Semoga bermanfaat.

salam,
jamz

Menuai Kritik, Menjawab Kritik

"Anda dapat menuliskan apa saja, tapi hanya dengan menerima kritik,
maka dunia akan tahu bahwa Anda dapat menulis lebih baik lagi."
-- Oliver Goldsmith, penulis dan penyair, 1730-1774

KUPING jadi merah. Mata terasa panas. Hati pun mendidih. Itulah
gejala saat kritik mengena. Seperti pukulan uppercut mengenai ulu
hati. Tak enak rasanya. Hasilnya ada dua: kembali bangkit dan
membenahi semua kekurangan seperti yang dilontarkan dalam kritik.
Atau sebaliknya, ada yang langsung lunglai, lemas bagaikan tak
bersendi. Ya, suatu kritik, pedas atau tidak, ternyata tak semua
orang dapat mengelolanya dengan baik.

Itulah efek dari kritik. Semua tergantung pada orang yang menerima
kritik itu. Telinga yang tidak sensitif bisa membuat segalanya
berantakan. Sekadar menyebut contoh, mengenai apa yang dilakukan
pelatih sepak bola Steve McClaren. Pelatih Tim Inggris tersebut
berkali-kali diberi masukan, saran, dan pendapat, namun toh dia
tetap dablek. Hasilnya, Inggris knock out. Tersisih dari ajang Piala
Eropa tahun 2008. Akibatnya? Seluruh rakyat Inggris menangis.

Sebaliknya, Raymond Domenech, pelatih sepak bola Prancis begitu
meresapi kritik yang berhamburan ke arahnya. Tim Ayam Jantan
asuhannya dikritik tak memiliki kepemimpinan di lapangan hijau.
Kritik itu ditindaklanjutinya. Dia pun memanggil kembali Zinedine
Zidane, pemain gaek. Hasilnya sungguh memukau, Tim Perancis melaju
hingga final Piala Dunia 2006 di Jerman.

Mari kita kembali ke dunia nyata. Kritik bukanlah hal yang asing
dalam kehidupan sehari-hari. Bos yang selalu memaksakan kehendak
tanpa mau menerima masukan dari karyawan, Pemda yang tak mampu
mengatasi banjir yang terjadi dari tahun ke tahun, atau Walikota
yang tak juga mampu membenahi jalan yang bopeng, patutlah disembur
kritik. Tujuannya tentulah mulia, untuk mengubah keadaaan menjadi
lebih baik. Itulah maksud dan tujuan sesungguhnya dari sebuah
kritik.

Apa saja yang di depan mata bisa menjadi bahan kritik. Sampah yang
menumpuk, kemacetan di jalan, dan semua hal yang terlihat atau
terdengar. Kritik seperti kripik, renyah dan enak dikunyah, meski
belum tentu orang lain bisa menerimanya. Apapun kritik dan entah
dengan cara bagaimanapun kritik itu sampai hingga ke telinga,
haruslah disikapi dengan bijak.

Bagaimana kalau kita sendiri yang mendapat kritik? Belum tentu kita
menerima dengan lapang dada. Seorang pembuat film di negeri ini
shock ketika karyanya dibantai habis oleh seorang wartawan di media
massa. Upaya yang dibuat berhari-hari, bahkan berminggu-minggu
akhirnya kandas di tangan seorang kritikus. Salahkah dia kalau
kemudian mutung? Wajar saja. Namun, seperti mendapatkan pujian,
menerima kritik merupakan bagian lain dari suatu hasil karya.
Seperti setelah membuat kue, kita tinggal menunggu ocehan orang:
enak atau bikin muntah.

Jadi, apa pun tindakan dan perbuatan yang kita lakukan, sudah
semestinya akan disertai dengan pendapat pro atau kontra.
Masalahnya, bagaimana kita bisa mengelola kritik itu menjadi suatu
penuntun untuk mencapai hasil yang lebih baik atau malah sebaliknya
bikin kita tengkurap dan ogah bangun lagi.

Seburuk apa pun kritik yang sampai ke telinga kita, semestinya
disikapi dengan dua hal. Kritik merupakan bagian dari satu upaya
penyempurnaan. Dan, ini yang juga penting, rasa sayang dari orang-
orang sekitar kita. Mereka atau entah siapapun itu orangnya, ingin
kita bisa bertindak lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Tak
usah sempurna: tapi paling tidak bisa mendekati sesuai dengan kritik
yang mereka sampaikan.

Kritik merupakan bagian dari proses belajar agar seseorang menjadi
bertanggung jawab atas tindakan dan ucapannya. Kualitas hidup
seseorang pada akhirnya juga ditentukan bagaimana ia menanggapi
kritik tersebut. Karena ia menyadari, bahwa dengan kritik itulah, ia
dapat memperbaiki kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Menyerap
kritik yang disampaikan pihak lain, membuat kita juga bisa
memberikan kritik di lain hari pada orang lain dengan jalan yang
lebih elegan, dan tentunya, membawa kebaikan untuk semua. Semoga.
(241108)

Sumber: Menuai Kritik, Menjawab Kritik oleh Sonny Wibisono, penulis,
tinggal di Jakarta

2008/12/15 Michael Sanprasdo <[email protected]>

>   maranatha
>
> sejauh saya mempelajari, bahwa ajaran yang paling sesuai dengan Alkitab ada
> di GMAHK
>
> dan seperti yang saudara james maramis, kita sudah akan lebih mudah untuk
> memberikan
>
> kebenaran yang sebenarnya kepada mereka. karena sejauh yang saya pelajari,
> doktrin
>
> yang paling banyak berbeda dengan kita adalah masalah orang mati. berarti
> beberapa
>
> ajaran yang selama ini susah untuk kita perkenalkan sudah mereka miliki.
>
>
> --- On *Mon, 15/12/08, Nobel Sutresman <[email protected]>* wrote:
>
> From: Nobel Sutresman <[email protected]>
> Subject: Re: [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI
> JAYAPURA
> To: [email protected]
> Date: Monday, 15 December, 2008, 3:19 PM
>
>
>   yo bro bro..
>
> PEACE Man.. G Hampir kehilangan iman gw nehh gara2 baca postingan seperti
> orang yang gak kenal TUHAN aja.. untung g rencana mo cabut dari milis model
> seperti ini. Saudara Moderator, apa gak bisa membangun sisi positif dan
> kenapa kalo lihat milis ini lebih banyak sisi negatif ya ??? membuat kita
> saling berprasangka satu sama lain. Ada yang tau pura2 bodoh, ada yang gak
> tau apa2 tapi sok tau. intina, belum tentu yang anda sangka itu benar :) kan
> masih sangkaan..PEACE BRO, lihat dari sisi positifnya suatu masalah atau
> kebusukan tidak perlu diungkit2, karena semakin sampah diungkit, akan
> mencemari udara sekitarnya, bukan artinya mentolelir kesalahan tapi berusaha
> memperbaiki kesalahan yang seringkali terjadi, yaitu mengungkit2 kesalahan,
> kejelekan, kebusukan, dari sesuatu yang masih kabar angin, kalo disingkat
> percaya gosip getu lohh..dan kalau misalnya itu benar dan kenyataan, maka
> seperti kata rasul paulus, tegur orang itu empat mata, jgn pake milis
> tegurnya, kita yang di timur gak tau apa2, malah menjatuhkan iman nehh..GBU
> Bro...
>
> 2008/12/8 James Maramis <james.maramis@ gmail.com<[email protected]>
> >
>
>>   mungkin salah satu poin dari sdr Lomboan adalah adanya aliran lain
>> berbakti di hari sabat memang menjadi 'lahan empuk' (mengutip email sdr
>> harris budi) untuk menginjil akan kebenaran (yang kebetulan dibawa oleh
>> GMAHK). tapi dia juga mengingatkan bahwa selama ini organisasi seperti
>> membuka pintu depan lebar2 tapi juga membuka pintu belakang 'seluas2nya'
>> dengan tindakan beberapa oknum pengurus gereja, anggota gereja, dll.
>>
>> mari kita ambil positifnya, memang benar ada beberapa hal yang menjelekan
>> nama organisasi, tapi bukan berarti gara2 nila setitik rusak susu sebelanga
>> kan?
>>
>> semoga diskusi ini bisa jadi introspeksi diri buat diri kita masing2,
>> "apakah saya si - NILA itu?"
>> rgrds,
>> jamz
>> 2008/12/9 harris budi <harrisb...@yahoo. com <[email protected]>>
>>
>>>    Dgn adanya sekte lain yg berkunjung ke Gerejanya pada setiap hari
>>> Sabat, maka ini adalah peluang empuk bagi SDA untuk meraup jiwa-jiwa.
>>>
>>>  ------------------------------
>>> *From:* friendly purba <friendlypurba@ yahoo.com<[email protected]>
>>> >
>>> *To:* "msanpra...@yahoo. com <[email protected]>" <msanpra...@yahoo.
>>> com <[email protected]>>
>>> *Cc:* "pemuda_advent@ yahoogroups. com <[email protected]>"
>>> <pemuda_advent@ yahoogroups. com <[email protected]>>
>>> *Sent:* Monday, December 8, 2008 6:17:09 PM
>>> *Subject:* Re: [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI
>>> JAYAPURA
>>>
>>>  Bukn hanya sbg anggota Gmahk sbg syrt ke yg membawa kita masuk sorga.
>>> Tapi kalau GMAHK sebagai greja yang di nubuatkn saya percaya,
>>> marilh kita bangga menjdi advent.. Walau itu bkn satu2nya syarat masuk
>>> sorga..
>>> Paling tdak kita sudah di rel yg benar..
>>> Jd walaupn ada sekte yg laen menguduskan Sabat, itu bukn masalh bg kita..
>>> Biarlah orang tsb beribadh menurt yg mereka imani, tp sebisa mungkn ttp
>>> kita sampaikn kbenaran yg sesungguhnya. .
>>>
>>> Yesus brkt: mash bnyk dombaku yg diluar kandang, jd mari kita ttp setia
>>> supaya domba2 tsbt berolh keselamtn..
>>>
>>> Michael Sanprasdo wrote:
>>> > maksud saya .... sesuai dengan Alkitab, bukan yang lain.  tx. syalom!
>>> --- On Sun, 7/12/08, samuel bangngu <say_m...@yahoo. com> wrote: From:
>>> samuel bangngu <say_m...@yahoo. com> Subject: Re: [PemudaAdvent] GEREJA
>>> KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA To: pemuda_adv...@yahoogroups. 
>>> com Date: Sunday, 7 December, 2008, 2:39 PM
>>> > marilah kita hidup seturut dengan ajaran Tuhan Yesus bukan ajaran
>>> kita.......
>>> >
>>> > Thanks
>>> > Sammy --- On Sun, 12/7/08, Michael Sanprasdo <msanprasdo@ yahoo. com>
>>> wrote:
>>> > From: Michael Sanprasdo <msanprasdo@ yahoo. com> Subject: Re:
>>> [PemudaAdvent] GEREJA KINGMI MENYUCIKAN HARI SABAT...DI JAYAPURA To:
>>> pemuda_advent@ yahoogroups. com Date: Sunday, December 7, 2008, 2:26 PM
>>> > Saat ini sudah banyak di indonesia gereja yang murni merayakan hari
>>> sabat, tanpa ada hari ibadah yang lain dan doktrin yang hampir serupa dengan
>>> Advent, cth GYS, Isa Almasih, Smyrna, dll.
>>> > yang paling penting adalah, apakah kita sudah menguduskan hari sabat
>>> yang benar, karena banyak juga yang sudah menguduskan sabat sebelum advent.
>>> Seventh day Baptis, Yahudi, dll.
>>> > marilah kita hidup sesuai dengan ajaran kita.
>>> > New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've
>>> always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else
>>> does!
>>> > New Email names for you!
>>> > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
>>> @rocketmail.
>>> > Hurry before someone else does!
>>> >
>>>
>>>
>>>
>>
>
> ------------------------------
>  Get your preferred Email name!
> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
> Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
> 
>

Kirim email ke