Semua pasangan pasti pernah mengalami pertengkaran. Perbedaan pendapat dalam rumah tangga bagi pasangan baru menikah maupun yang telah lama menikah bisa jadi salah satu pemicu pertengkaran.
Selama dalam batas kewajaran untuk menyelesaikan masalah dan setelah bertengkar hubungan semakin kuat, pertengkaran merupakan hal positif dalam pernikahan atau hubungan. Namun, ada etika tersendiri agar pertengkaran tak meninggalkan sakit hati bagi salah seorang pasangan. Sebagai ganti saling berteriak memanggil nama atau dengan kekerasan, sentuhan lembut dan percakapan akan lebih berarti. Berikut beberapa cara agar pertengkaran dengan pasangan bisa menjadi bumbu-bumbu cinta di antara Anda berdua. • Kendalikan emosi Melalui pertengkaran, pasangan akan diuji bagaimana cara menghadapi tekanan dan mengelola permasalahan. Pertengkaran tidak sehat jika kedua pihak bertindak kekanak-kanakan. Saat menghadapi sebuah pertengkaran, ambil napas dalam-dalam dan berbicaralah dengan pelan tanpa berteriak. Emosi terkontrol membuat suasana tegang berkurang. Katakan hal-hal yang ingin disampaikan tanpa harus berteriak atau menuding dirinya. Jika Anda bersalah atau merasa sangat kesal dengan perilakunya, katakan dengan jujur namun tetap jaga emosi. • Kesediaan untuk memaafkan Semua orang memiliki pengalaman kesalahan maupun kata-kata yang disesali, seperti berselingkuh misalnya. Pahamilah bahwa pasangan Anda memang pernah melakukan kesalahan dan memaafkannya mungkin hal yang makin menguatkan hubungan. • Bertindak adil Memang sulit untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, apalagi saat terlibat dalam sebuah pertengkaran. Kendati begitu, sangat penting melihat sesuatu hal dari sudut pandang orang bersangkutan meskipun sangat tidak menyukainya. Ketidaksetujuan pasangan soal anak misalnya, harus dilihat dari pandangan kedua pasangan. Masalah keuangan, usia, tahapan kehidupan, dan pandangan berbeda harus didiskusikan bersama. Setidaknya, pasangan dapat saling mengetahui isi hati masing-masing dan akan lebih saling memahami. • Menempatkan pernikahan pada urutan pertama Tips ini paling penting dan perlu dicamkan pada masing-masing pasangan. Walaupun dalam banyak hal Anda tak sependapat dengan pasangan, utamakan bahwa Anda berdua menikah karena saling mencintai dan ingin hidup bersama melalui janji pernikahan di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Menempatkan pernikahan pada urutan teratas akan mengingatkan pasangan ketika berada pada titik yang melanggar batas dan melukai pernikahan. Mengapa harus membangun konflik yang bisa menggoyahkan rumah tangga saat seharusnya Anda berdua saling menguatkan? Sebaiknya cari tahu hal-hal yang memicu pertengkaran dan diskusikan di saat yang tepat. Ambillah waktu bersama-sama merenungkan firman Tuhan kembali, ingat kembali komitmen Anda berdua ketika memutuskan untuk menikah. Berdoalah bersama-sama untuk mempererat kesatuan hati dan menemukan kehendak Tuhan bagi Anda berdua. Salam Maxwel Kapitan <<send from BerryBerry Pinjaman, Pulsa Baru Minjam dan sinyal timbul tenggelam, meski dekat BTS TELKOMSEL>>

