Setelah Hummeo Echoes Jakarta hadir dgn segala sepak
terjang Ministrynya, melahirkan kelompok perbaktian
Cempaka Mas dan meraup jiwa2, kini muncullah "Sahabat
Rimba", yakni sosok komunitas Master Guide yg lahir
dari Perhelatan Master Guide Reinforcement ke 2
(MGR-2).
Berakhirnya Perhelatan paling bergengsi di kalangan
Master Guide Jakarta itu, telah melahirkan sebuah
Komunitas Pekabar Injil  dgn nama Sahabat Rimba.
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Mental demi
terbentuknya Pelayan Rohani yg tangguh itu, ditutup
oleh Pdt. MG. Jacky Runtu selaku Direktur Pemuda
Advent Konfrens DKI dan sekitarnya pada Ahad
23/3/2008. 
Keterlibatan Konfrens DKI pd acara yg berlangsung
sejak 19-23 Maret 2008 di Situ Lembang ini perlu
diacungi jempol & menjadi catatan tersendiri. Sebab,
ini membuktikan Konfrens DKI memiliki kepedulian yg
sama dgn Sahabat Rimba untuk memajukan pekerjaan Tuhan
di DKI Jakarta & Sekitarnya. 
Bagaikan perasan Alumni UNAI yg melepas kangennya
disaat Home Coming, begitu jugalah dgn Komunitas
Sahabat Rimba ini pasca MGR-2, tepatnya 1 Mei 2008
temu kangen pun terjadi. Tdk hanya sampai disitu,
inspirasi datang, keinginanpun berkembang hingga pd
waktu yg sama dibentuklah Pengurus Sahabat Rimba dgn
Tigor Pakpahan sebagai Pemimpinnya. Gejolak pelayanan
yg selama ini tertahan, kini akan segera dilampiaskan
lewat wadah Sahabat Rimba ini.
Sahabat Rimba bukanlah sekedar pelayan atau aktifis
biasa, mereka adalah umat pilihan yg sdh ditempah
berat, baik mental maupun spritual. Mereka tak pandang
bulu dan tak pilih2 Medan saat melakukan Pelayanan,
bahkan komunitas yg berasal dari beragam jemaat SDA
ini akan bergerak merasuk ke segala kegiatan
kerohanian di DKI-Sekitarnya dan berupaya utk selalu
menampilkan performance yg terbaik utk orang lain,
terlebih lagi utk kemuliaan Allah. 
Komunitas Sahabat Rimba beranggotakan 39 orang MG  dgn
berbagai macam kalangan sosial, ekonomi dan Disiplin
ilmunya. Kondisi seperti itu bukanlah jadi penghambat
ruang gerak mereka, akan tetapi keberagaman itu justru
sangat membantu sahabat Rimba dalam mewujudkan
inspirasi Pelayanan mereka yg beraneka ragam pula.
Terbukti di acara Pathfinder Fair Sahabat Rimba ada,
di Perona pun dia ada,  di Sekolah Minggu Tj Priok pun
dia ada dan di acara Konser Musik Rohani juga ada. 
Sebesar dan sekecil apapun tugas pelayanan yg
diberikan kpd Sahabat Rimba semuanya mereka lakonkan
dgn semangat baja.
Sesuai dgn Motto Sahabat Rimba : "We all do the best",
maka genderangpun ditabuh, mengajak semua anggota
Sahabat Rimba keluar menapak setiap tempat di sudut
kota Jakarta, membuka titik2 pelayanan, menancapkan
tiang2 kerohanian dan Pekabaran Tiga Malaikat yg sakti
itu pun semakin leluasa melayang-layang di udara kota
Jakarta & Sekitarnya.
Apabila Kota Jakarta dilanda banjir kembali, maka
konfrens DKI tak perlu celingak-celinguk mencari siapa
orang yg ditunjuk & dipakai sbg Tim SAR. Cukup dgn
menghubungi Komunitas Sahabat Rimba mimpi itupun
terwujud. 
Tidak hanya di kota, di hutan pun Sahabat Rimba
berjaya. Menyisir bukit yg gundul, menyelamatkan hutan
dgn gerakan seribu pohon adalah program Konfrens DKI,
dan Sahabat Rimba siap ditunjuk sbg pelaksananya.
Kecintaan yg berapi-api terhadap pelayanan tdklah
serta merta membikin Komunitas yg siap menghadapi
zaman kepicikkan Jakub itu berniat mendominasi segala
kegiatan Rohani di DKI-Sekitarnya. Mereka tak akan
sanggup menyabit padi yg menguning di ladang yg masih
luas. Mereka tak akan kuat  melempar jaring dan
menarik jaring yg berisi ikan yg banyak ke dlm bahtera
Allah. 
Sahabat Rimba adalah mitra. Sahabat Rimba adalah
motivator yg hidup. Semua itu jelas terlihat dlm
program2 Sahabat Rimba yg sdh disusun. Mereka akan
melawat ke Jemaat2  DKI & Sekitarnya utk mencari dan
mengajak orang2 muda yg punya materi pelayan sbg
mitranya, memohon dukungan orang tua sbg sponsornya.
Namun, dari semuanya itu materi yg terpenting adalah
kemauan.  
We all do the best bukan sekedar jargon, melainkan
motor, spirit, dan dia adalah bendera yg harus tetap
berjalan di depan .
Hidup Sahabat Rimba, MG yg paling Jaya. Semoga karir,
keluarga, anak, cucu, Ayah-Bunda, Kakek-Nenek, mertua,
pacar, uang, lapar, waktu, jarak, guyuran hujan,
kemacetan lalu lintas dan kenaikan harga BBM tdk
menghalangimu utk berkarya. 


Rgds,

Kocu Ratuhapis-




      

Kirim email ke