Nggak lama lagi kok Rama, insya Allah....
 
Semua indah pada waktunya kok, as long as you do your best and let God to the 
rest.
 
GBU,

--- On Wed, 7/2/08, Rama Silitonga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Rama Silitonga <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [Pemuda Advent] ADA DISKUSI NIH AYO BERIKAN PENDAPAT
To: [email protected]
Date: Wednesday, July 2, 2008, 12:27 AM








Hmm,, Sama ga ya sama kasus ini,, ”kadang dalam hati/pikiran suka bilang gini: 
Kapan Tuhan?? Kapan?”
 
Cheers J
 

 
-----Original Message-----
From: pemuda_advent@ yahoogroups. com [mailto:pemuda_ [EMAIL PROTECTED] ps.com] 
On Behalf Of pisctwentyfour
Sent: Wednesday, July 02, 2008 12:21 PM
To: [EMAIL PROTECTED] com; PEMUDA ADVENT
Subject: [Pemuda Advent] Re: [PA-DKI] ADA DISKUSI NIH AYO BERIKAN PENDAPAT
 







satu yang masih menjadi tanda tanya buat saya adalah kebanyakan kita berdoa 
hanya untuk meminta saja... dan mengacu kepada ayat yang mengatakan bahwa 
mintalah makan akan diberikan kepadamu, dst...
 
tapi kadang apa yang kita minta tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan,, 
ironis kan kita berdoa kepadaNya tapi gk dikasi? kalau memang bagi Tuhan gk ada 
yang mustahil, kok semua yang jelek2 terjadi sih..?
 
nah saya akan mencoba untuk membuka pikiran kita semua bahwa... Tuhan itu maha 
tahu, ia tahu segala kebutuhan kita... jadi doa itu bukan untuk meminta tapi 
untuk menyembah DIA, bersyukur atas segala berkatNya... 
 
sampai2 ada yang berkhotbah bahwa jawaban dari doa adlah 3 jenis yaitu ya, 
tidak dan tunggu,,, sedangkan menurut pemikiran saya adalah jawaban cuman 
satu...yaitu :
BIARLAH KEHENDAKMU YANG JADI... kalau memang Tuhan mo berkehendak itu yang 
terjadi maka itu lah yg jadi... kita gk bisa lagi untuk berargumentasi, 
menyelah, bertanya : knp Tuhan? ya kan ?
 
saya membuka forum, untuk teman2 bisa berpendapat. ..
jbu

--- On Tue, 7/1/08, harris budi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: harris budi <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [PA-DKI] Percakapan dengan Tuhan
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Tuesday, July 1, 2008 , 10:07 PM






Brother Angkir,
Ada satu kebiasaan, yg barangkali juga merupakan ciri khas dari Tuhan kita ini.
Apabila kita bertanya kepada Nya, maka Putra Bunda Maria ini akan menjawabnya 
dengan pertanyaan juga, bahkan sesekali Beliau menjawabnya dengan cerita 
Perumpamaan. 
Dalam sebuah komik Rohanipun aku pernah membaca :
..."Hingga suatu hari, tertidurlah aku dibawah pohon yg rindang dimana dalam my 
delicious sleep (tidurku yg enak) itu, Pria yg pernah jalan di atas air itu 
berkata : "Jangan tanya apa yg akan Ku berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa 
yg engkau berikan kepadaKU"
 
GBU, Bro Angkir..
 
Rgds,

--- On Wed, 7/2/08, Andreas Simorangkir <andreas.simorangkir @indosurance. com> 
wrote:

From: Andreas Simorangkir <andreas.simorangkir @indosurance. com>
Subject: [PA-DKI] Percakapan dengan Tuhan
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Wednesday, July 2, 2008 , 10:56 AM



Good thought guys! Thanks.
 
Aku     : "Zzzzz Zzzzz Zzzzz......"

TUHAN : "Bangun !!!"

Aku     : "Hmmm.... siapa ya ?"

Tuhan : "AKU ??? AKU TUHAN.  AKU dengar di doamu, kau ingin bicara langsung 
dengan-KU, maka doamu KU-kabulkan. "

Aku (tertegun) : "Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan,. Lalu kita ada di 
mana ?"

TUHAN : "Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara."

AKU (tertegun) : "Ooooh..."

TUHAN : "KU-dengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada KU.  AKU 
ingin mendengarnya sekarang."

Aku     : "Benar.  Bisakah sekarang kumulai ?"
Tuhan  : "Tentu."

Aku     : "TUHAN, tahukah ENGKAU bahwa dunia yg KAU ciptakan ini penuh dengan 
ketidakadilan.  Banyak orang percaya dianiaya.  Orang benar menderita.  Itu 
tidak adil TUHAN !"

TUHAN : "Menurutmu, apakah adil, ketika AKU mati di kayu salib untuk menebus 
dosa-dosamu? ?"

Aku     :    "Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu 
?"

TUHAN : "Apakah penderitaan itu selamanya ? Mengapa ketika menderita manusia 
selalu bertanya "mengapa harus aku?". Tetapi, ketika senang, mereka tidak 
pernah bertanya, "mengapa harus aku ?"

Aku     : "Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?"

TUHAN : "Kau yakin ?"

Aku     : "Ya... walaupun tidak semua ..."

Tuhan : "Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah, seberapa lama kau akan 
senang, kau bisa membuktikannya sendiri."

Aku     : "Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani, mengapa KAU selalu 
mendatangkan cobaan dan masalah?"

TUHAN  : "Masalah KU-datangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi, tapi untuk 
diselesaikan.  Cobaan KU-datangkan untuk menunjukkan adanya diri-KU, dan 
perlunya berserah pada-KU."

Aku     : "Tapi, setiap masalah datang, Aku selalu berdoa meminta jalan 
keluar.  Tetapi,  kadang KAU tidak memberinya ? Mengapa ?"

TUHAN : "Mengapa ? Pertanyaan bagus!  Mengapa setiap firman yang KU-perintahkan 
padamu, kau tidak pernah melakukannya atau selalu menunda-nunda ? Sebelum 
engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu."

Aku     : "Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?"

TUHAN : "Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu, sampai mereka 
kehilangan semuanya.
 
Aku     : "Karena itulah TUHAN, mengapa penyesalan selalu datang terlambat ?  
Itu menyebalkan. .."
TUHAN : "Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya. Kalau belum menyesal, 
manusia tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya. "

Aku     : "Memang benar.  Tapi, penyesalan selalu mendatangkan penderitaan. "

TUHAN : "Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan. Pertama, segera 
bangkit dan meninggalkan duka-citanya. Itu membuat manusia makin kuat dan 
terasah. Kedua, berkata : "Aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk 
dijalani". itu mendatangkan penderitaan. "

Aku     : "Perlukah aku memelihara doa dan waktu untuk-MU setiap harinya ?"
Tuhan : "Perlukah AKU mejagamu dan mengawasimu setiap harinya ?"

Aku     : "TUHAN, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha, tapi selau gagal 
! Mengapa ?"
TUHAN : "Berapa kali kau mencoba ?"
 
Aku : "Katakanlah 10 kali."

TUHAN : "Bagus. Kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil. 
Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman. Manusia tidak pernah gagal, sampai 
dia berhenti berusaha."

Aku     : "Tapi, semua itu terlalu beresiko TUHAN. Setiap usaha mempunyai 
resiko."

TUHAN : "Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko, kau telah 
mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !"

Aku     : "Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?"

TUHAN : "Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur. Hidup ini 
sebenarnya indah. Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu, 
tetapi belajarlah menguasai masalah. Ah, waktu kita habis, kau sudah harus 
bangun pagi..."

Aku     : "Kapan kita bisa berbicara seperti ini lagi ?"

Tuhan : "Kapanpun.  Sebenarnya jarak Kita hanya dipisahkan oleh doa."

Aku     : "Oke, terima kasih TUHAN atas pembicaraan yg indah ini."

TUHAN : "Sama-sama."

Aku pun terbangun dari mimpiku..... .
 
 

Best of Regards,
 
Andreas Simorangkir
Broking III Division
 
PT. INDOSURANCE BROKER UTAMA
Sudirman Plaza Complex
Indofood Tower 17th floor
Jl. Jend Sudirman Kav 76 -78
Jakarta 12910
P/+62 21 5793 6000
F/+62 21 5793 6006
M/ 0818 887058
Email : andreas.simorangkir @indosurance. com
Website : www.indosurance. com
 
"I would rather be able to appreciate things I cannot have than to have things 
I am not able to appreciate”
 
P Save a tree.. Please don't print this e-mail unless you really need to


 
 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.4.3/1527 - Release Date: 6/30/2008 6:07 
PM

 
 














      

Kirim email ke