Godaan dari dalam tidak jarang justru lebih membahayakan daripada tantangan 
yang 
berasal dari luar. Data yang dikeluarkan oleh DLLAJR (Dinas Lalu Lintas 
Angkutan 
Jalan Raya) dari tahun ke tahun menunjukkan, kecelakaan lalu lintas lebih 
banyak 
disebabkan oleh kelalaian sopir atau kondisi kendaraan yang kurang memadai, 
daripada disebabkan oleh kondisi cuaca atau jalanan yang buruk. 


Hidup kita pun begitu. Seumpama  bahtera yang berlayar, ada saat kita diterjang 
ombak besar dan badai dahsyat; entah sakit penyakit, kesulitan di tempat kerja, 
gonjang-ganjing dalam keluarga, atau masalah dalam pelayanan. Semua itu bisa 
meluluhlantakkan bahtera hidup kita. Namun, bahaya yang lebih "mematikan" 
sebetulnya justru datang dari dalam diri sendiri; berupa keserakahan, 
kesombongan, pikiran kotor, iri hati, dendam kesumat, dan sebagainya.

Tentang bahaya dari dalam inilah yang "diangkat" oleh Tuhan Yesus dalam bacaan 
Alkitab hari ini. Ketika itu para murid tidak mencuci tangan sebelum makan 
(ayat 
2), sementara orang Farisi mencuci tangan dengan cara tertentu (ayat 3). Dalam 
hukum Yahudi, tidak mencuci tangan sebelum makan adalah kesalahan besar; bukan 
karena soal kebersihan dan kesehatan, tetapi karena tindakan itu dianggap najis 
di mata Allah (ayat 5).

Tuhan Yesus hendak mengoreksi anggapan demikian. Dia seolah-olah berkata, 
"Kalian kok begitu sibuk mengurus apa yang masuk ke perut.
Padahal yang lebih berbahaya itu justru yang keluar dari hati dan pikiran 
kalian" (ayat 18-23). Maka, marilah kita waspada dengan godaan-godaan yang 
menggerogoti hati dan pikiran kita. Semoga Allah menolong kita
 Salam

Maxwel Kapitan

<<send from BerryBerry Pinjaman, Pulsa Baru Minjam dan sinyal timbul tenggelam, 
meski dekat BTS TELKOMSEL>> 


Kirim email ke