-----Original Message-----
From: Lidya Budi Astuti
Sent: Wed 12/31/2008 5:45 PM
To: [email protected]
Subject: Kisah Sehelai Daun
 
Kisah Sehelai Daun
 
 
 
Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di 
antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun 
itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi 
daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya 
lainnya. 
 
Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu 
mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat 
dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari 
matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak 
kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah 
sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai 
menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah 
mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu. 
 
Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia 
berkata kepada teman-temannya : ?gTeman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan 
untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal?h Setelah berkata 
demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. 
 
Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan 
untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa 
melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang. 
 
Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai 
kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di 
saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. 
Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, 
mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan 
menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari 
makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan 
sampai musim hujan datang. 
 
Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar 
itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi 
daun-daun lainnya. 
 
Renungan : Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya. Tuhan 
memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang 
kita anggap telah jatuh dan hina . Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak 
pandang bulu terhadap semua hambanya.

Kirim email ke