Aku juga sdh bilang sama bro Sugih, kalau mau membikin suatu Reformasi rebutlah 
Posisi sbg Pemimpin. Baik itu sebagai pemimpin Pemuda Advent Jemaat, Wilayah, 
Pathfinder, pemimpin Dorkas, Komunikasi, Roh Nubuat dll. 
Kemudian milikilah Materi. Baik itu berupa talenta, kepandaian, uang, 
ketrampilan, kharisma, dsb. Tanpa kedua elemen itu kamu hanya mampu bikin 
terobosan doang, kecuali ada Muzizat yg terjadi.

salam,
Harris Sipahutar
(Tukang Kasih Pendapat)


--- On Tue, 1/6/09, Nobel Sutresman <[email protected]> wrote:
From: Nobel Sutresman <[email protected]>
Subject: [PemudaAdvent] kita butuh reformasi Musik ?
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 6, 2009, 11:04 PM










    
            Dear friends
Semua yang kita katakan di milis ini benar, Semua mempunyai tujuannya masing. 
Saya mempunyai teman yang mirip dengan brother Sughi, dia terlalu mengagung2kan 
tata cara perbaktian gereja luar. Well, menurut saya tidak ada salahnya, 
TAPI...tidak ada juga yang berhak menyalahkan tata cara perbaktian di gereja 
Advent kita. Intinya yang mana yang kita rasa baik itulah jalan yang harus kita 
tempuh. Bukannya keselamatan adalah hak masing2? Kalau Bro Sughi tdk begitu 
setuju dengan tata cara worship kita, itu hak brother...


Tapi Brother tidak berhak untuk berupaya merubah tata cara perbaktian kita yang 
anda nilai terlalu "OLD FASHIONED", karena kita masing2 mempunyai warna. 
Walaupun berbeda warna tapi tujuan kita satu yaitu surga. Belum tentu Gereja 
kita kalau tidak memakai alat musik dengan lengkap tidak diterima puji2annya, 
dan belum tentu Gereja lain (e.g Bethany) dengan alat musik lengkap bakal 
diterima puji2annya.


Kain mempersembahkan apa yang terbaik dari hasil ladangnya, tapi apakah itu 
yang dimaksud Tuhan? -- 

The Choice is Yours, GBU All

Nobel


2009/1/6 yonce kelendonu <yoken_kelendonu@ yahoo.co. id>


















    
            

hallo my All friend
musik tujuannya adalah untuk membuat hati kita bersukacita dan kita lebih dekat 
dengan Maha pencipta dan musik juga mempengaruhi jiwa dan mental kita dalam 
berbakti
kita jangan melirik ke gereja dan custom yang berbeda tapi kita lihat dari 
pengaruh sisi positif dari pribadi. musik=worship jadi jika kita bawa musik 
yang kita bawa pengaruh musik yang kita rasa baik tapi tidak menciptakan 
whorsip yang baik saya kira sebaiknya jangan karena akan membawa dampak buruk


 
di negara amerika gereja advent pake drump tapi saya rasa itu kalau dibawa 
diindonesia pasti ditolak karena asumsinya adalah kekerasan
 
yonce

--- Pada Sel, 6/1/09, jemy tampubolon <jemy.tampubolon@ yahoo.com> menulis:

Dari: jemy tampubolon <jemy.tampubolon@ yahoo.com>
Topik: Bls: [PemudaAdvent] kita butuh reformasi (adventist youth - sharing) - 
Nobel


Kepada: pemuda_advent@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 6 Januari, 2009, 2:10 PM






Hallo bro Sugih..
 
Apa yang anda paparkan plus ayat2nya saya sangat respek dengan itu...saya 
melihat dan mengakui bahwa memang banyak anggota2 kita sangat kurang dalam 
menjiwai lagu2 yang kita miliki, tetapi juga tidak semua seperti itu. Dan saya 
juga sangat menginginkan perubahan dalam hal ini. 


Tetapi,penambahan Drum(alat yang hingar bingar) di gereja bukanlah solusi yang 
paling tepat karena umat Katolik sangat khusyuk beribadah hanya dengan 
organ(kalau kita mau pakai contoh liturgi gereja lain)
 
Saya pribadi tidak tertarik untuk mengadopsi sarana yg dimiliki oleh Bethany 
dan cara berbaktinya, saya hanya mengakui semangat berbakti mereka saja..Karena 
kita juga pengen dong apa yg gereja kita miliki di adopt oleh gereja lain. Saya 
lebih suka dengan keheningan milik gereja Katolik, dibandingkan harus 
berjingkrak- jingkrak. Saya sendiri memilik teman anggota yang sangat 
mengagung2kan Betany,sehingga dia hanya mau mencari GMAHK yang ada drumnya, 
bukan cari Tuhan. 


 
Kalaupun bro Sugih sekarang menikmati berada di gereja dengan nuansa tersebut, 
bersyukurlah karena wadah untuk anda dan rekan2 anda yg menikmati suasana 
tersebut ada. Tetapi kalaupun di sidang GMAHK lain tidak menggunakan alat2 
tersebut,saya rasa tidak perlu anda menganjurkan/ memaksa atau 
mereformasi mereka untuk menggunakannya secara universal. Riak-riak kecil bisa 
muncul di beberapa tempat karena perbedaan kultur dan sebagainya.Saya beberapa 
kali menikmati acara kebaktian kita di desa terpencil dengan beralaskan tanah.


 
Saya sendiri secara pribadi lebih suka untuk mentraining song leader/musisi 
yang kita miliki untuk memimpin jemaat bernyanyi dengan benar dan semangat yang 
baik untuk memuji Tuhan, hal ini akan smakin mudah dijalankan bila anggota yang 
datang ke gereja benar2 memusatkan hati dan pikiran mereka kepada Tuhan. Jadi 
sekali lagi bukan Drum/alat musik yang mendorong kita masuk gereja dan 
bersemangat memuji Tuhan. 


Mungkin ini dulu yang bisa saya bagikan untuk sharing yang bagus ini...
 
 




Dari: Sugih Bastian <bastiansugih@ gmail.com>
Kepada: pemuda_advent@ yahoogroups. com


Terkirim: Selasa, 6 Januari, 2009 13:03:24
Topik: Re: [PemudaAdvent] kita butuh reformasi (adventist youth - sharing) - 
Nobel





Hello juga bro..

Nah ini dia yang aku suka.. diskusi yang terus hangat dan mengerucut
kepada sebuah tujuan.. 

Nobel wrote: 
Bukan semua yang mahal itu baik bukan? Saya pribadi membuat minus one


menggunakan drum, tetapi bukan untuk digunakan di gereja, melainkan
untuk kebutuhan secular :) Ada unsur berbeda disana. Kalau memuji
Tuhan kita harus bersungguh2, itu saya setuju banget. Harus maksimal,
wah gw juga setuju abis rada tipe perfeksionis sih hehehe. Saya pernah


berenang di suatu Hotel, tiba2 saya mendengar tabuhan drum, suara
gitar listrik, meraung2 dan terdengar suara "ya Tuhan", "Yesus.."dan
mereka berteriak2 seperti sedang kesurupan, apa itu gambaran


perbaktian bagi kita sebenarnya :) well, i can't judge, you
decide..cara Advent memang kolot, bukan itu berarti bagus, kadang2
kita umat Advent ini menganggap nyanyian bukanlah hal yg penting, tapi
sebenarnya nyanyian itu juga merupakan doa kita
 kepada Allah, jadi
bagaimana mungkin berdoa dengan tidak sungguh2 jgn2 bukan berkat yang
datang tapi kutuk hiii.. amit2. Jadi reformasi yang kita harus punyai
itu adalah kesungguhan pada waktu menaikkan pujian. 



sugih menjawab:
saya setuju bro, ga semua yang mahal itu baik.. dan kita ga harus
memberikan yang paling mahal.. tapi yang paling baik.. kalo ga mampu
beliin keyboard yang paling bagus, ya pake tipe biasa juga gpp khan


kalo kemampuan kita segitu.. tapi kalo kita memang mampu, kenapa kita
ga berikan untuk Tuhan? kenapa seorang wanita mau membasuh kaki Tuhan
dengan minyak termahal ? karena itulah yang terbaik.. aku rasa itu
juga yang kita bisa lakuin buat Tuhan... 



sugih menjawab:
sewaktu di hotel, apa yang ada di benak anda ketika mendengar pujian
seperti teriakan, raungan, dan sebagainya? kalo bro menganggap mereka
kesurupan.. saya rasa bro ga ada bedanya seperti nabi Eli yang


menyangka
 Hana mabuk ketika berdoa kepada Tuhan... karena yang
mengetahui mereka berdoa atau kesurupan adalah Tuhan, dan hati mereka
sendiri.. 

Nobel Wrote: 
Pilihan alat musik kita itu sudah sangat sederhana, alasannya adalah


kebaktian yang sebenarnya adalah meditasi, ketenangan,
kedamaian... bukan suatu suasana dimana situasinya begitu riuh, begitu
menggelegar secara emosi.

Sugih menjawab:
Atas dasar apa bro Nobel bisa mengatakan bahwa kebaktian yang


sebenarnya adalah meditasi, ketenangan, kedamaian.. bukan riuh dan
menggelegar emosi? apakah definisi bro nobel tentang ketenangan dan
kedamaian? di alkitab bagian mana kalo memuji Tuhan di gereja harus
meditasi dan tenang? atau itu hanya pendapat bro aja? atau pendapat


pendeta yang bro tanamkan di hati? tolong kasih ayat yang mendukung
statement bro... di alkitab banyak yang mengatakan pujilah Tuhan
dengan sorak-sorai. . oke, saya ambil sampel imamat 9:24, 1
 Taw 15:28,
2 Taw 20:22, Ezra 3:11, Maz 27:6, Maz 42:5.. disana semua mengatakan
sorak-sorai. .. pertanyaannya. . apakah anda pernah sorak-sorai ketika
bernyanyi di gereja advent? apakah sorak-sorai itu berarti tenang? 



Nobel Wrote: 
Untuk masalah ini sih saya susah menggambarkan, tapi coba saudara
bayangkan dalam sebuah konser musik rock. berapa banyak konser music
rock yang berakhir damai, tanpa perkelahian. Apakah keadaannya sama


ketika kita melakukan KKR ? kalau memang Tuhan suka musik keras,
lompat2, jumpalitan kesana kemari, pasti dia akan hadir di konser
music rock, dan bisa2 musik rock berhenti damai :) hehehehe.... .ada
satu hal yang mgkn saudara sdh biasa dengarkan, "Tuhan adalah pencipta


keindahan" kalau menurut anda musik manakah yang paling indah? Tuhan
menangis meratapi tembok Yerusalem, Tuhan Marah ketika dia membongkar
pasar dadakan di dalam kaabah. Dia berekspresi tapi belum pernah
 saya
baca dia berekspresi dalam nyanyian seperti SLANK yang membongkar
korupsi yang terjadi di negara kita hehehe...Tuhan memberikan kita
freedom of choice, anda berhak memilih aliran musik mana, dia tidak
mematok kita untuk ambil klasik, jazz, rock. Pada dasarnya kita


diciptakan sesuai dengan peta Allah, yaitu pencinta keindahan (melalui
alam ciptaan Tuhan, gunung, lembah, pantai, sungai, dll), dan
keteraturan (melalui bagaimana ada sirkulasi alam, rantai makanan,
sirkulasi tubuh manusia, dll). Jadi musik mana yang paling Indah dan


teratur ??

Sugih menjawab:
nah kalo anda perbandingkan dengan musik rock versi sekular.. ya jelas
donk konsernya suka nelan jiwa.., ada kerusuhan, karena rata-rata
orang yang suka aliran slank, aliran under ground itu suka mabuk,


minum2, mengkonsumsi obat yang membuat mereka ga bisa bedain lagi mana
yang baik mana yang buruk,, yang penting FUN.

tapi coba bayangkan
 konser rock rohani... masalahnya selama ini kalo
ada korban, yang jelas karna bukan rock rohani.. ga percaya? bro
pernah gitu ikutan kebaktian orang-orang yang pake musik rock? atau
hanya melihat versi website audioverse? kalo ada waktu yuk kita


bareng2 buktiin, lihat sendiri, rasain, ke gereja yang memang
menggunakan aliran musik rock untuk puji-pujian kepada Tuhan..

sejujurnya saya sendiri kurang sreg, karena pada dasarnya saya ga
musik rock.. tapi apa yang kita sukai sama seperti orang-orang sukai


di luar sana? 

oke, maaf ya kalo saya kebanyakan ngambil contoh dari Gereja Kristen
Kemah Daud... bro tau, ada sebuah komunitas namanya SUNDAY ROCK.. anda
tahu siapa yang dateng kesitu? anak2 yang dulunya adalah pemakai


narkoba, anak2 jalanan, anak2 genk.. tapi banyak yang berubah dan
menuruti Firman Tuhan.. dan sekarang sudah banyak yang tobat... mereka
ga perlu merubah aliran musik mereka, tapi mereka bisa
 merubah gaya
hidup, pola hidup.. dan mereka bisa FULL berubah.. kalo ga percaya yuk
kita ke gereja sunday rock sekali-kali. . apa ada yang minum2 sambil
kebaktian, apa ada yang menghina Tuhan waktu kebaktian. dengan adanya


komunitas itu.. saya ga pernah lagi ngejudge kalo musik rock adalah
musik setan..

saya mengibaratkan musik ini adalah seperti wortel.... (lho kok
wortel?, hehe).. kalo salah mengumpamakan, nanti kita ganti supaya


jangan wortel.. hehe

anda tahu, wortel sangat baik sekali bila dikonsumsi untuk kesehatan
mata? tapi tau ga wortel juga bisa sangat berbahaya sekali untuk mata
kalo cara menggunakannya salah.. coba anda tusuk mata anda dengan


wortel.. saya rasa bukannya tambah sehat, tapi bisa bikin buta.. ya ga?

demikian juga dengan musik.. musik rock, drum, jazz itu bisa aja
diakui musik setan, oleh sebagian kalangan, dsb.. tapi apakah bro
nobel sadar, semua alat itupun bisa digunakan
 untuk kemuliaan Tuhan?
bisa digunakan untuk membawa jiwa-jiwa kepada terang Tuhan? 

Nobel Wrote:
well brother sugih, tanggapan saudara begitu praktikal, begitu direct
dan menyenggol semua aspek :) Yang kita butuhkan bukan drum, yang kita


butuhkan bukan Gitar listrik, yang kita butuhkan adalah keseriusan
dalam bernyanyi, kesungguhan hati dalam bernyanyi. Orang di Gereja
luar sangat menghayati nyanyian mereka. kita cenderung karena merasa
diri paling benar hingga kadang2 tidak mengambil pusing nyanyian2 di


kebaktian. Seperti yang Brother sugih bilang, Let's reform, Ayo kita
berubah dari yang tadinya menyanyi setengah2, dari yang tadinya
menyanyi "mari kita kerja bagi Tuhan" dalam tempo seperti "muka dengan


muka nanti", Mari kita berubah, hayati setiap lagu dalam meditasi,
kalau bisa nih..tutup mata anda sekali-sekali untuk merasakan bait2
yang anda nyanyikan dalam lagu sion dengan iringan piano
 aja...saya
yakin brother and sister pasti tersentuh, dan merasakan kebutuhan yang
terbesar saya pada saat ini adalah Yesus, dan hanya Yesus yang bisa
mengubahkan kita..bukan drum, bukan gitar listrik bukan alat musik


yang lengkap dan penuh.

sugih menjawab:
saya setuju.. inti daripada sebuah pujian adalah hati, doa, dan
penyerahan sepenuhnya sama Tuhan. namun saya mau memperjelaskan kalo
Drum, gitar listrik hanyalah sebuah media.. bagaimana format


kebaktian, cara puji-pujiannya itu semua adalah media.. 

sayangnya saya tidak bisa membuktikan secara ilmiah, dengan data
statistik suatu fakta yang real mengenai efek dari penggunaan musik,
cara worship gereja lain terhadap sikap mereka di gereja, dan sikap


mereka waktu di kebaktian.. kalo Tuhan kasih kesempatan, saya mau
untuk meneliti.. tapi sejauh ini saya punya sebuah kacamata yang untuk
melihat dari dua sudut yang berbeda.. yaitu melalui pengalaman
 saya..

ini adalah analogi saya.. di gereja lain, seorang bisa tersentuh
hatinya ketika bernyanyi, karena mereka mengerti lagu itu, mereka bisa
terbawa dengan musik sehingga benar-benar bisa merasa bersalah atas


dosa-dosa yang udah dilakukan, merasa kehadiran Tuhan dalam gereja
sehingga mereka bisa lebih menghargai kebaktian.. dan di alkitab, ga
ada satu ayatpun yang menyatakan, kalo orang yang terbawa musik
sehingga merasa berdosa itu SALAH.. justru Tuhan pernah bilang


berbahagialah orang yang merasa berdosa, karena dengan demikian mereka
butuh Tuhan.. 

beda dengan kita yang seringkali ngerasa udah ngerti semua doktrin,
ngerti nubuatan, udah ngerasa Tuhan udah tebus dosa kita, sehingga


kita menjadi kurang menghargai kehadiran Tuhan dalam kaabahnya
(Gereja).. Yesus datang ke dunia ini bukan untuk orang yang sempurna,
bukan untuk orang yang udah ga ngelakuin dosa.. tetapi justru untuk
orang yang berdosa
 yang membutuhkan Tuhan agar bisa melawan
pencobaan... itulah yang membuat gereja lain ga suam-suam kuku.. bisa
membuat sebuah kebaktian besar se bandung, sejakarta.. kapan GMAHK
pernah merayakan kebaktian bersama secara keseluruhan di senayan, atau


lapangan besar lainnya, dan dengan perkumpulan itu merasakan Tuhan
hadir? kalo kkr apa semua bisa kusyuk mengikuti kebaktian? apa semua
jiwa yang baru dibaptis bisa bertahan di gereja? cari tahu kenapa,
karna itu udah menjadi PENYAKIT KRONIS YANG HARUS DISEMBUHKAN. ....



selagi perbaktian yang dilakukan tetap kolot di gereja kita, selagi
kita suka menjudge kalo itu semua salah.. saya yakin dengan iman, ga
akan pernah ada pertemuan akbar yang bisa merubah indonesia ini untuk

melihat terang Tuhan seperti yang gereja/denominasi lain lakukan..... 


Bro Nobel Wrote:
Tips for you : "dalam naungNya" versi bahasa inggrisnya begitu
menyentuh (buat anda yang bisa) versi
 indonesia juga menyentuh..coba
anda nyanyikan sambil menutup mata, dan membayangkan bahwa Yesus
sedang menaungi anda dan saya. Semoga reformasi kebaktian bisa menjadi
bagian anda dan saya.

sugih menjawab: 


saya tipikal orang yang suka menutup mata untuk menghayati lagu, agar
lagu itu seperti sebuah kata-kata, seperti sebuah doa kepada Tuhan,
sehingga saya bisa merasakan Tuhan memang hadir di gereja... saya juga
sangat suka lagu "Tuhan Pimpin Spanjang jalan", "Sebagaimana Ku Ada".


karna lagu-lagu itu bisa membawa saya lebih dekat sama Tuhan.. tapi
sejujurnya.. saya lebih dapat merasa lebih dekat lagi sama Tuhan
dengan cara yang berbeda, dengan format berbakti yang berbeda... 
makanya saya berulang-ulang kali sering mengatakan.. coba sesekali


datang ke gereja bethani di sekeliling anda, atau gereja lainnya yang
udah maju.. 

sesungguhnya untuk mereformasi hati orang, jelas saya ga sanggup..
karna
 hanya Roh Kudus, dan orang yang bersangkutan yang bisa merubah
bagaimana cara seseorang melakukan puji-pujian di kaabah Allah
(gereja). tapi saya punya iman bahwa dengan media, dengan suasana yang
dibuat sedemikian rupa, orang-orang sanggup mereformasi pola pikirnya


masing-masing agar bisa merasakan kehadiran Tuhan, dan lebih
menghargai Tuhan di gereja..

Bro nobel wrote:
GBU Brother, Thanks for bringing up this topic. We need it. Let's reform
Ur Brother in christ,



Sugih menjawab:
sesungguhnya yang aku lakukan sebenarnya bukanlah reformasi, yang
mengharuskan semua gereja untuk mengikuti apa yang aku bilang...
tetapi lebih kepada merubah pola pikir orang terhadap kebaktian, alat


musik, dan sebagainya.. . 

aku merasa yakin, Roh Kudus mengetuk aku untuk menulis dan membahas
diskusi mengenai musik dan cara kebaktian.. karena banyak hal yang aku
rasa "karena membela tradisi", orang banyak bisa
 menghakimi kalo
gereja luar dengan gaya perbaktiannya yang jingkrak-jingkrak, yang
berseru sama Tuhan, yang menggunakan drum ITU SEMUA ADALAH SALAH...
padahal kenyataannya, melalui ALKITAB.. GA ADA SATUPUN YANG SALAH


DENGAN CARA BERBAKTI SEPERTI ITU....

ugie pun merasa cara kebaktian di advent GA SALAH... namun sayang,
terlalu kolot dan tua untuk dilakukan oleh orang-orang muda pada zaman
sekarang... yang butuh suatu yang baru, yang bisa menarik perhatian


anak-anak muda sehingga lebih menarik mereka ke gereja ketimbang
kegiatan-kegiatan di luar gereja.. 

baca buku AMANAT KEPADA ORANG MUDA - BAB IV, "Berjalan dalam Terang"
pasal 32-46
secara garis besar, pada zaman akhir ini, setan terus berperang


melawan Tuhan.. dia mencoba menghasut banyak anak-anak muda untuk ga
suka kebaktian, dia membuat banyak sekali hiburan di luar sana
sehingga males ke gereja (seperti TV, internet, denger musik, hang
 out
bareng temen, jalan-jalan) di bandingkan dengan ke gereja dan membahas
kemajuan gereja.. setan berusaha membuat gereja kempis dengan
sendirinya, dengan tradisi-tradisi yang sebetulnya bukan suatu hal
yang hakiki. makanya Yesus datang untuk mengubah kekolotan-kekolotan


itu, mematahkan semua tradisi, selagi itu semua tidak bertentangan
dengan firman Tuhan.. ya ga? kenapa kita ga gunakan musik untuk
menjadi media mengabarkan injil? karena dasar yang kita miliki di
gereja selama ini pun bukan suatu hal yang berdasarkan Firman Tuhan..


tetapi hanya mengadopsi tradisi Katolik semata.. 

saya hanya berusaha untuk menjadi Kristen (pengikut Yesus) yang
berusaha mematahkan tradisi yang menghambat perkabaran injil... Yesus
udah mau dateng... udah dikiiiiiittt lagi... tapi sampe mana usaha


kita untuk menjangkau jiwa-jiwa? perubahan besar apa yang kita udah
lakukan untuk kemajuan gereja Tuhan? apakah dengan perpuluhan
 yang
besar yang mencapai target? apakah dengan pencapaian target pencarian
jiwa-jiwa? 

semoga bisa menjadi perenungan.. :p

have a great day bro nobel..

eh iya, program "follow the bible" tuh bagus.. udah pada ikutan lum?


hari ini udah sampe kejadian 20-22.. jangan sampe kelewat ya.. karena
kalo kelewat biasanya jadi males.. oke oke???

best regards, Sugih Bastian




Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download 
Yahoo! Toolbar sekarang . 



       Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke