Language Deception on Religion
How many people died in the name of "God?" How many people leave their family
lives according this issue? How many of us want to kill each others to defend
our beleive on the word "GOD?" How many of will beleive me that they've been
deceived by the language?. Marilah kita lihat bersama bagaimana orang-orang
tertipu dengan bahasa yang digunakan oleh kitab suci.
Banyak orang beranggapan bahwa Tuhan dalam setiap agama itu berbeda dan hanya
diperuntukkan untuk suatu kaum penganut agama tertentu, sehingga menyebabkan
kebencian dan rasa kecurigaan terhadap anggota komunitas yang berada atau tidak
sama dengan keyakinan kita. Contoh besarnya saat ini adalah seruan yang selalu
didengungkan oleh sang teroris nomer wahid, Usama bin Laden, untuk melawan
barat dan segala yang berbau barat; karena dianggap mereka adalah the infidel
yang harus diperangi dan diperbolehkan atau dihalalkan darah mereka. Apakah
mereka benar? mungkin saja itu sangat benar dalam keyakinan mereka, because we
have different conception of life; atau mereka itu salah dan telah mencemarkan
nama baik komunitas mereka dengan berbuat teror seperti itu, yang disebabkan
oleh kesalahpahaman mereka tentang ajaran kitab suci mereka.
Sekarang kita lihat sumber utama pemecah konflik ini: orang Yahudi memiliki
Tuhan yang bernama Yahweh, kaum Kristen memiliki Trinitas, dan kaum Muslim
memiliki Tuhan yang disebut Allah. Ketiga agama besar ini mengklaim kebenaran
masing-masing, dan kebenaran hanya berada pada kubu mereka, dan segala hal yang
berada atau tidak sama dengan pandangan mereka dianggap Heresay atau the
infidel yang harus dibasmi. Dari pngklaiman benar ini pecahlah perang salib
berkali-kali di abad pertengahan, yang melibatkan Islam dan Kristen; Katolik
Roma menindas kaum Ortodox di awal misi Kristiani; dan sekarang ini kita sedang
berada di dalam era "the war against terroris" yang dikomandani oleh Bush dan
Usama bin Laden, yang sebenarnya awal pemicu konfliknya adalah klaim kebenaran:
Usama menganggap budaya barat mengancam budaya Islam, yang ditambah dengan
perbedaan keyakinan: Muslim dan non-Muslim (Muslim against the infidel). Tidak
hanya itu, konflik berkepanjangan yang terjadi di
Jerussalem antara Yahudi dan Islam yang saling memperebutkan hak untuk tinggal
di sana, padahal menurut saya semua mereka itu berhak untuk tinggal di mana
saja, termasuk di Jerussalem; the promised land sebenarnya tidak hanya buat
Yahudi, Kristen ataupun Islam, karena saya yakin Tuhan tidak akan pernah
memilah-milih atau membedakan suatu bangsa dengan bangsa yang lain; Tuhan
layaknya matahari yang memberikan sinarnya kepada siapa saja tanpa pandang
bulu: apakah itu bulu manusia, bulu kucing, bulu kerbau dan sebagainya. (Mt. 5:
45)
The core of issue, sebenarnya tumbuh dari kesalah pahaman tentang Tuhan yang
tertulis dalam kitab suci masing-masing, Tuhan telah berkali-kali merubah
namanya sesuai dengan bahasa manusia yang diturunkan kitab suci: Tuhan pernah
menyebut dirinya Elohem dan Yahweh dalam bahasa Hebrew, pernah juga Eilo dalam
bahasa Aramaic, dan ketika sebuah kitab suci turun di Arab, Tuhanpun merubah
nama panggilannya dengan Allah. Apakah semua nama-nama itu sama?
Absolutely yes, saya sudah mencoba membandingkan ketiga kitab suci dari tiga
aliran agama besar ini: Old Testament, New testament, dan Alquran dalam
beberapa bahasa dan beberapa versi, termasuk bahasa Arab yang dipakai oleh
Alquran. Saya ambil contoh yang mudah dan paling gampang diingat adalah history
of creation yang ada di dalam Kitab Kejadian 1 dan 2; di sana secara tidak
disadari oleh kita, Tuhan telah memakai dua nama untuk memanggil dirinya: dalam
Hebrew version, Dia memakai Elohem di chapter 1 dan Yahweh pada chater ke dua,
sebagaimana juga di dalam English version (JKV atau NIV) Tuhan memakai istilah
"GOD" pada first chapter, dan "LORD" pada the second one; dan yang paling seru
adalah jika kita melihat pada Alkitab Arabic version yang meggunakan bahasa
yang sama dengan Alquran, pada pasal pertama dari Genesis Dia memakai kata
"ALLAH" dan pada pasal selanjutnya, Ia memakai nama "RABB" (the same name of
God in the Coran).
so, why do we want to kill each other? may be the right answer is: language
deception, we've been deceived, through generations to generations, by our
ancestors' lack of knowledge about the meaning of God; and the real solution
is: "Do not judge, and you will not be judge. Do not condemn, and you will not
be condemned. Forgive and you will be forgiven" (Lk. 6:37); just look at to
what've been done by every religion, because "each tree is recognized by its
own fruit." (Lk. 6: 44)
Fosi Frenzy,
URL http://fosi.bigbig.com/
watch the "Life of Jesus" according to the Gospel of Luke on my profile
http://www.friendster.com/fosi/
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!