ya betul sekali kalo DOA itu adalah seperti kita bernafas... dan doa juga 
sebagai sarana kita untuk meminta kepada TUHAN... cuman sekarang masalahnya... 
adalah ketika apa yang kita minta tidak diberikan oleh TUHAN? apakah kita bisa 
mengerti bahwa TUHAN punya kehendak segala sesuatu terhadap kehidupan kita...?
ok ..bagi TUHAN tidak ada yang mustahil, tetapi kalo TUHAN tidak menghendaki 
itu terjadi maka hal itu tidak akan terjadi..? yan kan?
contoh yg simple lah... mengenai doa kepada orang sakit? kalau memang bagi 
TUHAN tidak ada yang mustahil,, mengapa orang sakit tersebut bisa akhirnya 
meninggal? sedangkan kita sudah mendoakannya bahkan sampai berpuasa pun?
 
saya hanya ingin kita berparadigma bahwa apabila kita meminta kepada TUHAN yang 
pada akhirnya tidak dikabulkan masih sanggup kah kita untuk tetap sabar dan 
setia?
karena banyak kasus umat2 TUHAN yang "lepas" hanya karena masalah yang satu 
ini, sudah banyak berdoa, renungan tiap hari, baca alkitab tiap hari tetapi 
to..apa yang dia harapkan TUHAN berikan tidak tercapai...
 
saya salut dengan 3 sahabat kita, Sadrak mesak dan obednego... mereka katakan 
bahwa walaupun TUHAN yang kami sembah tidak melepaskan kami dari perapian yang 
menyala ini kami tetap tidak akan menyembah patung yang tuanku buat...
inilah yang memotivasi saya untuk bisa berani mengatakan bahwa kalau TUHAN 
menghendaki segala sesuatu terjadi maka hal itu akan terjadi...kalau tidak maka 
hal yang buruk bagi kita akan terjadi sebaliknya bagi TUHAN itu adalah jalan 
yang terbaik..

--- On Thu, 7/3/08, jhejhe tahapary <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: jhejhe tahapary <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [PA-DKI] Mengapa Kita Berdoa ??
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thursday, July 3, 2008, 8:09 PM








simple think, kenapa kita bernafas?? karna bernafas dan berdoa adalah satu 
satunya cara kita tetap hidup.


Jeje Tahapary
KIWI - Kasih Itu Wujud Ilahi



----- Original Message ----
From: Heru Prasetyo <Heru_gprasetyo@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] com
Sent: Friday, July 4, 2008 8:39:20 AM
Subject: [PA-DKI] Mengapa Kita Berdoa ??








Subjectnya saya ganti keberatan tidak??..
 
Mengenal yang saya maksud adalah "Experience Him", "Experience His Presence", 
Kalau cuma mengenal saja, bisa jadi kita cuma tahu doang, seperti kita tahu 
presiden SBY, tapi apakah kita kenal dari hati ke hati ??, sama dengan "To Know 
God" jangan-jangan kita cuma tahu doang, tapi tidak kenal hati ke hati?? Banyak 
orang yang tahu Tuhan bahkan hampir semua tahu Tuhan, Kristen, Cath, Musl, 
Hind, Bud.. dll.. pertanyaannya apakah experiencing Him?? well I doubt it.. 
bahkan banyak yang berdoa menggunakan nama Tuhan-Tuhan untuk mengutuk orang 
lain untuk menjustifikasi dirinya sendiri. Banyak yang menyebut Tuhan Tuhan, 
tetapi Tuhan katakan "Aku tidak mengenal kamu".
Atau boleh jadi kita mengaku tahu Tuhan, tetapi ternyata tahu dari sumber yang 
salah, sehingga picture kita mengenai Tuhan akhirnya salah fatal, karena kita 
lebih percaya pada sumber yang berasal dari kebohongan setan atas karakter 
Tuhan. Apapun yang kita lakukan selama gambaran kita tahu Tuhan berasal dari 
sumber yang salah maka "expereince His Presence" akan semakin jauh.
Untuk tahu Tuhan boleh sekolah sampai dapat gelar profesornya profesor (maaf 
bukan menghakimi profesor he..he..), tapi untuk experience Him dari hati ke 
hati yang dibutuhkan adalah total surrender, doa yang tidak berkeputusan. .
Banyak yang mengaku sudah tahu Tuhan lewat ilmu-ilmu theologia tinggi tetapi 
tetap saja cannot expereince Him, namun banyak juga orang-orang yang sangat 
sederhana mungkin kita bisa bilang nggak punya pendidikan, bahkan materinya 
payah namun tetap hidup dalam kedamaian bersama Tuhan...
 
So doa is "building relationship" building expereince
If we don't regularly take time for bible and prayer we will eventually die 
spiritually (John 6:53),  Just because you read the bible and pray doesn't mean 
you'll have a relationship with God, but if you don't you won't (John 5:39).
 
Any comments??
rgds
   

--- On Thu, 7/3/08, Romie Simanjuntak <romie.simanjuntak@ gmail.com> wrote:

From: Romie Simanjuntak <romie.simanjuntak@ gmail.com>
Subject: Re: [PA-DKI] ADA DISKUSI NIH AYO BERIKAN PENDAPAT
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Thursday, July 3, 2008, 6:02 PM





Mengapa kita berdoa ? Itu mungkin topik yg lebih tepat untuk pembahasan ini. 
Karena sepertinya pembahasan sudah bergeser dari pertanyaan semula. Mengapa 
kita berdoa bila Tuhan sudah mengetahui segala sesuatu ? Mengapa kita berdoa 
bila Tuhan sudah mengetahui apa yang akan kita minta bahkan sebelum kita 
memintanya ? Mengapa kita berdoa bila kita tidak bisa merubah apa yg akan 
terjadi apalagi merubah rencana yg Tuhan sudah buat? Mengapa kita berdoa bila 
Tuhan sudah pasti akan memberi untuk kebaikan manusia seperti yg dikatakan bro 
Heru ? Why alias Mengapa ?

Bila ditanya mengapa maka jawabannya pasti dimulai "karena"..hehe
 
Karena Doa adalah satu-satunya jalan yg kita miliki saat ini untuk menjalin 
komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Oleh karena itu saya tidak sependapat 
dengan Bro Heru bila dikatakan tujuan utama berdoa adalah untuk mengenal Tuhan 
(Get to know Him) karena dalam berdoa anda SUDAH harus mengenal kepada Tuhan yg 
mana anda tujukan doa tersebut. 
 
Doa Yabes menunjukkan hal tersebut. Dia berseru kepada "Allah Israel", 
pertanyaannya sekarang apakah kita tahu kepada Tuhan yg mana kita tujukan doa 
kita ? Bukan tanpa alasan Doa Bapa Kami dimulai dengan "Bapa kami yg di 
surga"...itu sebabnya sebelum anda berdoa maka syarat utama adalah ANDA HARUS 
TAHU KEPADA SIAPA DOA ITU ANDA TUJUKAN !! Bila anda baru berdoa untuk mengenal 
Dia maka sia-sia dikirimkan nabi-nabiNya, sia-sia dunia dan segala isinya 
diciptakan olehNya, sia-sia kita baca Alkitab siang dan malam. Anda sudah harus 
mengenal Tuhan yg mana anda tuju dalam doa anda.
 
Sebagai pelengkap wawasan, Alkitab mencatat beberapa fakta mengenai doa:
- Doa sebagai sarana untuk menjalin hubungan secara intens, melakukan segala 
hal bersama Tuhan, dan berbagi permasalahan hidup dengan Tuhan kita. Baca Kej 
18:16-33 dimana hal tersebut dialami Abraham bersama Tuhan. Hal ini pula yg 
dilakukan Tuhan Yesus selama di dunia, secara konstant bertemu dengan Tuhan 
untuk mengetahui rencana Tuhan, menolak godaan, meminta dukungan, mengucap 
syukur dan berdoa bagi sesamanya.
- Dengan berdoa kita sudah mengenal Tuhan kita dan memberikan persembahan 
kemuliaan, kehormatan dan penyembahan hanya kepadaNya. Baca Doa Bapa Kami yg 
diajarkan Tuhan Yesus.
- Dengan berdoa kita meminta petunjuk dari Tuhan. Baca Mat 7:7-11
- Murid-murid Yesus juga mengajarkan hal berdoa sbb :

a. Dalam Fil 4:6 - Paulus mengatakan jangan kuatir akan apapun juga tapi 
nyatakan keinginanmu pada Tuhan dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
b. Dalam Yak 1:5-7 - Yakobus jelas mengatakan Tuhan tidak akan memberikan 
permintaan orang yg bimbang hatinya, sebab orang yg mendua hati tidak akan 
tenang hidupnya
 
Jadi, sekarang kuncinya ditangan anda... sudahkah anda mengenal Tuhanmu ? Bila 
sudah berdoalah kepadaNya maka segala permohonanmu yg sesuai kehendakNya dalam 
kehidupanmu akan dikabulkanNya. Itu adalah janjiNya yang Dia sudah berikan dan 
tertulis di Alkitab.
 
Sebagai tambahan diskusi...Bila anda belum terima jawaban Doa, maka rubahlah 
cara anda berdoa. Kuncinya adalah seperti 1 Yoh 5:14 katakan doa kita akan 
dijawab bila sesuai dengan kehendakNya. Contohnya seringkali kita berdoa 
memohon berkat tapi berkat tidak kunjung datang. Maka rubahlah cara berdoa dan 
pola pikir anda dengan meminta Tuhan menjadikan anda saluran berkat ! Karena 
Tuhan menghendaki semua manusia menjadi saluran berkat bagi sesamanya. Tapi 
ingat jangan hanya dibibir saja pola pikir harus sudah berubah saat anda 
mengucapkan doa tersebut, yakni anda sudah harus menjadi saluran berkat dengan 
apa yg anda miliki saat ini. Bila anda ragu dan bimbang apa yg anda miliki saat 
ini akan habis sebelum berkat Tuhan itu datang, itu tandanya anda belum kenal 
siapa Tuhan yg anda tuju dalam doa anda.
 
Silahkan berdiskusi.
 
Rgrds,
Romie Simanjuntak
 


 
On 7/3/08, Heru Prasetyo <Heru_gprasetyo@ yahoo.com> wrote: 










Main focus berdoa sebenarnya bukanlah mengenai jawaban, tetapi lebih mengetahui 
/ mengenal kepada Siapa kita berdoa. Primary goal dalam doa adalah "Get to know 
Him", not to get answers. Mungkin sedikit radikal tetapi itulah kenyataannya. 
Jawaban doa hanyalah akibat dari To Know him. Jika focus kita adalah jawaban, 
sesungguhnya ada resiko kita tidak lagi suka berdoa bila kita bosan dengan 
jawaban (ya/tidak). Bisa dibayangkan apakah tokoh-tokoh dalam alkitab yang 
selalu berdoa, apakah mereka terlalu banyak permintaan yang ditunggu jawabanya? 
Ataukah mereka memang suka sekali berdoa kerena mereka tahu kepada siapa mereka 
berbicara dan senang berada di wilayah/lingkungan tempat kepada siapa dia 
berdoa (dihadirat Allah). Mereka tahu ketika mereka berdoa, hati mereka 
terangkat kehadiratNya dan mereka akan selalu senang berada serta berbicara 
bersamaNya dihadiratNya.
Step to Christ hal 93 " Prayer is the opening of the heart to God as friend".
Tuhan sudah natureNya adalah "Giving" and "Forgiving". Tidak dimintapun Ia 
sudah berikan itu semua untuk kebaikan umat manusia sebagai sebuah karunia yang 
luar biasa bagi semua orang. Salah satu alas an kita meminta adalah karena kita 
memang sangat bergantung kepadaNya tidak bisa tidak karena sedikit saja lepas 
dari Dia maka jadi makanan empuk musuh, karena itu berdoalah dengan tiada 
berkeputusan. Ingat Daniel 10 bagaimana setelah 21 hari Daniel berdoa dan 
berpuasa barulah dia mendapat pencerahan, namun dia baru tahu bahwa sejak hari 
pertama ia berdoa sebenarnya jawabanya sudah datang, namun karena ada kuasa 
kegelapan maka jawaban itu sepertinya terhalang.
Allah tidak pernah menyatakan "tidak" bila itu menyangkut kebaikan bagi umat 
manusia, namun dalam hal ini mungkin hanya perspektif kita yang menyatakan 
tidak. Manusia cenderung memiliki kontrol yang lebih besar dibanding kontrol 
Tuhan ketika berdoa / meminta sesuatu padahal sebenarnya berdoa itu menyerahkan 
atau memperbesar wilayah kontrol Tuhan serta memperkecil atau meniadakan sama 
sekali kontrol kita sehingga Tuhan bisa dengan leluasa bekerja untuk kebaikan 
kita.
Tuhan tidak bisa bekerja dengan memaksa kita untuk selalu menerima / menurut  
apa yang Ia inginkan, karena ia telah berikan "Free Will". He is dealing with 
human Power of Choice. 
Ada sebuah kutipan yang mengatakan:
"The surrender of the "will" is the surrender of the "power of choice", but we 
use our power of choice to surrender it. We give up our power of choice toward 
behavior, we keep our power of choice toward relationship" . Lebih lanjut 
dalami (Filipi 2:13, Roma 6:11)  
 
Lalu bagaimana dengan pertanyaan "Mengapa hal-hal tertentu yang sepertinya 
tidak baik menimpa kita"?? kalau memang Tuhan itu sangat kasih yang selalu 
menjawab doa kita.??
 
Bagaimana jika kita ubah dari perspektif kita kedalam kacamata Tuhan dengan 
ungkapan dari Tuhan mengatakan:
Disaat dirimu tertimpa penderitaan, disaat dirimu ditimpa kemalangan Aku 
berusaha sekuat tenaga untuk mencegahnya, Aku berusaha untuk menghalanginya 
supaya engkau terlindungi, bahkan pada saat dirimu akhirnya beristirahat untuk 
sementara waktu Aku tidak pernah putus untuk selalu memberikan berkat kebaikan 
bagimu. Tunggu disaat Aku datang kembali yang kedua ini dan membangunkanmu dari 
istirahatmu, kamu boleh melihat semua yang telah Aku lakukan untukmu seumur 
hidupmu barulah engkau boleh mengerti betapa besar kasihKu padamu.  
 
Rgds
Heru 

--- On Thu, 7/3/08, Romie Simanjuntak <romie.simanjuntak@ gmail.com> wrote:

From: Romie Simanjuntak <romie.simanjuntak@ gmail.com>
Subject: Re: [PA-DKI] ADA DISKUSI NIH AYO BERIKAN PENDAPAT
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Thursday, July 3, 2008, 12:53 AM 






Komentarnya Bro Mario dari Jayapura (dah kenalan lewat japri) sepertinya udah 
benar sehingga tidak ada yg mau komentar menyanggahnya. Tapi apakah ini berarti 
kita tidak boleh meminta sesuatu yg kita perlukan dan untuk kepentingan kita 
lewat doa kepada Tuhan ? Jawabannya tentu saja boleh anda meminta sesuatu 
kepada Tuhan, kan sudah dibilang mintalah maka akan diberi. Saya akan berikan 2 
ayat di Alkitab yg mendukung pendapat saya diatas dan sekaligus menjawab 
pertanyaan doa permintaan seperti apa yg akan dijawab YA oleh Tuhan ? :
 
- Kunci dalam doa adalah jika kita meminta sesuatu menurut kehendakNya (1 
Yohanes 5:14-15)
"14) Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan 
doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.(15) Dan 
jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita 
juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta 
kepada-Nya."
- Doa Yabes yg sangat terkenal membuktikan bahwa doa permintaan berkat pribadi 
pun didengar oleh Tuhan (1 Tawarikh 4:9-10)
 "(9) Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu 
diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan 
kesakitan." (10) Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau 
memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu 
menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan 
tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
 
Dari 2 ayat diatas bisa kita lihat bahwa Doa untuk permohonan pribadi pun akan 
dijawab Tuhan. Dan jawaban Tuhan cuman ada 2 yaitu Ya dan Tidak. Tidak ada 
jawaban "Tunggu", emang Tuhan kurang kerjaan mengulur-ngulur waktu buat kita. 
Yang jelas apapun jawaban Tuhan baik Ya ataupun Tidak, kita tidak boleh protes 
mengenai timingnya, ingat waktu Tuhan tidak sama dengan waktu manusia (2 Petrus 
3:8).
 
Sekedar berandai-andai bila anda pernah melihat film Bruce Almighty yg 
dibintangi oleh Jim Carrey, dimana tokoh utama Bruce mendapat power untuk 
menjadi Tuhan dan harus mendengarkan jutaan doa setiap saat dan akhirnya dia 
memilih menjawab YES untuk semua doa yg masuk. Anda tahu akibatnya terjadi 
kekacauan dimana-mana karena setiap orang mendapatkan keinginannya dan akhirnya 
manusia tidak tahu apa yg diinginkannya lagi. Moral storynya, tetaplah berdoa 
dan bersyukurlah bila Tuhan menjawab TIDAK atas doa pribadimu sehingga kita 
bisa memilah-milah lagi apa sebenarnya yg kita inginkan dalam hidup ini dan 
menyesuaikannya dengan tujuan hidup anda.
 
Silahkan dilanjutkan diskusinya.
 
Rgrds,
Romie Simanjuntak
 
On 7/2/08, pisctwentyfour <pisctwentyfour@ yahoo.com> wrote:

satu yang masih menjadi tanda tanya buat saya adalah kebanyakan kita berdoa 
hanya untuk meminta saja... dan mengacu kepada ayat yang mengatakan bahwa 
mintalah makan akan diberikan kepadamu, dst...
 
tapi kadang apa yang kita minta tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan,, 
ironis kan kita berdoa kepadaNya tapi gk dikasi? kalau memang bagi Tuhan gk ada 
yang mustahil, kok semua yang jelek2 terjadi sih..?
 
nah saya akan mencoba untuk membuka pikiran kita semua bahwa... Tuhan itu maha 
tahu, ia tahu segala kebutuhan kita... jadi doa itu bukan untuk meminta tapi 
untuk menyembah DIA, bersyukur atas segala berkatNya... 
 
sampai2 ada yang berkhotbah bahwa jawaban dari doa adlah 3 jenis yaitu ya, 
tidak dan tunggu,,, sedangkan menurut pemikiran saya adalah jawaban cuman 
satu...yaitu :
BIARLAH KEHENDAKMU YANG JADI... kalau memang Tuhan mo berkehendak itu yang 
terjadi maka itu lah yg jadi... kita gk bisa lagi untuk berargumentasi, 
menyelah, bertanya : knp Tuhan? ya kan?
 
saya membuka forum, untuk teman2 bisa berpendapat. ..
jbu

 





 














      

Kirim email ke