Bayangkan misalnya, tembok rumah kita ditabrak pengemudi mabuk hingga 
jebol. Untuk menutup "celah keamanan" ini, kita bisa gunakan dua cara. 
Pertama, tempatkan seorang penjaga di sana, atau tambal lagi temboknya.

Menggunakan anti virus beranalogi dengan menempatkan penjaga. Sama 
seperti penjaga, anti virus juga punya kelemahan, AV bisa dilumpuhkan 
(sengaja atau tidak sengaja) dan bisa lalai dalam menjaga (karena tidak 
diupdate). Karena itu, sebisa mungkin, yang kita lakukan adalah dengan 
menutup lubang keamanan itu.

Windows XP sebenarnya punya cara untuk menghentikan sebagian besar 
virus. Windows XP bisa di set untuk tidak memperkenankan folder program 
dan system ditulis oleh orang/program yang tidak berhak. Kalau ini saja 
kita lakukan, sebagian besar virus bisa dihentikan. Windows XP juga 
menyediakan cara untuk tidak menjalankan program dari flash disk. 
Mengingat sebagian besar virus menyebar lewat flash disk, cara ini sudah 
menghentikan metoda penyebaran paling efektif kan? Atau kalau mau lebih 
aman lagi, Windows XP bisa di set untuk menjalankan program hanya dari 
/Windows dan /Program Files.

Apa itu berati bahwa AV tidak dibutuhkan? Ada pemeo, "A false sense of 
security is worst than no security at all." Karena itu tidak pernah ada 
too much security. Selain menambal lubang, menempatkan penjaga juga 
perlu dilakukan.

Tapi bagaiman kalau kejadiannya seperti yang dikatakan picstwentyfour? 
Gunakanlah penjaga yang memiliki CV yang baik (referensi dari majalah, 
teman, dll), datang dari keluarga yang baik-baik (perusahaan pembuatnya 
bereputasi baik). Mampu beradaptasi dengan baik (update yang terus 
menerus). Memang belakangan banyak program yang menyaru sebagai AV, tapi 
sebenarnya merusak. Kalau gak salah istilahnya rogue-ware. Listnya 
(tidak lengkap) bisa dilihat di:

http://www.spywarewarrior.com/rogue_anti-spyware.htm

Biasanya rogueware didapat jika tidak berhati-hati saat di internet. 
Karena itu, selain melakukan hal-hal di atas, safe computing tetap perlu 
dilakukan.

HTH

pisctwentyfour wrote:
> 
> mari kita berlogika. pertanyaannya adalah aman ka menggunakan program 
> anti virus?
> apakah didalam program antivirus tidak diselipkan virus yg dibuat oleh 
> yang membuat program anti virus itu?
> 

Kirim email ke