Sebenarnya majelis hanya menilai dan keputusan disiplin atau tidak itu ada pada konfrensi jemaat.
----- Original Message ----- From: Darmawan Triosa To: [email protected] Sent: Tuesday, July 08, 2008 8:48 AM Subject: Re: [Pemuda Advent] MENGENAI DISIPLIN DI GEREJA anggota majelis kan bukan pelaksana undang undang hukum rohani....... anggota majelis hanya bereaksi bila anngota gereja ada yang berbuat kesalahan dan diprediksi akan mengganggu atau melemahkan iman seseorang dalam organisasi......jikia seseorang melakukan kesalahan sendiri melanggar hari sabat...maka itu urusan dengan Tuhan..... tetapi jika pelanggaran itu sudah mengganggu organisasi maka majelis perlu bertindak ----- Original Message ----- From: MiNuL To: [email protected] Sent: Tuesday, July 08, 2008 7:50 AM Subject: Re: [Pemuda Advent] MENGENAI DISIPLIN DI GEREJA cuma pendeta sama penatua jemaat yang berhak jawab menurut gue dan ini juga kebingungan gue yang pernah gue share waktu jam sekolah sabat di triwulan lalu.. Sometimes finding the truth is easier than facing it MiNuL http://minulinkin.multiply.com/ --- On Tue, 7/8/08, pisctwentyfour <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: pisctwentyfour <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Pemuda Advent] MENGENAI DISIPLIN DI GEREJA To: [email protected] Date: Tuesday, July 8, 2008, 7:31 AM btw about disiplin di gereja knp hanya dosa perzinahan saja yang kena disiplin? knp dosa2 yang lain seolah olah diabaikan ...(seperti contoh mungkin ketahuan kerja hari sabat, korupsi..dll) bukan kah semua dosa itu sama, tidak ada yang namanya besar atau kecil yang namanya dosa ya tetap aja dosa...ya kan? --- On Mon, 7/7/08, Echel <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > From: Echel <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN? > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Date: Monday, July 7, 2008, 3:45 AM > Wahh....makin jauh nih diskusinya ..... > Pendapat saya : > > 1. Anak yang dilahirkan dari perzinahan sekalipun, adalah > karunia Tuhan. Anak tersebut tidak boleh didiskriminasi. > 2. Kaputusan majelis jemaat dan konfrensi jemaat untuk > melalukan disiplin harus dipertimbangkan dengan matang. > Seorang yang hamil karena korban perkosaan tidak seharusnya > mendapatkan disiplin tapi justru harus mendapatkan dukungan > dari jemaat. > 3. Pada kasus tertentu, disiplin harus dilakukan supaya > jemaat Tuhan tidak dipermalukan dan merusak pekerjaan > Tuhan. > > Bila diperhatadapkan pada kemutusan yang sulit, misalnya > seorang wanita diperkosa maka pertimbangan yang sangat > matang harus dipikirkan apakah bayi itu akan dipertahankan > atau tidak. > > Dalam Alkitab tidak pernah dibicarakan secara khusus > mengenai Aborsi namun ada banyak ayat Alkitab yang > menyatakan bahwa janin dalam kandungan adalah mahkluk hidup > ciptaan Tuhan (Masmur 139 : 13-16) dan mengakhiri kehidupan > termasuk yang masih ada dalam kandungan adalah pembunuhan. > Dalam Keluaran 21 : 22-25 diterapkan hukuman bagi mereka > yang menyebabkan terjadinya kematian dalam kandungan dan > hukuman itu sama terhadap kematian orang dewasa. Hal ini > dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi > dalam kandungan sebagai manusia sama seperti orang dewasa. > Aborsi sebenarnya bukan sekedar soal hak perempuan untuk > memilih. Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia > yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6). > > Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan untuk > membenarkan diri melakukan aborsi, diantaranya alasan > adanya kehamilan yang tidak diinginkan entah akibat > hubungan terlarang atau perkosaan, kesulitan ekonomi, dan > alasan klasik lainnya tetapi yang menjadi pertanyaan, > apakah dengan melakukan aborsi segala masalah dapat > terselesaikan bahkan dengan mengorbankan nyawa tidak > berdosa ? Melahirkan anak dengan faktor pencetus yang tidak > diinginkan memang dihadapkan pada masalah yang rumit > dikemudian hari namun bukan berarti aborsi adalah pilihan > terbaik. Selalu saja ada jalan keluar dan solusi yang baik > bagi mereka yang memilih pilihan yang lebih positif. Anak > yang lahir sebagai hasil pemerkosaan atau hubungan seks > terlarang dapat saja diadopsi oleh keluarga yang tidak > memperoleh anak bahkan bukanlah hal yang mustahil anak > tersebut tetap dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh > ibunya. Seorang bayi yang telah terbentuk tidak seharusnya > dihukum oleh karena perbuatan jahat ayahnya atau perbuatan > terlarang kedua orang tua atau perbuatan tidak terencana > kedua orang tuanya. > > Alasan yang penuh pertimbangan untuk aborsi bila dokter > dihadapkan pada pilihan yang berat. Pada kasus-kasus > tertentu dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi bila > kemungkinan besar bila bayi dalam kandungan dipertahankan > akan membahayakan nyawa ibunya atau pertumbuhan bayi yang > abnormal sehingga kemungkinan besar sang bayi tidak akan > berumur panjang atau akan membawa cacat bawaan yang > permanen. Setiap pasangan yang menghadapi pilihan yang > sulit hendaknya meminta hikmat Tuhan (Yakobus 1 : 5) > sehingga dapat menentukan pilihan yang tepat. > > Bagi mereka yang telah dengan terpaksa melakukan aborsi, > dosa aborsi tidaklah lebih sulit diampuni dibanding dengan > dosa-dosa lainnya. Melalui iman dalam Kristus, semua dosa > apapun dapat diampuni (Yohanes 3:16; Roma 8:1; Kolose > 1:14). Perempuan yang telah melakukan aborsi, atau > laki-laki yang mendorong aborsi, atau bahkan dokter yang > melakukan aborsi, semuanya dapat diampuni melalui iman di > dalam Yesus Kristus. > > > > ----- Original Message ----- > From: Darmawan Triosa > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Sent: Monday, July 07, 2008 4:59 PM > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH > KARUNIA TUHAN? > > > > apa yang diputuskan oleh peraturan jemaat kan hanya untuk > kepentingan disiplin organisasi.. benar tidaknya keputusan > diambil kan itu urusan majelis kepada Tuhan...akan tetapi > sekiranya ada anggota gereja dicoret dan dipecat dari > gereja...itu kan bukan berarti namanya dibuku kehidupan > surga juga di coret...nga lahh. > tergantung dari sudut mananya kita liat....apakah dari > sudut disiplin ato dari sudut penghakiman. ..kalo saya sih > prinsipnya manusia tidak boleh menghakimi manusia...karena > itu hanya hak prerogratif TUHAN.jadi diperlukan ke hati > hatian dalam mengambil keputusan jemaat kepada orang yang > bersalah . Karena kita Tahu... majelis gereja Bukan > Tuhan...kadang kadang sering diplesetkan Majelis= Manusia > jelmaan Iblis banyak kan terjadi di gereja gereja... > ----- Original Message ----- > From: Darmawan Triosa > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Sent: Monday, July 07, 2008 4:50 PM > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH > KARUNIA TUHAN? > > > > untuk hal ini anda bisa tanya ke confrence.. peraturan > manusia ato organisasi kan bisa salah...buktinya liat aja > peraturan sidang sudh berapa kali di revisi..... kalo > firman Tuhan bisa di revisi??? NO WAY > ----- Original Message ----- > From: Richan S > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Sent: Monday, July 07, 2008 4:25 PM > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH > KARUNIA TUHAN? > > > untuk kepentingan organisasi berarti boleh mengkimi > donk hehehe > > RS > > Darmawan Triosa wrote: > > > punishment yg dilakukan gereja hanyalah untuk > kepentingan organisasi sementara kita berada di dunia ini. > dan nanti bila kita sudah disurga organisasi akan bubar > karena sdh tidak diperlukan lagi > ----- Original Message ----- > From: Richan S > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Sent: Monday, July 07, 2008 3:33 PM > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : ANAK > ADALAH KARUNIA TUHAN? > > > bro, mengapa ada panismen dari gereja kepada > seseorang yang telah melanggar. > berarti gereja sudah bertindak mendahului > penghakiman Tuhan hehehe > atau dalam hal ini gereja mewakili penghakiman > Tuhan hehehe > btw, kita bukan berbincang perihal masuk surga > atau tidak bos. > > bgmn tanggapan anda dengan anak yang dikandung di > luar nikah ?? mengapa anda tidak mau melakukannya ?? hehehe > > Salam, > Richan S > > > Darmawan Triosa wrote: > > kalo menurut saya... penghakiman adalah hak > Tuhan, Manusia nga berhak menghakimi sesorang..kita tidak > berhak mengatakan orang ini masuk surga apa nga,.. untuk > itulah alkitab mengatakan " jangan menghakimi" > kan nanti di surga ada tiga keheranan > keheranan pertama adalah kita heran orang yang > kita perkirakan ngak masuk surga ternyata mereka ada > disurga > keheranan kedua adalah orang yang kita > perkirakan masuk surga ternyata nga ada di surga > keheranan yang ketiga kenapa kita sendiri ada > di surga. > Hummmmmm > Matius 7:1. "Jangan kamu menghakimi, > supaya kamu tidak dihakimi. > > ----- Original Message ----- > From: Richan S > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Sent: Monday, July 07, 2008 2:25 PM > Subject: Re: [Pemuda Advent] PERTANYAAN : > ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN? > > > sekarang kalau sudah terlanjur dengan alasan > hilafffff !! bagaimana ?? hehehe apakah perlu di rajam ?? > spy semua manusia berdosa ini senang ?? hehehe > bagaimana kalau mereka berdua > menangis-menangis siang malam selama 7 hari dan minta ampun > sama Tuhan...tapi janin masih bergerak-gerak di perut si > cewek hehehe > apakah dosa mereka diampuni ?? bagi saya itu > dosa yang bisa diampuni hehehe > > masalahnya otak kita ini cenderung dan senang > mengingat-ingat aib orang sampai otaknya tidak bisa > mengingat apa-apa lagi (mati), > Mencuri dan Berjinah...aib yang dua ini > susahhhh sekali dilupakan orang. seperti nya itulah dosa > terbesar di jagat raya ini hehehe. itu saja masalah nya bos > hehehe > > bgmn ?? ;-) > > RS > > Jon Sabuin wrote: > > Menghasilkan anak di luar nikah > adalah suatu tindakan yang tidak dibenarkan bila dipandang > dari segi apapun,orang ateis sekalipun tidak membenarkan > hal yang demikian apalagi kita yang mengaku sebagai anak > Tuhan.Perzinahan setara dengan penyembahan berhala.Sex > pranikah sangat tidak dibenarkan karena itu tidak > menghormati Allah dan tidak menghormati orangtua,dan itu > sudah termasuk mencuri juga karena dilakukan diluar > sepengetahuan orang lain.he..... he......he. ......... ....GBU > > --- On Mon, 7/7/08, pisctwentyfour > <pisctwentyfour@ yahoo.com> wrote: > > From: pisctwentyfour > <pisctwentyfour@ yahoo.com> > Subject: Re: [Pemuda Advent] > PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN? > To: pemuda_advent@ yahoogroups. com > Date: Monday, July 7, 2008, 6:25 AM > > > kayknya semakin seru nih... > sudah banyak pendapat yang masuk.. > > bapak situmorang.. . yang > terkasih... argumentasinya sangat nyata sekali bahwa... > hanya sekarang seolah olah semua hal bisa disetujui dan > sah2 saja termasuk menghasilkan anak dengan cara > apapun..termasuk di luar nikah..() > > gmana nih..? > --- On Sun, 7/6/08, Richan S > <richansitumorang@ gmail.com> wrote: > > > From: Richan S > <richansitumorang@ gmail.com> > Subject: Re: [Pemuda > Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN? > To: pemuda_advent@ > yahoogroups. com > Date: Sunday, July 6, 2008, > 11:02 PM > > > hadir nya anak bukan karena > nikah atau tidak nya tapi karena gitu-gitu deh hehehe... > jadi istilah anak haram, > dasar kita mengatakan hal itu apa ?? katanya si pembuat > bibit tidak menikah ?? hehehe > kalau bapaknya menikah dua > kali, bagaimana pula itu hehehe > > istilah anak haram hanya > sebutan yang mencerminkan bentuk kecemburuan dan > kesombongan dari seorang anak yang bapaknya menikah > baik-baik hehehe > > bentuk nikah juga banyak di > dunia ini, saya tidak tahu yang mana berkenan kepada Tuhan. > apakah semua bentuk syah2 saja hehehe sebab setiap anut > kepercayaan memiliki system bentuk pernikahan > masing-masing. ada yang diberkati pendeta, ustad, kepala > suku, maupun tua-tua kampung yang tidak percaya Tuhan Jesus > sama sekali, atau malah diberkati Bandit yang menyamar jadi > pastor spt yg di felem-felem hehehe... > > kalau si pembuat bibit > adalah anggota jemaat kita, tentu ada disiplin yang diatur > dlm Gereja kita. > biar lah gereja yang > menyebutkan anak itu anak apa... ?? > > tapi sependengaranku selalu > dikatakan anak yang Tuhan titipkan. > > Salam, > Richan S > > pisctwentyfour wrote: > > oks terima > banget...masukan. ..yang sudah diberikan > > sekali lagi diskusi ini > bukan untuk mencari yang benar atau salah > > jadi jangan takut untuk > memberikan tanggapan, argumentasi dan solusi... > > semua bebas... > > nah sekarang pertanyaannya > adalah : berarti seolah olah kita bisa memaklumi apa yang > namanya MBA? b ukan berarti kita mo menghakimi loh... > > tetapi kenyataan itu lah > yang banyak kaum pemuda kita alami...menikah setelah calon > istri "berbadan dua"... > > --- On Sun, 7/6/08, Jhon > Sriven <sriven_jhon@ yahoo.com> wrote: > > > From: Jhon Sriven > <sriven_jhon@ yahoo.com> > Subject: Re: [Pemuda > Advent] PERTANYAAN : ANAK ADALAH KARUNIA TUHAN? > To: pemuda_advent@ > yahoogroups. com > Date: Sunday, July 6, 2008, > 10:20 PM > > > Benar, saya percaya bahwa > seorang anak tetap merupakan anugerah Tuhan, sekalipun dia > lahir di luar pernikahan alias lahir dari hasil perzinahan. > > > > Dosa zinah kedua > orangtuanya bukanlah dosa si anak. Kesalahan kedua > orangtuanya tidaklah mengurangi sedikitpun penialaian Allah > terhadapnya bahwa anak itu sangat berharga dalam pandangan > Allah. > > > > Mungkin ada yang bertanya: > "Tapi apakah Tuhan memberikan suatu anugerah lewat > tindakan dosa?" > > > > Saya percaya Tuhan tidak > mengenal istilah 'anak haram', melainkan > 'sepasang insan yang bertindak haram' Anak itu > tidak haram sebab dia tidak melakukan kesalahan apa pun. > Yang haram adalah tindakan kedua ortunya. > > > > Bukankah kasih Allah begitu > mulia? Bahkan dibalik keharaman (baca: dosa) tindakan > sepasang insan pun, Tuhan masih mengizinkan lahirnya > seorang anak tak berdosa. Tak ada seorang anak pun yang > lahir tanpa 'Restu' Allah. Mereka semua terlahir > untuk maksud yang baik dan mereka semua adalah anugerah > Allah. > > > >

