ah...masak pendeta tidak ada yang memberi pendapat? saya baca masukan dari pdt. H. Suawah, yg begitu baik, juga masukan dari saya juga ada...he..he..(Artinya saya juga pdt lho....) Tapi saya tidak begitu setuju kalau musik gereja itu terlalu di khawatirkan..toh bagi saya pribadi alat musik yang dipakai gereja Advent pada umumnya (Piano, Biola, Organ, gitar) sudah sangat baik. di beberapa gereja Advent malah masih banyak yang tidak memakai alat musik. namun perbaktiannya masih Ok.. Saya menganggap musik adalah salah satu pendukung kebaktian, masih ada yang lain seperti Pelajaran Sekolah Sabat yang belum di maksimalkan, bahkan khotbah yang sangat sering hanya dengan persiapan seadanya. Saran saya sebagai pendeta: 1. ijinkanlah masing-masing gerja kita bertumbuh (khususnya ttg musik) dengan dengan konsep yang dimiliki anggota jemaatnya. kembali saya tekankan perbedaan dlm hal musik adalah wajar, tapi itulah kesempatan untuk saling menghargai. 2. mungkin perlu juga bagi saudara yang punya waktu dan kemauan, untuk membuat Kuesioner, di gereja msg2. untuk menjadi masukan bagi gereja. 3. Kita harus punya konsep "berubah untuk kebaikan bersama." kalau saya sudah tahu menyanyi dengan gitar akan menyakiti hati beberapa org tua di gereja tertentu (karena mereka anggap gitar itu untuk lapo tuak ,dll) mengapa juga saya harus paksakan untuk memakai gitar. apa gitar itu lebih berharga dari perasaan orang tua kita yang tersakiti itu? Ada perobahan yang butuh waktu lama, bahkan puluhan tahun, namun yg paling perlu kita tanamkan bagi diri kita sendiri adalah konsep menghargai pendapat orang lain. mudah-mudahan suatu saat nanti, pendapat kita juga akan dihargai orang lain.
Trimakasih Pdt. Hiras JW Sihombing. 2009/1/7 Richan S <[email protected]> > ba virus stou depe komputer hihihi... > bro yonce, hobi lama harus dirubah hehe..tobat sudah haha > > tetangga.. > > > echel wrote: > > > Bro Yonce, > Tanggapannya sudah segunung di mailbox saya .....coba cek lagi, sudah > berulang kali terkirim .... > > rgds, > > Herschel Najoan > > > ----- Original Message ----- > *From:* yonce kelendonu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Monday, January 05, 2009 1:23 PM > *Subject:* Bls: [PemudaAdvent] Musik Advent, Riwayatmu Nanti... > > Yang enak didengar digereja kita adalah Koor dan itu membuat hati saya > sangat rindu dengan gereja, apabila dinyanyikan lagi dengan merdu teratur. > musik seperti drum, dan band itu membuat berisik aja digereja > saya sangat prihatin dengan lagu yang dinyanyikan dengan tidak ada > persiapan dan penuh dengan > > yonce > > --- Pada *Sen, 5/1/09, Nobel Sutresman <[email protected]>* menulis: > > Dari: Nobel Sutresman <[email protected]> > Topik: [PemudaAdvent] Musik Advent, Riwayatmu Nanti... > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 12:17 PM > > Musik advent nanti : > 1. Penuh kompetisi (macam American Idol) hehehehe...ajang gagah2an, > hebat2an..untuk siapa lagi kalau bukan untukk...... .hmmmmm > 2. Semakin semarak dengan semakin lengkapnya alat musik dalam gereja > diganti minus one jg udah kok.. > 3. Menciptakan banyak penyanyi2 baru yang tampil karena "banci" tampil, > karena gak bisa tampil diluar gereja juga bolehlah..heheheheh e > > Kasian ya melihat komen kaya gini...pheewww. ..ga tau nih. Kalau mau > ditanya batas full set drum dalam gereja, saya sih secara spontan walaupun > hanya sebagai penikmat musik gereja, langsung berkata "TIDAK" Gereja tidak > perlu Drum untuk membangkitkan suasana perbaktian, yang Gereja perlu adalah > kecurahan Roh kudus, seperti pada waktu KKRnya Petrus :) semoga tidak > menimbulkan konfrontasi hhiiiiiii... .seremmm > > Salam... > > > > -- > > Salam, > Richan S > > >

