FYI

 

 

P Save a tree...please don't print this e-mail unless you really need to

 

 

PRINSIP DASAR HUBUNGAN MUDA-MUDI

 

Dasar Alkitab: Kej 2:15-25

Pada waktu Tuhan melihat Adam seorang diri, Dia berkata, 
"Tidak baik manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadi
kan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia" (ay 18). 

 

Dari satu ayat di atas, ada beberapa pelajaran yang
dapat kita tarik:

 

1. Ide ttg pernikahan ini DATANGNYA dari Tuhan

Oleh sebab itu tidak boleh dibuat main-main. Pernikahan
ataupun berpacaran adalah hal yang suci karena datangnya
dari Tuhan yang suci. Jika ada masalah timbul dalam 
pacaran kita, tentulah Tuhan sanggup memecahkannya
lewat Firmannya (Alkitab). 

 

2. Teman hidup kita haruslah seorang yang SEPADAN dengan kita

Waktu itu Tuhan mengajak si Adam untuk melihat diantara binatang
ciptaan Tuhan kalau-kalau ada yang cocok untuk Adam. 
 Gajah, ah...kegedean, ada belalainya lagi.
 Kuda, ah...ketawanya mengerikan.
 Rusa, emm...boleh sih, tapi mukanya aneh.
 Merak, nah cakep juga, tapi... gatal semua deket dia. 
Setelah cari-cari, akhirnya Adam nyerah. Alkitab berkata,
"...ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia".
Dalam phrase 'penolong yang sepadan' ini, ada dua aspek 
yang penting:

a. Ada kebutuhan untuk DITOLONG 
Dia (biasanya kaum pria) merasakan perlunya pertolongan dari
seorang wanita, entah itu perhatian, dorongan, doa, dll.

b. Ada kebutuhan untuk MENOLONG
Dia (biasanya kaum wanita) ada keinginan dan ketulusan untuk
menolong, memberi perhatian, men-support si pria, menaruh 
diri dengan baik, mendoakan, dsb. 

Ini tidak berarti si wanita tidak butuh pertolongan
dan si pria tidak mau menolong. Betapa sering pasangan-
pasangan yang tidak bertahan lama karena yang laki 
merasa tidak perlu perhatian yang cewek atau yang
laki merasa si wanita terlalu banyak turut campur 
atau si wanita tidak mampu memberi pertolongan
(dalam artian luas) yang tepat dan yang dibutuhkan
oleh si pria.    

 

3. Tuhan lah yang MEMBERIKAN Adam penolong

Bukan orang tua kita (meskipun mengambil peranan
dalam hal ini), teman kita, atau bahkan kita 
sendiri. Saya yakin Tuhan sudah mempersiapkan
seorang pasangan bagi setiap anak-anakNya.
(orang Kristen). Mungkin bukan yang terbaik,
tapi pasti yang terbaik UNTUK KITA pribadi
lepas pribadi. Jika kita mau menemukan
penolong yang sepadan ini, caranya yah
berdoa dan minta Tuhan tunjukkan yang
mana. Jikalau pasangan kita itu adalah
kehendak Tuhan, pasti namanya tercantum
di master komputer Tuhan di sebelah nama
kita. He will provide. 

 

4. Tuhan memberikan penolong dari TULANG RUSUK Adam

Sebuah lagu (saya lupa judulnya) berkata kurang lebih 
begini: O...engkau diciptakan dari tulang rusukku.
Bahkan ada joke yg bilang bahwa tulang rusuk lelaki
selalu hilang satu jumlahnya. 

Benar atau tidak lagu dan joke di atas, yang penting
kita harus tahu bahwa teman hidup/pacar kita adalah
bagian dari kita yang harus kita perhatikan. Sebuah 
pepatah Ibrani mengatakan, "Wanita tidak diciptakan
dari kepala pria untuk memerintah dia, atau dari
kaki pria untuk diinjak-injak dia, tetapi wanita
diciptakan dari tulang rusuk pria untuk dekat 
dengan hatinya dan berada dalam satu level dengannya."

 


Saya setuju bahwa tidak semua pacaran akan berakhir
dengan pernikahan. Tapi itu tidak berarti bahwa
kita dapat seenaknya dan dengan sengaja berpacaran
lalu bilang "Wah, sorry, nggak cocok, lu bukan tipe
gue." Itu bukan berpacaran secara kristiani.
Berpacaran secara kristiani KEBANYAKAN akan 
berakhir dengasn pernikahan. Mengapa? Karena tahap
perkenalan dan pendeteksian karakter dan keadaan
sang calon dilakukan dalam satu phase sebelum 
berpacaran, yaitu PERSAHABATAN. 

 

LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMILIH PACAR


1. Kejadian 24:12. DOA

Konteks bacaan di atas adalah doa hamba Abraham yang
diutus untuk mencari seorang istri bagi Ishak. Tapi 
idenya dapat kita ambil, yaitu DOA. Memang tidak
semua case akan seperti kisah cinta Ishak dan Ribka.
(baca Kej 24). 

 

2. 2 Kor 6:14-16a; 1 Kor 7:16. SEIMAN

Hendaklah calon pacar kita adalah orang yang SEIMAN.
Rasul Paulus dengan tegas memberikan beberapa 
kontras antar pasangan yang tidak seimbang dengan 
beberapa ilustrasi:
 a. Kebenaran dan kedurhakaan
 b. Terang dan gelap
 c. Kristus dan Belial (cf. Ul 13:13, Hak 19:22)
 d. Orang percaya dan orang yg tidak percaya
 e. Bait Allah dan bait berhala
Persamaan apakah yang ada dalam pasangan-pasangan di atas?

Seorang staf Navigator pernah share ke saya ttg bagaimana 
seorang teman wanitanya menikah dengan seorang lelaki
yang bukan org percaya. Ketika dia ditanya bagaimana
keadaan pernikahannya, wanita ini hanya bisa menjawab,
"YOU DON'T KNOW WHAT IT MEANS TO BE LONELY". Lalu
saya coba pikirkan, kenapa kok bisa lonely. Karena
dia nggak bisa share ttg pergumulan imannya, cara
mendidik anak dalam Tuhan, applikasi Firman Tuhan
dalam keuangan, nila-nilai keluarga, dll. Pendek
kata, PERSPEKTIF mereka melihat segala sesuatu sangat
bertolak belakang. Itu sebabnya dia merasa lonely
meskipun mungkin pasangannya ada terus bersama dia.

Banyak yang memberi alasan, "Lho, tapi saya khan
bertujuan untuk menginjili dia sambil kita berpacaran.
Siapa tahu itu memang cara Tuhan". Jawabannya,
TIDAK MUNGKIN. Tuhan mempunyai berbagai macam cara
untuk membawa orang bertobat. Jika benar Tuhan ingin
memakai kita untuk menginjili dia, bukankah PERSAHABATAN
adalah suatu cara juga. Mengapa harus sampai berpacaran?
Dan saya percaya persahabatan adalah cara yg jitu
dalam penginjilan makanya sampai ada satu sebutan
yang terkenal, Friendship Evangelism.

Justru saya membaca buku banyak orang dan melihat dengan
mata kepala sendiri beberapa orang yang malah 'mundur
dengan teratur' dalam imannya, pelayanannya, ibadahnya
kepada Tuhan setelah dia berpacaran dengan non-kristen.
Mana yang lebih mudah, menarik orang keluar dari lumpur,
atau menarik orang masuk ke dalam lumpur? Tentunya
orang yang berada dalam lumpur lebih mudah menarik kita
yang berada di pinggir lumpur. 

 

3. Amos 3:3. KOMITMENT

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Pada saat kita mengetahui bahwa CALON pacar kita
adalah kehendak Tuhan, tibalah saatnya kita membuat
komitment dihadapan Tuhan. Komitment apa yang harus
kita buat? Bisa bermacam-macam, tetapi satu hal yang 
harus ada, komitment untuk BERTUMBUH BERSAMA LEBIH
DEKAT KEPADA TUHAN. Ini satu model yang baik
untuk melukiskan point ini. Sebut saja Illustrasi
Segitiga.
           TUHAN
              /\
             /  \
            /    \
          /____\
      PRIA      WANITA

Perhatikan pada saat si pria dan wanita makin dekat ke Tuhan,
maka mereka bukan hanya bertumbuh bersama tetapi jarak mereka
akan juga semakin dekat satu sama lain (bayangkan bahwa segitiga
nya akan menjadi semakin kecil). Tetapi coba pikirkan jika
hanya pria saja yang dekat ke Tuhan dan wanitanya tidak 
(atau wanita yg dekat dan prianya tidak). Jarak pria dan 
wanita akan bertambah jauh dan segitiga nya jadi segitiga
tak beraturan dan tidak sama sisi (sampai sini saja ttg
lesson triangle 101. Maklum major saya bisnis, bukan math).

 

4. Matius 19:6. BERSATU DAN TIDAK BERCERAI

Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan 
manusia.

Sesudah membuat komitment, jalankan komitment itu.
Saya percaya jika pacar kita adalah kehendak Tuhan,
tidak akan ada perlu lagi pergantian pacar. 
Tentunya dalam pacaran pasti ada konflik. Itu sehat.
Tapi konflik tersebut tidak boleh diselesaikan dengan
perkataan "Kita putus aja, yah!". PUTUS adalah alternatif
paling akhir dalam pernikahan dan juga dalam pacaran.

 

 


 CHECK LIST UNTUK MEMILIH PACAR


Seorang hamba Tuhan memberikan daftar berikut dalam
memilih pacar kita. Tentunya Anda dapat menambahkan
sendiri namun faktor-faktor dibawah ini sangat penting
dalam menentukan kesuksesan kita berpacaran.

A ge
B ackground
C haracter
D evotion
E conomic
F aith

* Age *

Menurut psychologist, pada umumnya selisih usia yang 
baik adalah paling banyak 4 tahun. Dan biasanya si pria
yg lebih tua. Namun saya kenal ada pasangan yang menikah
dengan selisih usia 12 tahun dan ok ok saja. Yg penting
adalah kedewasaan dan kemantapan pribadinya yang mana
tidak dapat dilihat dari umur. Ada yg masih muda sudah 
mantep, ada yg sudah tua masih kayak anak kecil. 

* Background *

Mungkin asalnya, cara dia dibesarkan, hobbynya, dll.
Faktor-faktor ini dapat kita susun sendiri sesuai
dengan keinginan kita masing-masing. Ada orang yang
nggak peduli dia itu hobbynya apa, tapi ada yang 
peduli. Misal: Serang yang buta musik mungkin tidak
akan pernah mau pacaran dan menikah dengan seorang 
yang jago main piano dan tiap hari kerjanya 
latihan piano selama 5 jam.

* Character *

Cocok nggak sih karakter si doi dengan aku? Biasanya orang
introvert cocok dgn org extrovert. Orang yang suka berpikir
cocok dengan orang yg suka ngomong. Hal-hal ini bisa dilihat
cocok atau tidaknya pada saat kita bersahabat (bukan pada
waktu setelah 3 bulan berpacaran) Kalau nggak
cocok, yah jangan dipaksa. 

* Devotion *

Bagaimana HPDT (Hubungan Pribadi Dengan Tuhan) nya? Bagaimana
ibadahnya? Pelayanannya? Seringkali seorang aktif yang melayani 
di persekutuan atau gereja mundur karena pacarnya tidak mau
ikut pelayanan.

* Economic *

Bagi sebagian orang, ini akan menjadi masalah. 
Harus diingat bahwa faktor latarbelakang ekonomi 
akan mempengaruhi seseorang dalam pemakaian dan
organisasi uangnya. 

* Faith *

Ini yang paling penting dan sudah dibahas dalam
posting sebelumnya (dengan judul: SEIMAN)

 

  

Kirim email ke