Bro Maxwell,
Kalau begitu saya nggak mau tertawa aja deh .... abis nafsu makan saya besar 
..... apalagi kalau sering tertawa ....bisa bsia saya nggak berhenti-henti 
makan hee...hee...

rdgs,


Echel

  ----- Original Message ----- 
  From: Maxwel Kapitan 
  To: [email protected] ; Hakekat Muda Grups ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; Pemuda Advent ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] 
  Sent: Wednesday, July 21, 2010 3:44 PM
  Subject: [PemudaAdvent] Tertawa Bisa Tingkatkan Nafsu Makan


    

       
        Tertawa memiliki efek yang serupa dengan olahraga. Sesi kegembiraan 
yang diberi nama 'laughercise' ternyata dapat meningkatkan suasana hati, 
mengurangi hormon stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan 
tekanan darah, dan tingkat kolesterol jahat.


        Lebih lanjut, sama halnya dengan olahraga, tertawa bisa merangsang 
nafsu makan, menyediakan cara potensial untuk membantu pasien kurang gizi, yang 
tidak bernafsu dengan makanan mereka. Dalam menurut penelitian yang dikutip 
Daily Mail
         
        Para sukarelawan penelitian diminta untuk melihat dua video berdurasi 
20 menit, yakni video berisi adegan mengerikan dan video humor. Para peneliti 
mengukur tekanan darah dan kedua tingkat hormon nafsu makan; leptin dan 
ghrelin. Tidak ada efek signifikan yang terlihat setelah relawan melihat video 
mengerikan. Tapi, melihat adegan lucu menyebabkan perubahan dalam tekanan darah 
dan penurunan tingkat leptin. Efek ini sama halnya dengan efek secara langsung 
setelah seseorang melakukan olahraga yang disertai dengan peningkatan nafsu 
makan.
         
        Ilmuwan California, Dr Lee Berk mengatakan, "Nilai dari penelitian ini 
memungkinkan penyedia layanan kesehatan mendapat wawasan baru, pemahaman, dan 
opsi lebih lanjut bagi para pasien yang tidak dapat menggunakan aktivitas fisik 
untuk menormalkan atau meningkatkan nafsu makan."
         
        ”Banyak pasien berusia matang yang nafsu makannya menurun akibat 
depresi dan kurangnya aktivitas fisik. Pasien ini mungkin dapat menggunakan 
"laughercise" untuk membantu mendapatkan kembali nafsu makannya,” kata para 
ilmuwan.
         
        Nafsu makan menurun juga sering terlihat pada pasien lanjut usia yang 
ditinggalkan pasangannya karena kematian dan rasa sakit kronis.
         
        ”Menariknya, emosi positif yang dihasilkan sukarelawan, seperti halnya 
bermain musik, bernyanyi dan tertawa riang. Tertawa adalah obat yang baik,” 
tukas Dr Berk.
       

   
  Salam

  Maxwel Kapitan

  <<send from BerryBerry Pinjaman, Pulsa Baru Minjam dan sinyal timbul 
tenggelam, meski dekat BTS TELKOMSEL>> 



  

Kirim email ke