoli).
.... Justru dengan wacana ini kami
berusaha mengundang orang-orang CERDAS
yang bisa memikirkan metoda
alternatif lain ... atawa... menguji metoda LoTUS
dengan berbagai jenis limbah ...
sehingga kami bisa lebih SADAR akan keterbatasan
kami.... dan setiap Uji Coba akan
menunjukkan kekurangan kami yang berguna
bagi perbaikan produk kami... dimasa
depan ... (Prinsip R&D ..bukan marketing ).
> > Itu saja komentar dan pertanyaan saya,
mohon maaf, saya hanya anak kecil,
> > jadi jangan dimarahin ya .. hehehe. Kalau masih dimarahin, nanti kalau > saya sudah besar, nggak berani datang ke toko Bapak/Mas/MBak, apalagi untuk > beli barang Bapak/Mas/MBak HMP. > > > > Ma kasih ... daaaaa ... > > > > Terima kasih banyak atas ...komentar
& Pertanyaannya.....
Kadang-kadang jadi anak kecil
itu lebih baik daripada orang Dewasa
karena ...orang Dewasa cenderung
memanfaatkan keahliannya untuk
membohongi Anak
Kecil.......
Sepertinya ...saya waktu kecil lebih
suka dimarahi (dididik) daripada
dibo'ongin ....... karena marah yang
benar itu menunjukkan kasih sayang
sedangkan Bohong yang benar (White
Lies) adalah mencari-cari alasan
untuk membenarkan tindakan yang
SALAH !!!
Regards
Eka
|
_______________________________________________ Pb mailing list [EMAIL PROTECTED] http://dml.or.id/mailman/listinfo/pb_dml.or.id
