--- On Fri, 6/27/08, Pdm Bobby <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Pdm Bobby <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [komunitaskristen] Dasar Keluarga Kristen
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, June 27, 2008, 8:51 PM











                                DASAR KELUARGA KRISTEN
 




Pendahuluan


Perkawinan merupakan institusi tertua di muka bumi. Sebelum segala bentuk 
organisasi ada, keluarga menjadi awal dari segala sesuatu. Allah sendiri yang 
membentuk keluarga. Ketika melihat Adam sendiri, maka Allah mengatakan bahwa 
tidak baik apabila ia sendirian saja (Kejadian 2:18). Maka Allah pun 
menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam dan membawa Hawa kepada Adam (Kejadian 
2:21-23).


Pertemuan keduanya menjadi suatu peristiwa yang penting dalam sejarah kehidupan 
di planet Bumi ini. Oleh sebab, setelah itu merekapun diberkati Tuhan untuk 
menjadi satu keluarga (Kejadian 1:28). Keluarga baru itupun berdiri dengan 
prinsip abadi di segala zaman, yaitu bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan 
ayah dan ibunya untuk bersatu membentuk keluarga baru dengan istrinya (Kejadian 
2:24), dan hidup dalam keintiman dan keakraban (Kejadian 2:25).
 


Pengertian Perkawinan


Apa yang dimaksud dengan pernikahan yang juga disebut sebagai perkawinan itu? 
Dalam Ensiklopedia Indonesia, perkataan perkawinan = nikah, sedangkan menurut 
Kamus Bahasa Indonesia oleh Purwadarminta (1976) kawin = perjodohan laki-laki 
dan perempuan menjadi suami istri; nikah; perkawinan = pernikahan. Selain itu, 
Hornby (1957) menjelaskan bahwa “marriage the union of two persons as husband 
and wife“. Ini berarti bahwa perkawinan adalah bersatunya dua orang sebagai 
suami-istri.


Sementara itu, Undang-undang Perkawinan, yang dikenal dengan Undang-undang No. 
1 Tahun 1974 telah menyebutkan bahwa:
“Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita 
sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang 
bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Ikatan lahir batin antara pria dan wanita dapat dijelaskan sebagai berikut: 
Ikatan lahir adalah ikatan yang nampak dan mengikat antara suami dan istri yang 
telah diatur sesuai dengan Peraturan atau Undang-undang Perkawinan. Kemudian, 
ikatan batin merupakan ikatan yang tidak nampak secara langsung karena ini 
merupakan ikatan psikologis. Ikatan ini terwujud tanpa adanya paksaan tetapi 
berdasarkan hubungan cinta kasih antara suami dan istri.
Jika ikatan lahir dan batin ini tidak terwujud dalam perkawinan, maka hal ini 
dapat menimbulkan masalah-masalah yang bisa mengakibatkan pertengkaran demi 
pertengkaran, pisah ranjang dan akibat-akibat buruk lainnya.
 
Alasan-Alasan Yang Kurang Tepat Dalam Menikah
   1. Menikah karena tuntutan seksual
   2. Menikah karena usia yang sudah cukup lanjut
   3. Menikah karena tidak tahan kesepian
   4. Menikah karena desakan orang tua
   5. Menikah karena mau membalas jasa
   6. Menikah karena tuntutan adat istiadat
   7. Menikah karena belas kasihan
 


Prinsip-Prinsip Perkawinan Kristen
    * Perkawinan adalah antara seorang pria dan wanita (Kejadian 1:26-28).


Dengan kata lain, prinsip perkawinan Kristen adalah perkawinan Monogami (satu 
laki-laki dan satu perempuan) sejak dari awal dunia. Karena itu, kekristenan 
menolak dengan tegas segala bentuk poligami, poliandri maupun perceraian. 
Sebab, perkawinan merupakan kehendak dan disain dari Allah sendiri (Markus 
10:6-9; 1 Korintus 7:10-11).
 
    * Keluarga Kristen terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan yang 
mandiri (Kejadian 2:24).


Seringkali masalah dalam perkawinan sumbernya adalah “campur tangan” keluarga 
terhadap pasangan. Orang tua harus “merelakan” anak-anaknya “meninggalkan” 
mereka, membentuk keluarga dengan pasangannya dan tidak mencampuri urusan rumah 
tangga mereka. Oleh karenanya, setiap pasangan sebaiknya memisahkan diri dari 
keluarga besarnya dan membentuk keluarganya sendiri. Kekecualian apabila 
pasangan tersebut tinggal di pedesaan karena biasanya pada masyarakat pedesaan 
keluarga baru akan tinggal di tanah orang tua laki-laki.


“Meninggalkan” bukan hanya tentang perubahan tempat, melainkan lebih tentang 
perubahan prioritas-prioritas dan kewajiban-kewajiban . Kewajiban utama seorang 
suami tidak lagi kepada orang tuanya, tetapi beralih kepada istrinya. 
Maksudnya, istrinya harus didahulukan daripada ibu dan ayahnya.
Laki-laki harus menempatkan istrinya sebagai prioritas utama dalam hidupnya. 
Bahkan ketika mereka dikarunia anak, istri harus tetap menjadi yang terutama, 
baru setelah itu anak-anak. Prinsip yang sama juga berlaku bagi seorang istri. 
Ia harus mendahulukan suaminya melebihi keluarganya sendiri.


“Menjadi satu daging” memberi makna bahwa hubungan laki-laki dan perempuan 
sebagai satu daging berbeda dari hubungan orang tua dan anak. Menjadi satu 
daging berarti “bersatu, atau melekat, dengan isterinya”. Maksudnya, mengacu 
pada hubungan yang tetap dan permanen tak terpisahkan antara suami dan istri 
dalam segala hal, baik aspek keintiman, seksual, komunikasi, keuangan dsb.
 
    * Perkawinan merupakan relasi yang sepadan (Kejadian 2:18)


Sejak awal dunia, Allah telah menetapkan bahwa hubungan antara laki-laki dan 
perempuan adalah hubungan yang sederajat, seimbang dan sepadan. Hawa tidak 
diciptakan lebih rendah kedudukannya daripada Adam. Hawa justru menjadi 
penolong bagi Adam. Prinsip ini harus direnungkan dalam-dalam. Meskipun mungkin 
seorang pria kedudukannya lebih tinggi dari istri, lebih kaya dan sebagainya, 
namun Allah menuntut bahwa ia harus menghargai istrinya sebagai pasangan yang 
sepadan (bandingkan Amsal 18:22; Pengkotbah 4:9).


Acapkali masalah yang terjadi dalam rumah tangga diakibatkan oleh salah satu 
pasangan yang meremehkan pasangannya, menganggapnya lebih rendah, sehingga ia 
merasa berhak untuk mendominasi rumah tangga.
 
    * Perkawinan sampai maut memisahkan (Roma 7:2)


Kapankah perkawinan berakhir? Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa perkawinan 
hanya dapat berakhir saat salah satu pasangan meninggal dunia. Artinya, firman 
Tuhan menyatakan bahwa perkawinan Kristen adalah perkawinan yang berlangsung 
seumur hidup sampai maut memisahkan.
 
                              3 UNSUR PEMBANGUN KELUARGA
 
                        KOMITMEN - KOMUNIKASI - CINTA KASIH


Keluarga harus dibangun atas dasar Komitmen, Cinta Kasih dan Komunikasi yang 
sehat. Mengapa?
    * Keluarga tanpa komitmen rawan terhadap pengkhianatan.
    * Keluarga tanpa komunikasi mudah retak dan bertengkar.
    * Keluarga tanpa kehangatan cinta kasih rawan terhadap perselingkuhan.
 
Oleh sebab itu, setiap pasangan harus memperjuangan perkawinannya dengan 
sungguh-sungguh mengisi rumah tangganya dengan ketiga pokok tersebut. Bangunlah 
komunikasi yang jelas dan transparan antara suami istri. Hiduplah dalam kasih 
sayang dan cinta yang bergairah antara suami-istri. 



Hiduplah dalam komitmen bahwa perkawinan adalah ikatan seumur hidup yang harus 
dihormati. Maka, sebesar apapun gelombang dan arus kehidupan menerpa, keluarga 
Kristen yang dibentuk akan tetap tahan menghadapinya.
Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan keluarga, beribadahlah dengan 
sungguh dan setia maka Dia akan memberkati keluarga yang kita bangun (Ulangan 
28:1-14).
 




Evaluasi
   1. Apakah tujuan Anda menikah?
   2. Apakah prinsip perkawinan Kristen?
   3. Bagaimana membina hubungan perkawinan yang langgeng?
 


KEPUSTAKAAN
Christenson, Larry, Keluarga Kristen, Semarang: Betania, 1994
Iverson, Dick, Memulihkan Keluarga, Jakarta: Indonesian Harvest Outreach, 1995
Scheunemann, Volkhard, Hidup Sebelum dan Sesudah Menikah, Malang: YPPII,
Supit, Abraham Conrad, Pernikahan, Jakarta: REM
 




 
Blessings in Jesus,





Bobby, M.Th


My Blog http://www.rotihidu p.co.cc
(Blog ttg kehidupan, youth life & love, leadership n Bible study).
 














      

Kirim email ke