Sama-2 bro James, nanti akan menyusul cerita yamg lain.... Tunggu aja, hehhhe
Pada Sab, 24 Jul 2010 21:28 WIB James Maramis menulis: >terima kasih atas cerita yang indah ini bro, > >semoga memberi inspiriasi bagi kita semua. > >salam > >James Maramis | M: +63 905 3188016 | E: [email protected] >Chat Y! messenger: mr_jamz Skype: mr_jamz Google Talk: james.maramis > > >2010/7/21 Maxwel Kapitan <[email protected]> > >> >> >> Seorang petani mempunyai beberapa anak anjing yang akan di jualnya. Dia >> menulisi papan untuk mengiklankan anak-anak anjing tersebut, dan >> memakukannya pada tiang di pinggir halamannya. >> >> Ketika dia sedang dalam perjalanan untuk memasangnya, dia merasakan tarikan >> pada bajunya. Dia memandang ke bawah dan bertemu mata dengan seorang anak >> laki-laki kecil. "Tuan," anak itu berkata, "Saya ingin membeli salah satu >> anak anjing anda." >> >> "Yah," kata si petani, sambil mengusap keringat di lehernya, "Anak-anak >> anjing ini berasal dari keturunan yang bagus dan cukup mahal harganya." >> >> Anak itu tertunduk sejenak, kemudian merogoh ke dalam saku bajunya, Ia >> menarik segenggam uang receh dan menunjukkannya kepada si petani. "Saya >> punya tiga puluh sembilan sen. Apakah ini cukup untuk melihatnya?" >> >> "Tentu," kata si petani yang kemudian bersiul. "Dolly, kemari!," >> panggilnya. >> >> Dolly keluar dari rumah anjingnya dan berlari turun diikuti oleh >> anak-anaknya. Si anak laki-laki tersebut menempelkan wajahnya ke pagar, >> matanya bersinar-sinar. Sementara anjing-anjing tersebut berlarian menuju >> pagar, perhatian anak laki-laki tersebut beralih pada sesuatu yang bergerak >> di rumah anjing. >> >> Perlahan keluarlah seekor anak anjing, lebih kecil dari yang lain. Ia >> berlari menuruni lereng dan terpeleset. Kemudian dengan terpincang-pincang >> berlari, berusaha menyusul yang lain. >> >> "Aku mau yang itu," kata si anak, menunjuk pada yg anak anjing kecil itu. >> Sang petani berjongkok di sampingnya dan berkata, "Nak, kau tidak akan mau >> anak anjing yang itu, dia tidak akan bisa berlari dan bermain bersamamu >> seperti yang bisa dilakukan anak-anak anjing lainnya." >> >> Anak itu melangkah menjauh dari pagar, meraih ke bawah, menggulung celana >> di salah satu kakinya, memperlihatkan penguat kaki dari logam yang >> melingkari kakinya hingga sepatu yang di buat khusus untuknya. Ia memandang >> sang petani, dan berkata, "Anda lihat, tuan, saya juga tidak bisa berlari, >> dan anak anjing itu memerlukan seseorang yang memahaminya." >> >> Dunia penuh dengan orang-orang yang memerlukan seseorang lain yang mau >> memahaminya. Yesus berkata, "Sebab barangsiapa malu karena Aku, Akupun akan >> malu karena orang itu di hadapan Bapa-Ku." >> >> >>

