ISTRI YANG LAMBAT
Kategori: Cerita - Rencana Allah

Dalam sebuah keluarga hiduplah sepasang Suami-Istri, Pak Pendeta dan Ibu
pendeta dan anak-anak tercinta disuatu desa terpencil. Sekian lamanya
mereka kelihatan hidup tentram dan bahagia sehingga tak terasa sudah
sekian tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga, sifat dan karakter
si suami sudah tak asing lagi buat si istri. Begitu pula halnya sang
suami, sifat dan karakter istrinya sudah melekat erat dalam dirinya. Si
suami merasa bersyukur sekali memiliki istri seorang pendeta dan si
istri juga sangat bersyukur sekali punya suami seorang pendeta pula.

Suatu hari mereka diundang dari gereja Resort untuk mengikuti dan
bertanding KOOR di Konser terbesar gereja-gereja di Bandung, yang dikuti
oleh para pendete-pendeta seluruh gereja. dan disediakan jemputan bagi
daerah-daerah yang jauh (terpencil) dengan Bus besar, dengan syarat,
untuk daerah B harus menunggu jam sekian, disimpang B, dengan catatan
siapa yang terlambat akan ditinggal, karena Bus akan melaju dengan cepat
dan kebetulan untuk daerah pak Pendeta harus menunggu tepat jam 4 sore
disimpang A karena acara akan dimulai jam 7 malam.

Demikianlah mereka saling mempersiapkan diri dari pagi, mulai dari baju,
sepatu, tas, dasi, dan perlengkapan lainnya, sempat terbersit dalam
pikiran si suami bahwa istrinya seorang yang lelet (lambat) apalagi soal
berdandan bisa sampe berjam-jam lamanya. Dan suaminya berkata kepada
istrinya, "Ma, ingat kita harus berangkat jam setengah 4, karena busnya
akan datang jam 4, mama harus persiapkan semuanya, kalau perlu kesalon,
mbok ya sekarang aja, biar ndak telat," tapi sang istri dengan manis dan
bangganya berkata, "Ndak perlu kesalon, wong dari dulu mama dandanan
sendiri , kok papa ndak tau sih???"

Sambil senyum-senyum sang suami menjawab, "Bukan begitu mam, maksudnya
supaya kamu keliatan lebih cantik dikit, beda dari yang
sebelum-sebelumnya, inikan acara besar, apalagi nanti kita para pendeta
duduknya paling depan jadi ndak malu-maluin, gitu lho"
"Mana tau pula kita menang!",jawab siistri dengan ketus, "Jadi maksud
kamu, selama ini gue ndak cantik!, jadi selama ini kamu bohong, dolo
sebelum nikah bilangnya aku tercantik, seksi, jadi kamu nyesel kawin
sama aku!"

Si suami kembali menjawab, "Udah deh ma, aku ndak mau berantem, inget ma
kita khan pendeta udah lahir baru lagi....chik...chik...chik.."

Singkat cerita tibalah waktunya mereka harus berangkat, jam sudah
menunjukkan pukul setengah 4 sore, pak Pendeta sudah bersiap-siap dan
kelihatan gagah dengan jasnya, tapi alangkah terkejutnya dia ketika
masuk kamar, istrinya baru berpakaian, belum lagi dandan, nyisir rambut
dan sebagainya,

Suaminya berkata: dengan sedikit marah, dia berkata, "Mama cepetan kita
hampir terlambat!"
Istrinya menjawab: "Sebentar pa, 5 menit lagi pasti kelar, gw khan perlu
sanggulan lagi."
Suaminya berkata lagi: "apa? sanggulan lagi? ndak perlu pake
sanggul-sanggulan lah..."
Istrinya menjawab: "Tapi biar keliatan cantik dan beda dong??? Lagian
telat-telat dikit ndak apalah paling juga busnya jam karetan, jam
Indonesia khan molor-molor setengah jam...."

Dengan kesal suaminya menjawab, sambil keluar kamar dan berteriak,
"Memang kamu dari dulu lelet, lambat, ndak pernah berubah, dari dulu
ampe sekarang!"
Si istri menjawab dengan berteriak pula, "Baguslah, Tuhan Yesus aja ndak
pernah berubah, dari dulu sekarang dan selamanya tau!"

Demikianlah mereka keluar rumah jam setengah lima sore, diperjalanan
si suami terus mengomel dengan istrinya..
"kita pasti dah terlambat, dasar
lelet.....lelet...lambat...lambat..akhirnya mereka sampai disimpang...5
menit....10menit mereka menunggu, tetapi Bus tetap ndak nonggol-nongol"
Si suami sambil kesal dan marah berkata..."Pasti busnya sudah berangkat,
ini semua gara-gara kamu.....makanya jadi orang jangan lambat tau!"
Dengan tak ragu lagi pak Pendeta pergi ke Wartel terdekat untuk menelpon
kekantor pusat pelayanan bus yang tertera di denah undangan konser itu.

Ternyata Bus yang akan menjemput mereka sudah berangkat setengah jam
yang lalu, dan sekarang sedang dalam perjalanan menuju kota Bandung.
Putuslah harapan pak Pendeta, begitu marahnya dia sehingga dia hanya
diam saja seolah enggan untuk berbicara kepada istrinya, Istrinya
mencoba menghibur suaminya dan berkata, "Pa, sabar aja, kita tetep doa
mudah-mudah ada mobil atau bus yang menuju keBandung, kita pasti belum
terlambat"

Sambil tetap menunggu, siistri tetap berdoa, "Tuhan gimana ini, kami mau
memujimu berikanlah transportasi yang terbaik, kami tetap menunggu
disimpang ini Tuhan, ampuni segala dosa kami...."

Belum sempat si istri mengucapkan Amin, tiba-tiba suaminya berteriak,
"Ma, cepetan ma itu ada Bus yang hendak keBandung, katanya mereka mau
ikutan tanding koor juga dikonser itu."

Secepat kilat si istri berkata dalam hati ".....terima kasih
Tuhan....Amin....."

Lalu mereka naik ke Bus itu dan sambil berbincang-bincang, rupanya
rombongan yang ada di Bus ini juga ikut bertanding dalam koor nanti dari
rombongan gereja lain di dekat desa mereka. Mereka mengaku bahwa mereka
juga terlambat karna harus menunggu antrian lama dipom bensin. Tiba-tiba
mereka dikejutkan dalam satu berita dipembicaraan telpon supir bus
didepan, lalu supir itu berkata kepada para penumpang, Bus No. 412 yang
berangkat ke Bandung jam 4 tadi mengalami kecelakaan jatuh kejurang yang
curam, belum diketahui berapa yang tewas dan berapa yang selamat, tapi
menurut beritanya, bus dalam keadaan menganaskan.

Pak Pendeta dengan tercenggang dan berkata kepada istrinya..... "Ma, itu
kan bus yang akan kita tumpangi tadi.....kok bisa ya????"

Siisri dengan sedikit kurang percaya melihat kembali undangan itu,
ternyata memang benar No. 412. dan berkata kepada suaminya: " Untung pa,
kita telat, kalo ndak udah tewas".

"Tidak pikir panjang lagi, pak pendeta langsung merangkul istrinya
dengan lembut, seakan dia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya
seumur hidup. Dalam hatinya ia berdoa, Tuhan terima kasih, Engkau masih
mengizinkan kami untuk bersama dalam hidup ini, masih sempat lagi untuk
memujiMu, terima kasih telah memberikan istri yang terbaik bagiku,
terima kasih telah memberikan istri yang lelet kepadaku, aku bersyukur
segala sesuatunya telah Engkau atur, segala sesuatu yang terjadi untuk
mendatangkan kebaikan, terima kasih telah membuka mataku, aku akan
menjaga hatiku kemanapun aku pergi, aku tak akan menodainya, aku tak
akan menyakitinya, aku tak akan meminta lebih...lebih ...lebih Tuhan....
terima kasih telah memberikan istri yang sepadan bagiku......Amin"

Pesan Pak Pendeta :
1.Kepada mereka yang belum memiliki pasangan hidup dan yang sedang
mencari pasangan hidup: 1. Cari dan mintalah kepada Tuhan pasangan yang
SEPADAN, bukan untuk menjadi sama sepertimu, tapi untuk saling
melengkapi Walaupun kita sudah memilih yang banyak persamaan maka
setelah menikah dengan segera, banyak orang menyadari bahwa mereka
menemukan banyak perbedaan seperti cerita diatas.

2. Terima apa adanya pasanganmu, sikapnya, sifatnya, termperamennya,
karakternya.Dengan mulai menerimanya bahkan sering terjadi perubahan
kearah perbaikan.

3. Kita tidak bisa merubah pasangan dengan mencela, menuntut,
mengomelinya, mengungkit-gungkit kekurangannya, Penerimaan itu perlu,
bahkan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Penerimaan membuat
orang merasa bahagia, dan dari sikap hati bahagia justru muncul
perbuatan-perbuatan yang simpatik.

4. Alkitab mengajarkan bahwa, menikah untuk menjadi satu dan bukan untuk
menjadi sama, Menikah untuk saling melengkapi sehingga gambar Allah
menjadi lengkap dalam dua pribadi yang disatukan.

5. Jangan jadikan kecantikan dan kegantengan seseorang jadi the "FIRST
ONE"
tapi yang terpenting dari semua itu adalah seseorang yang engkau kasihi
benar-benar mengasihi Tuhan Yesus, sehingga apapun masalah pada
pasanganmu, dia tetap mencintai dan mengasihimu apa adanya.

Siapapun orangnya, dia tetap berharga di Mata Tuhan.
 
 

Kirim email ke