--- On Wed, 7/2/08, ~* VieNha *~ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: ~* VieNha *~ <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: #gereja > Mengapa Tuhan Harus Menjadi Manusia?
To: "DB milis" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "gereja" <[EMAIL PROTECTED]>, "religion" <[EMAIL PROTECTED]>, "abay" 
<[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Ayon Ahmed" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ai" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "alexandr" <[EMAIL PROTECTED]>, "ewin amirul" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "andhrah" <[EMAIL PROTECTED]>, "angga" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "arie" <[EMAIL PROTECTED]>, "GeM aa arisandi" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "aryo" <[EMAIL PROTECTED]>, "blendfool69" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "bowo" <[EMAIL PROTECTED]>, "bryan ausie" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"arintoko arintoko budiwan budiwan" <[EMAIL PROTECTED]>, "ratih chairani" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "dandi" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dandiagain" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "daus" <[EMAIL PROTECTED]>, "dewa" <[EMAIL PROTECTED]>, "Diaz" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "spooky DJ" <[EMAIL PROTECTED]>, "donuts" <[EMAIL 
PROTECTED]>,
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "him El" <[EMAIL PROTECTED]>, "epyn" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "erbil" <[EMAIL PROTECTED]>, "Furry" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"gasah_meyu" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gege" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gema" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "geryFS" <[EMAIL PROTECTED]>, "hadi hadi" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "ham" <[EMAIL PROTECTED]>, "hani" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "HenLy" <[EMAIL PROTECTED]>, "hesty" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "iborFS" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ija" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"iman SUtiono" <[EMAIL PROTECTED]>, "YOhan Indomaret" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Indra" <[EMAIL PROTECTED]>, "ipenk" <[EMAIL PROTECTED]>, "iwan" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Jims" <[EMAIL PROTECTED]>, "jogie" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "DinoT juwitasari" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "lisa" 
<[EMAIL PROTECTED]>,
 "Lody - CPI" <[EMAIL PROTECTED]>, "matius" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "metha" <[EMAIL PROTECTED]>, "andre nigo" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"nina" <[EMAIL PROTECTED]>, "nina cantik" <[EMAIL PROTECTED]>, "oche" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "olly" <[EMAIL PROTECTED]>, "bay Pasig" <[EMAIL PROTECTED]>, "pia" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "pisca pisca" <[EMAIL PROTECTED]>, "pisca" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Surya Prakash" <[EMAIL PROTECTED]>, "rita" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"RiTa RiTa" <[EMAIL PROTECTED]>, "rudi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], 
"nitin sharma" <[EMAIL PROTECTED]>, "Nitin sharma" <[EMAIL PROTECTED]>, "Ugi 
Sismarendra" <[EMAIL PROTECTED]>, "sizta" <[EMAIL PROTECTED]>, "surya" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Adjie W." <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], "yesto2" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, July 2, 2008, 12:17 AM









Mengapa Tuhan Harus Menjadi Manusia?
http://ervinabudiwu lansari.blogspot .com/2007/ 12/mengapa- tuhan-harus- 
menjadi-manusia. html

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul 
belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan 
tulus, setia kepada keluarganya, dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. 
Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja 
di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.

"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu 
kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja, "tapi saya tidak dapat mengerti 
mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi 
saya."

Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah 
malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.

"Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. 
Saya akan menunggumu sampai pulang."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar 
jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke 
kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit 
kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia 
berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.


Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan 
burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam 
badai salju, dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat 
berteduh.

"Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini," pikir pria 
itu. "Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?"

Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu 
pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu 
mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya 
lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke 
dalam.

Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke 
rumahnya untuk mengambil remah-remah roti, dan menebarkannya ke salju untuk 
membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu 
tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas 
salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi 
justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang 
hangat itu.

"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria 
itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk 
memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi 
seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada 
tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama 
beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.

Kemudian dia terjatuh pada lututnya and berkata, "Sekarang saya mengerti," 
bisiknya dengan terisak. "Sekarang saya mengerti mengapa Kau mau menjadi 
manusia." 

 
Warm Regards, 

c",) Vienha 

email/YM : [EMAIL PROTECTED] com
http://www.friendst er.com/vienha
http://ervinabudiwu lansari.blogspot .com

 














      

Kirim email ke