Bahtera Nuh Baru Siap Berlayar di Belanda

2 Mei 2007

 

SCHAGEN, Belanda (AP) – Setelah 4.000 tahun, pintu utama di sisi Bahtera Nuh
terbuka Sabtu lalu, mengundang kerumunan peziarah dan penduduk kota yang
penasaran. Tentu saja, itu hanyalah sebuah replika Bahtera biblikal, buatan
pria Belanda bernama Johan Huibers, sebagai kesaksian atas imannya terhadap
kebenaran Alkitab.

Dibuat berdasarkan ukuran masa biblikal lama, bahtera Johan yang dapat
berfungsi sepenuhnya itu berukuran panjang 150 hasta, tinggi 30 hasta dan
lebar 20 hasta, sekitar sepertiga lapangan bola dan setinggi rumah tingkat
tiga. Model binatang berukuran aslinya seperti jerapah, gajah, singa, buaya,
zebra, bison dan lainnya menyambut pengunjung saat mereka tiba di dek utama.
"Desainnya dikerjakan istri saya, Bianca," kata Huibers. "Sebenarnya dia
kurang menyetujui rencana saya, tapi kemudian dia berkata kalau kamu
bersikeras, bahtera itu harusnya nampak seperti ini." Seorang kontraktor
lepas, Huibers membangun bahtera itu menggunakan kayu aras dan pinus -
cendikiawan biblikal masih berdebat kayu apa sebenarnya yang dipakai oleh
Nuh. Huibers mengerjakan bahtera itu dengan tangannya sendiri, namun kadang
dibantu oleh anak laki-lakinya Roy. Konstruksi dimulai pada Mei 2005.

Dek terbuka di tingkat teratas yang belum terbuka untuk umum rencananya
dijadikan kebun binatang yang akan dihuni anak domba, ayam dan kambing. Satu
onta juga akan dimasukkan.

Pengunjung pada hari pertama tampaknya cukup tercengang. "Bahtera itu
seperti pemahaman akan masa lalu," kata Mary Louise Starosciak, yang
kebetulan lewat saat bersepeda dengan suaminya dalam liburan mereka. "Saya
memang tahu kisah Nuh, tapi tidak mengira kapalnya akan sebesar ini."

Faktanya, Bahtera Nuh yang digambarkan di Alkitab lima kali lebih besar dari
Bahtera Johan. Meski begitu, masih cukup ruang untuk sebuah teater film
berkapasitas 50 orang, dimana anak-anak dapat menonton bagian dari film
Disney "Fantasia" yang menceritakan tentang kisah Nuh.

Sebuah ruangan memamerkan model bahtera di atas air, sementara di tingkat
tiga, diletakkan alat-alat kuno dan tong-tong gaya lama dan boneka
binatang-binatang eksotik. Sebuah patung lilin Nuh yang kelelahan bersandar
di sebuah tempat tidur ditunjukkan di ruangan lain.

Kejadian mengatakan Nuh menjaga tujuh pasang dari setiap binatang yang tidak
haram dan satu pasang dari setiap binatang yang haram ditambah istrinya,
tiga anak laki-laki dan tiga menantu perempuan, selama hampir satu tahun
bumi dipenuhi air. Mungkin saja memang masuk akal jika replika itu hasil
pemikiran seorang Belanda. Ketakutan akan banjir begitu melekat dalam
kesadaran sejarah negeri yang dikelilingi air itu.

Lois Poppema, seorang turis dari California mengatakan, Belanda adalah
tempat yang cocok untuk bahtera itu. "Baru saja beberapa minggu yang lalu
televisi menyiarkan Al Gore yang mengatakan seluruh Belanda akan banjir
karena meningkatnya permukaan laut," katanya. "Saya rasa orang yang membuat
bahtera ini tidak pernah mengira pemanasan global akan menjadi isu yang
sangat penting - dan tiba-tiba kehadiran bahtera ini akan mempunyai makna di
Belanda."

 

Sumber: Buletin Maranatha

 

 

Kirim email ke