DPRD dan BLH Kukar Temukan Bekas Tanggul yang Jebol tribun kaltim/basir daud Banjir di RT 23 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Foto diambil Jumat (2/4/2010) Sabtu, 3 April 2010 | 17:02 WITA
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud http://www.tribunkaltim.co.id//read/artikel/53576 TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Menyusul banjir yang menggenangi ribuan rumah di sembilan RT di Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong Kukar yang diduga disebabkan tanggul air dua perusahaan tambang yang jebol, Komisi I DPRD Kukar bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua perusahaan tambang PTTH dan PTMHU, Sabtu (3/4/2010). Anggota Komisi I DPRD Baharuddin Demu menyatakan, hasil sidak di dua perusahaan itu menjawab tudingan masyarakat terhadap penyebab banjir. Hampir bisa dipastikan kata Demu, dugaan tanggul kolam penampungan air perusahaan tambang jebol itu benar. (*) ---- 1650 KK Korban Banjir Rawan Pangan dan Air Bersih Sabtu, 3 April 2010 | 16:57 WITA Laporan wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud http://www.tribunkaltim.co.id//read/artikel/53575 TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur memantau banjir di Kelurahan Loa Ipuh Tenggarong Kutai Kartanegara, Sabtu (3/4/2010) yang diduga akibat jebolnya tanggul milik dua perusahaan tambang batu bara di daerah hulu Sungai Tenggarong yang merupakan anak Sungai Mahakam. "Kami mendata kurang lebih 1650 KK warga korban banjir di Tenggarong yang rawan pangan dan air bersih," ujar Aktivis Jaringan Jatam Kaltim A Naem. Pasalnya, rentang wilayah banjir yang luas dengan keterbatasan petugas yang membantu warga, membuat mobilitas pangan dan air bersih bagi warga korban banjir yang tidak mengungsi menjadi terhambat. (*) ----- Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kutai Kartanegara http://www.tribunkaltim.co.id//read/artikel/53548 Sabtu, 3 April 2010 | 06:16 WITA *TENGGARONG, TRIBUNKALTIM.co.id *- Banjir merendam ribuan rumah di sembilan RT Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur (Kaltim). Dilaporkan, sebanyak 1.287 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban, akibat banjir yang terjadi sejak Kamis, 1 April 2010 itu. "Data yang kami himpun hingga Jumat sore, banjir yang terjadi sejak kemarin (Kamis) ini mengakibatkan sebanyak 1.287 KK menjadi korban. Kami masih terus menghimpun data untuk memastikan jumlah rumah yang terendam akibat banjir ini," kata Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penanggulangan Bencana Kantor Kesbang Linmas Kutai Kartanegara, Herlambang, Jumat petang. Banjir juga menyebabkan seorang anak berusia tiga tahun enam bulan tewas, katanya. Herlambang yang juga Ketua Tim SAR Kabupaten Kutai Kartanegara mengakui, telah mengerahkan puluhan petugas untuk membantu korban banjir. "Kami juga menyiapkan perahu karet untuk membantu mengevakuasi korban banjir," ujar Herlambang. Sejak Kamis malam, kata Kasubbid Penanggulangan Bencana Kantor Kesbang Linmas Kutai Kartanegara itu, ratusan warga telah mengungsi akibat khawatir banjir akan bertambah tinggi. "Sebagian masih tetap bertahan namun ratusan warga sudah mengungsi di tempat keluarga mereka," ujar Ketua Tim SAR Kutai Kartanegara itu. Selain akibat hujan, katanya, banjir diduga juga disebabkan jebolnya tempat penampuangan air milik perusahaan batu bara yang beroperasi di Kutai Kartanegara. "Kami belum bisa memastikan penyebab pasti banjir ini namun memang ada dugaan akibat jebolnya tanggul perusahaan batu bara yang beroperasi di sekitar Kecamatan Tenggarong," katanya. "Beberapa perusahaan yang beroperasi di sekitar Kelurahan Loa Ipuh diantaranya, PT.Tanito Harun, PT Multi Harapan Utama dan PT. Alaswatu. Pekan depan, meraka akan kami (Pemkab Kutai Kartanegara) panggil untuk menanyakan kemungkinan jebolnya tanggul mereka sebagai penyebab banjir," ujar Herlambang. Sementara Ketua RT 24, Tomo, mengatakan, sebanyak 90 rumah milik warganya terendam banjir sejak Kamis sore. "Dari 134 rumah yang ada di RT saya, sebanyak 90 rumah milik warga saya ikut terendam," ujar Tomo. Ketua RT. 24 itu mengaku, banjir yang melanda Kelurahan Loa Ipuh itu merupakan banjir terparah sepanjang beberapa tahun terakhir. "Setiap tahun banjir sering terjadi akibat meluapnya Sungai Tenggarong, namun tidak separah kali ini," ungkap Tomo. *(ANT)* -- ------------------------------------------------------------------------------------------- SENCIHAN for Walikota Samarinda Info: http://sencihan.blogspot.com/ http://www.facebook.com/group.php?gid=107829103938 ------------------------------------------------------------------------------------------- Ade Fadli email: adefadli[at]gmail.com ; timpakul[at]hijaubiru.org wave: adefadli[at]googlewave.com YM: adefadli Skype: adefadli ICQ: 450158622 Personal: http://adefadli.hijaubiru.org Blog: http://timpakul.web.id Facebook: http://www.facebook.com/adefadli Twitter: http://www.twitter.com/timpakul Site: http://sites.google.com/site/adefadli/ -------------------------------------------------------------------------------------------
