SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan,
anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telepon darinya selalu ditunggu-tunggu,
begitu merindukan belaian sayangnya,
dan begitu menyukai perubahan sikap-
sikapnya yang bersemangat begitu
menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah
hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat
alami dan pengalaman yang begitu spontan.
Nggak perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan "jatuh" cinta…

Orang yang sedang kasmaran kadang
mengatakan "aku mabuk cinta"
Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-
akan anda sedang berdiri tanpa
melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu 

saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi… setelah beberapa tahun perkawinan,
gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah
dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telepon darinya
menjadi hal yang merepotkan,
belaiannya nggak selalu diharapkan dan
sikap-sikapnya yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis tapi
malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini
bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang
rumah tangga anda, anda akan mendapati
perbedaaan yang dramatis antara tahap
awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, 

dengan kepenatan-kepenatan bahkan 

kemarahan pada tahapan-tahapan 

selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan 

"Did I marry the right person?" mulai
muncul, baik dari anda atau dari
pasangan anda, atau dari keduanya.. 

Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda
mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi.. anda mungkin
mulai berhasrat menyelami eforia-eforia
cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas…
Masing-masing sibuk menyalahkan
pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan
mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran
untuk pelampiasan ini, menginkari
kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk
menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton TV
sampe TVnya bosen ditonton, ataupun
hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau nggak?!
Bahwa jawaban atas dilema ini nggka ada
diluar, justru jawaban ini hanya ada
di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya nggak mengatakan kalo anda nggak
boleh ataupun ngga bisa selingkuh, 

Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda
selingkuh dan pada saat itu anda akan
merasa lebih baik, tapi itu bersifat
temporer, dan setelah beberapa tahun
anda akan mengalami kondisi yang sama
(seperti sebelumnya pada perkawinan
anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH
MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN
KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, 

DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun
pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi…
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta
yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari
ke hari.

Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha,
dan energi. Dan yang paling penting,
cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS
DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan
dengan baik
Jangan membuat kesalahan untuk hal
yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa
dilakukan (dengan ataupun tanpa
pasangan anda) agar rumah tangga
berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada
ilmu físika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga
ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan
olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa
kebiasaan dalam hubungan rumah tangga 

Juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih
kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan
hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa
"MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".
Karena cinta dalam pernikahan
sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, 

dan bukan cuma PERASAAN..!

Kirim email ke