Sorry agak panjang, tapi bolehlah buat bahan renungan.... ..
Hadiah Terbaik
Untuk Diri Sendiri
Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit
dalam
berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang
diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah
keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin
digoda oleh keadaan-keadaan sulit.
Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau
membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangny a dari godaan hidup
sulit.
Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan
menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung.
Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan
juga berlaku untuk seorang raja dan penguasa yang paling berkuasa sekalipun.
Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan
datang berkunjung.
Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan
frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti
inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah
ketinggian. Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan
kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka
seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.
Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan
sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang
terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar,
kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau
malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam. Semua
tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi patung logam? yang lebih
indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan ? dan bahkan
mungkin trauma ? yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.
Cuman selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang
amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalam an menyakitkan
ini, ia bernama sahabat.
Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk
mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia,
sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam
keadaan-keadaan ini.
Di rumah saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi
pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu
sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu
membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan.
Di kantor saya
memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun
setelah dimaki.
Seorang tetangga
menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak
untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar.
Seorang sahabat
dekat yang memimpin sebuah raksasa teknologi informasi bahkan mengatakan bangga
menjadi sahabat saya. Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang
tinggal di Surabaya
menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius : ?
Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari
kesalahan itu baru luar biasa?.
Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah
paling berharga yang bisa kita
berikan pada diri kita sendiri.
Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung.
Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta
buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi
dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman
di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi.
Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya,
ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti ada beban
di bahu yang berkurang jauh beratnya.
Ada memang
orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya
dipanggil orang. Cuman, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian
bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataann inilah, maka saya lebih
memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan
pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuman sesedikit
apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita
berikan buat diri sendiri.
Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya.
Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan
kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan
percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak
bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati ke diri ini. Lebih-lebih ketika
sang kesulitan datang menghimpit badan.
Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang
memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di
sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari
tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : ? saya bangga jadi teman Anda?. Inilah
hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado,
ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih
sering datang ketika kita amat membutuhkannya.
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new
cars at Yahoo! Autos.
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com